Menikah dengan Ayah Angkatku

Menikah dengan Ayah Angkatku
Drama Pagi Hari


__ADS_3

Merasa tidak dapat memejamkan matanya, Indrawan ke luar kamar dia berjalan ke dapur. Mencari minuman dingin. Dia harus menjernihkan otaknya karena makanan yang dia beli membuat dia tak berfikir waras. Jika dia tak mencari solusinya dia takut Laras buang akan jadi sasarannya.


Dia membuka lemari es dan mengambil minuman dingin menuangkannya ke dalam gelas lalu meminumnya. Dia duduk di meja makan dengan fikiran menerawang


Harus ada jalan keluar untuk hubungannya dan Laras fikirnya.


Setelah merasa adem dan ngantuk mulai menyerang dia kembali ke kamar. Dia naik ke atas ranjang membuka selimut yang menggulung anak gadisnya. Dia pun masuk ke dalam selimut dan memeluk kesayangannya. Tak lupa kecupan manis di bibir dan kening gadisnya.


"Night sayang..." Ucapnya lirih


Dia pun akhirnya tertidur walau kepala agak sedikit pusing.


Paginya Laras terbangun lebih dulu. Dia menatap papihnya. Entah karena sering bersama dengan sangat intens atau memang ada perasaan yang sama, dia kini seakan senang jika tidur bersama papihnya. Selalu memanjakannya dan memenuhi semua keinginannya.


Dia membelai pria yang statusnya jadi ayah adopsinya. Wajah yang sempurna walau sudah tak muda lagi.

__ADS_1


"Tampan ya sayang papih?" Ucap Indrawan dengan suara serak


Laras langsung menurunkan tangannya, dia malu ketahuan membelai papihnya.


Indrawan terkekeh melihat gadisnya seperti canggung, dia lalu bangun dan duduk bersandar di sandaran ranjang.


"Masih pagi sayang, istirahat saja lagi. Ini weekand kita tidur aja lagi". Ucap Indrawan sambil mengusap wajah Laras


"Aku mau beres - beres pih, pakaian sudah numpuk untuk di cuci dan di setrika." Ucapnya


"Maaf ya sayang, kamu cape sekarang. Nanti kalau rumah kita udah selesai kita nyari ART baru buat bebenah di rumah." Ucap Indrawan


"Sayang... gak usah memaksakan diri. Masalah pakaian papih bisa naruh di laundry. Masalah makan kita bisa memesannya. Bebenah rumah papih bisa melakukannya. Kamu gak usah khawatir sayang. Papih gak mau kamu kecapaian dan mengganggu kegiatan belajar kamu sayang." Ucap Indrawan masih dengan tangan yang mengelus pipi gadisnya.


Laras terbangun dia duduk menghadap ke papihnya, dia mengecup bibir papihnya.

__ADS_1


"Makasih ya piiih... papih emang ter the best, Laras sayang banget sama papih. Maaf ya pih kalo Laras suka nyusahin papih." Ucapnya dengan mata sendu.


"Papih akan selalu menyayangi kamu sayang, kamu kebahagiaan papih." Ucap Indrawan setelah itu menunduk dan mengecup singkat bibir Laras.


Laras turun dari ranjang dia masuk ke kamar mandi, Indrawan menarik nafas pelan saat Laras pergi ke kamar mandi. Dia berharap ke depannya kehidupannya jauh lebih baik. Walau dia bingung ke depannya seperti apa hubungannya dengan Laras.


Selesai mandi, Laras keluar dengan memakai bathrobe memperlihatkan kaki jenjangnya. Indrawan menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.


Laras tersenyum sambil mengedipkan matanya, dia tahu papihnya sangat menyukainya jika dia memakai pakaian yang minim, seolah menyegarkan matanya dan menambah moodboster papihnya.


Indrawan menghampiri Laras yang berdiri di depan kaca. Dia memeluknya dari belakang. Aroma wangi sabun mandi dan shampo menyeruak dari tubuh gadisnya.


"Sayaaang papih suka sekali sama harumnya... seger banget" Ucap nya sambil mengendus - ngendus leher Laras.


"Papih geli ish... udah aku mau di baju" katanya Laras

__ADS_1


"Papih yang pilihin, gak boleh nolak". Kata Indrawan


Indrawan pun memilih pakian Laras yang super minim. Hingga ia meneguk salivanya saat melihat Laras memakai pakian yang dia pilih.


__ADS_2