
Tak lama makan malam yang mereka pesan telah datang di antar ke kamar. Indrawan memesan makan malam dengan nuansa romantis. Makanan di hiasi lilin dan bunga mawar di tata seperti dinner romantis ala candle light dinner.
"Wooooooooow..... Papih ini makan malamnya cantik banget, serasa makan malam Ama pacar bukan Ama papih... heee." Ucap Laras sambil mengembangkan senyumnya.
"Suka gak sayang? anggap aja kita kesini mau pacaran heeee "... Jawab Indrawan sambil menggenggam tangan Laras..
( bayanginnya di dalam kamar hotel baju yang di pakainya casual ya... nyari yang pas gak ada soalnya gambarnya heee)
" Ish papiiiih... ko sekarang genit gini. Laporin mamih ya..." balas Laras
__ADS_1
"Bilangin aja, papih gak takut, udah makan yu... papih lapar nih... " ajak Indrawan
"Iya pih... " jawab Laras lagi
Kini mereka berdua sedang menikmati makan malam di kamar, Indrawan sedari tadi berusaha untuk menahan sesuatu yang sudah lama dia rindukan. Dia sadar perasaan ke Laras bukan hanya sekedar sayang seperti ayah sama anaknya. Tapi ada perasaan lain, dia merasa menghangat setiap kali berdekatan dengan Laras dan dia juga akan ikut sedih ketika Laras sedang di landa kesedihan.
Sebagai lelaki dewasa dia sadar betul akan perasaannya, jujur jika dia boleh memilih dia lebih memilih jatuh cinta lagi dengan wanita yang seumuran dengannya, rasanya tak pantas jika harus ada perasaan lain untuk Laras mengingat usia yang berbeda 20 tahun antara dirinya dan Laras.
Indrawan menatap Laras yang sedang makan makanan penutup, es krim coklat kesukaanya.
Di sudut bibir atasnya terdapat sisa es krim... Dia mendekatkan wajahnya ke arah wajah Laras...
__ADS_1
Cup.. dia mengecup bibir atas Laras yang ada es krimnya.
"Manis.." bisik Indrawan di telinga Laras.
Seketika Laras membeku, mendapat perlakuan dari Indrawan seperti itu. Entah perasaanya saja atau memang benar, Indrawan akhir - akhir ini berubah menurutnya. Perhatiannya dan kasih sayang yang di berikan terasa berlebihan. Uang jajan dan barang - barang yang di belikan untuk dirinya tidak seperti biasanya. Ayahnya juga sering sekali memperhatikan keluarganya, kebutuhan keluarganya selalu di penuhinya.
"Sayang jangan bengong, abisin es krimnya terus istirahat ya, besok kita jalan - jalan." ucap Indrawan sambil menahan geli melihat ekspresi Laras yang diam saja setelah di perlakukan itu olehnya tadi.
"Iya pih". jawabnya gugup
"Dih Papih kesambet apa ya, dia ko tiba2 kiss gw.. apa mungkin dia suka Ama gw ya, ah masa iya. Atau mungkin kebawa suasana aja kali karena makan malamnya romantis kaya gini, gw aja Ampe meleleh liat sajian dan tataan kaya gini." batin Laras sambil menundukkan kepalanya.
__ADS_1
Setelah makan mereka istirahat, Indarwan masuk ke kamarnya. Dia melebarkan senyumnya setelah masuk ke kamar sambil berdiri melihat jendela kamar hotelnya memandang kota denpasar yang indah.