
Sementara itu di sebuah rumah sakit mewah Ismaya tergolek dengan lemah di atas ranjang Indrawan yang datang khusus untuk menjenguk pun diam membisu melihat keadaan Ismaya sekarang.
Menurut cerita dari ibunya Ismaya baru aja tersadar dari komanya, ketika dia sadar dia langsung memanggil nama Indrawan sehingga ibunya langsung menelpon Indrawan. Tak lama setelah Pak Rusdi keluar dari kantor Indrawan, Indrawan pun langsung bergegas ke rumah sakit setelah mendapat panggilan telepon dari ibu mertuanya ibu Bu Netty.
Tubuh Ismaya kurus dan wajahnya pucat terkadang sesekali dia meringis melihat kondisi seperti itu hati kecil Indrawan mulai tersentuh dia tak tega melihat penderitaan Ismaya.
"Maafkan mamih ya pih." ucap Ismaya dengan suara yang sangat pelan
"Tidak ada yang perlu dimaafkan Maya." jawab Indrawan sambil mengelus wajah Ismaya yang terlihat pucat
"Laras di mana pih?" tanya Maya
"Dia ada di apartemen lagi nggak enak badan makanya papi nggak ngajak dia ke sini." ucap Indrawan
"Papih temenin mamih ya nginep di sini.." pinta Ismaya
Dengan berat hati Indrawan pun lalu menganggukkan kepala. karena tidak enak hati oleh kedua orangtua Ismaya yang berada di ruangan itu padahal hati kecilnya dia bingung di apartemennya Laras juga sedang sakit.
Karena akan menginap di rumah sakit Indrawan pun pamitan terlebih dahulu untuk pulang ke apartemen dengan alasan mau ganti baju.
__ADS_1
Ketika keluar dari rumah sakit Indrawan membuka ponselnya yang di silent. Terlihat beberapa panggilan dari Laras. dia pun langsung mendial nomor Laras untuk menelepon balik.
Sayang maaf HP di silent jadi tidak terdengar ketika kamu telepon, papih baru keluar dari rumah sakit habis nengokin mami kamu dia kritis karena kanker rahim.
Terus sekarang papi di mana?
Ini di jalan mau pulang dulu ke apartemen, karena mamih kamu minta papi untuk menginap di rumah sakit
Terus nanti Laras sama siapa?
Untuk sementara kamu di rumah sendiri dulu ya nggak papa kan kasihan mami kamu dia kritis butuh papih
#
Sementara itu di apartemen Laras menangis terisak, entah kenapa dia sedikit tak rela jika Indrawan harus menginap di rumah sakit. Ada perasaan bergemuruh di dadanya ketika dia sedang mengandung anak Indrawan sementara Indrawan malah mau menginap di rumah sakit.
Dia berfikir untuk tidak memberitahu terlebih dahulu Indrawan kalau dirinya sedang mengandung darah daging nya.
Dengan langkah gontai Laras selalu masuk ke kamar untuk tidur sambil menunggu kedatangan Indrawan.
__ADS_1
#
Tak lama Indrawan sampai di apartemennya, dia lalu menuju ke kamar melihat kondisi Laras. Terlihat Laras yang sedang meringkuk di atas kasur. Dia lalu mengecek suhu di kening Laras. Tidak demam lagi pikirnya. Lalu dia membersihkan diri dan dia bersiap - siap untuk ke rumah sakit lagi.
Laras yang merasa ada suara - suara bising di kamar terbangun, di melihat Indrawan sudah rapi dengan pakaian casualnya.
"Ko udah rapi pih?" Tanya Laras dengan suara khas orang bangun tidur.
"Iya, kan tadi papih udah bilang di telpon mau nemenin mamih di RS, kasian dia Ampe kurus banget, wajahnya juga pucat." Ucap Indrawan sambil duduk di atas ranjang memperhatikan wajah Laras yang sedikit pucat.
"Kalau Laras meminta papih untuk tidak kerumah sakit boleh pih? Laras pengen di temenin sama papih." Ucap Laras pelan
"Gak bisa sayang, kan selama ini papih selalu nemenin kamu, sekarang mamih minta di temenin kasian. Cuma semalem ko sayang." Ucap Indrawan sambil mengelus puncak kepala Laras.
"Ya udah kalau gitu." Jawab Laras pasrah
"Gitu dong, masa kesayangan papih merajuk sih. Papih pamit ya sayang." Ucap Indrawan sambil mengecup kening Laras
Laras melihat kepergian Indrawan dengan perasaan yang sakit, dia lalu mengelus perutnya yang rata.
__ADS_1
"Sabar de... Ayah kamu gak tahu kalau kamu hadir di perut bunda." Ucapnya sambil terisak