
Setelah sampai di hotel mereka tidak langsung naik ke kamar hotel. Mereka berniat untuk makan siang dulu baru istirahat.
Hotel menyediakan paket picnic Lunch yang bisa di pilih untuk merasakan sensasi makan siang yang unik dan romantis. Ada Lunch of the boat atau makan siang di atas perahu, ada lunch Tree deck makan siang dengan pemandangan pohon - pohon di hutan, ada Floating Lunch atau makan siang d atas kolam renang, walau di hotel tapi makan siangnya dengan pemandangan hutan yang rimbun dan asri.
Indrawan memilih paket lunch of the boat untuk mereka. Dan mereka naik ke atas perahu kini mereka berdua makan siang di atas perahu suasananya romantis.
Laras menatap makan siang yang di pesan papihnya. Sungguh manis sekali pikirnya papihnya memperlakukannya. Dia yakin pasti orang - orang yang menyiapkan makan siang mereka beranggapan kalau ia dan papihnya pasangan orang yang kasmaran atau menikah, tidak ada yang beranggapan sebagai anak dan ayah.
"Ayo sayang makan, abis itu istirahat sayang. Nanti sore kita jalan - jalan ke Ubud." kata Indrawan sambil menggeser makanan ke depan Laras.
Seperti biasa Laras mengambil ponselnya dan mengambil beberapa Poto dirinya dan makanan.
"Papih gak di ajak ni... " kata Indrawan
"Kalau mau Poto ayo... , tapi jangan photo genit". Jawab Laras
__ADS_1
Mereka pun berphoto lalu makan siang bersama. Selesai makan siang Laras dan papihnya berjalan ke kamar hotel.
"Sayang... papih tidur kamar mu ya." Kata Indrawan
"Piiiih... Jangan begitu dong, gak baik loh kaya begitu." Jawab Laras
"Oke.. kalau gak boleh. Papih akan tidur di kamar papih." Jawab Indrawan dengan suara yang penuh kekecewaan.
Laras masuk ke kamar, begitu pun dengan Indrawan. Laras berdiri di depan jendela kamar, terlihat pemandangan pantai yang sangat indah di tengah teriknya matahari siang itu.
"Ya Tuhaaaaan, gw harus bagaimana??" batinnya
Kalau dia pulang ke rumah orangtuanya pasti ibunya kecewa, dan dia juga bingung harus ngasih penjelasan ke ibunya. Kalau misal dia tetap satu atap dengan papihnya besar kemungkinan dia dan papihnya Khilaf.
Kalau dia pulang Indrawan pasti akan menghalanginya, jangankan pulang asal nengokin ibu dan adiknya aja dia gak boleh nginep.
__ADS_1
Sepertinya dia harus membuat kesepakatan kepada papihnya.
Setelah memikirkan banyak hal akhirnya ngantuk pun menyerangnya, dia mengunci pintu penghubung agar ketika dia tidur papihnya tak datang secara diam - diam. Dan akhirnya dia tidur dengan perasaan damai.
Sore hari Indrawan bangun dari tidurnya, dia bersih - bersih lalu berjalan menuju pintu penghubung. Dia tersenyum kecut tatkala mendapatkan pintu penghubung kamarnya dan kamar Laras terkunci.
Dia mengambil ponselnya dan mencoba menelpon Laras via phone. Tapi teleponnya tak kunjung di angkat. Akhirnya dia kembali ke atas ranjang, dan rebahan sambil menunggu Laras menghubunginya.
Cukup lama Indrawan menunggu Laras, hingga akhirnya terdengar pintu penghubung di buka.
Laras muncul sambil nyengir, melihatkan barisan gigi putihnya.
"Maaf pih, tadi Laras lagi di kamar mandi waktu papih telpon". Ucapnya
"Hem... ". jawab Indrawan, dia masih kesal karena pintu penghubung di kunci. Segitu takutnya Laras sama dia.
Laras menyadari kalau papihnya merajuk karena kesal, dia berfikir kalau papihnya kesal karena telponnya gak di angkat.
__ADS_1