
Angin sepoi-sepoi menambah indahnya pemandangan sore hari di taman itu Indrawan terus memperhatikan Laras yang sedang makan jajanan kesukaannya itu dia dari tadi tak berhenti mengomel karena melihat Laras yang kepedasan.
tak terasa jajanan yang diberi Laras oleh habis ludes dimakan Laras dia lalu menghabiskan minumannya dan duduk bersandar di jok mobilnya tersenyum geli melihat Indrawan yang menahan kesal karena ulahnya itu dia lalu tersenyum sambil memainkan pupil matanya seolah-olah dia minta maaf.
"Piih gak mau nanya Sofia sakit apa?" tanya Laras mengalihkan pembicaraan nya agar Indrawan tidak kesal lagi terhadapnya
"Sakit apa dia sayang, lupa tadi papih juga tak bertanya sama Andre." ucap Indrawan sambil mengelap muka muka Laras yang keringatan karena kepedasan memakai tisu
"Wkwkwkwkkwkwk untung papi tak bertanya sama bang Andre coba kalau bertanya dia pasti bingung jawab sakit apa." Jawab Laras
"Loh kok bingung kan dia abangnya otomatis tahu dong adiknya itu sakit apa." Indrawan berkata
"Sakitnya itu karena ulah abangnya dia malam itu abis MP sama abangnya tahu nggak pih kamar yaitu disulap menjadi kamar orang yang akan honeymoon tahu. Banyak mawar berserakan di kasurnya dan juga ada lilin-lilin berwarna merah yang mengelilingi di kamar itu pokoknya romantis banget." Ucap Laras
Indrawan membulatkan matanya dia nggak nyangka kalau sahabat dari anaknya itu ternyata sakitnya karena ulah abangnya.
__ADS_1
"Sofia bilang itunya sakit pih padahal katanya bang Andre melakukannya pelan pelan dan lembut banget tapi tetep aja katanya karena pertama kali jadinya sakit." Ucap Laras lagi.
Indrawan mengangguk-anggukkan kepalanya sebagai lelaki dewasa dia mengerti dan paham ucapan dari Laras tetapi yang jadi permasalahannya ketika mendengar penuturan Laras dia juga berharap Laras mau mengabulkan keinginannya. Benda keramat dirinya pun ikut bangun karena penuturan Laras itu, dia membayangkan bagaimana jika Sophia ada di posisi Laras dan Andre ada di posisi dirinya.
Indrawan duduk menghadap ke arah Laras dia menggenggam tangan Laras lalu berkata sambil mengusap kepala Laras.
"Siap-siap aja sayang tinggal giliran kamu." ucapin Indrawan sambil menaik turunkan alisnya sebagai isyarat kepada Laras.
Laras tak menjawab dia hanya terkekeh dia menatap wajah Indrawan dengan pandangan yang sangat sulit diartikan.
Indrawan tersenyum, karena hari sudah mulai gelap Indrawan pun mengajak Laras untuk pulang ke apartemen mereka sebelum pulang kak pertemuan mereka mampir Ke minimarket untuk membeli cemilan dan minuman permintaan Laras karena stok mereka sudah mulai habis.
####
Sementara setelah kepergian Indrawan dan Laras, Andre menuju ke kamarnya dia melihat Sofia sedang duduk di sandaran panjangnya sambil memainkan ponsel.
__ADS_1
dia tersenyum saat Sofia menatap wajahnya duduk di tepian ranjang sambil mengecup kening Sofia dengan penuh kasih sayang
"Masih sakit sayang?" tanya Andre lembut
Sophia tak menjawab dia hanya menganggukkan kepalanya.
"Sedikit bang" Ucapnya pelan
"Bangun ya sayang kamu bersih-bersih ke kamar mandi Abang akan bereskan tempat tidurnya ganti sprei biar lebih fresh melihatnya." Ucap Andre
Sofia digendong Andre menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Selagi Sofia membersihkan diri Andre kembali ke tempat tidurnya dia membereskan tempat tidurnya dan mengganti sprei.
Setelah selesai mandi Sofia keluar dari kamar mandi dia merasa walau jalannya agak sedikit sakit tapi tidak sesakit tadi pagi. Dia pun dengan pelan berjalan menuju ke tempat tidur yang telah dibereskan oleh Andre.
Setelah Sofia selesai mandi Andre pun bergantian untuk membersihkan diri dia masuk ke kamar mandi lalu mandi.
__ADS_1