
Laras sudah hampir satu jam dia merenung di kamarnya, dia sudah konsultasi sama bibi Gayatri tentang ide usahanya. Dan Bu Gayatri setuju, Rumah bi Gayatri di depan jalan raya, jadi samping rumahnya bisa di bangun. Hanya saja dia bingung mau kaya gimana bentuk nya dan dia juga gak tahu ukurannya sebesar apa. Bi Gayatri menganjurkan supaya rundingan sama tukang bangunan agar tidak bingung.
Tiga Minggu sudah berlalu, tempat usaha Laras sudah selesai. Minggu ini Laras akan belanja untuk jualan di tokonya. Dia ke pasar di temani bi Gayatri selain dia tidak tahu pasarnya, dia juga gak mau kalau sampai kecapaian. Laras tak ingin jika utunnya kenapa - kenapa.
Mereka berdua menyusuri pasar mencari barang - barang grosir yang bisa di lagi.
Hampir seharian mereka belanja. Mereka istirahat di sebuah warung makan.
"Lapar ya neng, makannya meni lahap pisan?" tanya bi Gayatri sambil terkekeh
"Iya bi, capek." Jawab Laras
__ADS_1
"Neng belanjaannya di bawa di truk aja ya kalau di kolbak kayanya harus dua mobil." Ucap bi Gayatri lagi
"Iya ya, dimana ya kira - kita yang nyewain truk." Tanya Laras lagi
"Toko bangunan yang di pasar yang neng belanja buat bikin toko, biasanya di sewakan juga truknya. Nanti coba bibi tanya deh." bi Gayatri berkata.
Laras menganggukkan kepala menyetujui ucapan bi Gayatri. Mereka meneruskan makan sampai habis.
"Makasih ya bi." Ucap Laras
Saat Bu Gayatri pergi Laras mengecek nota belanjanya lalu menghela nafas, dia sudah menghabiskan hampir 15 persen tabungannya selama 3 Minggu di desa ini, untuk biaya hidup, membangun toko dan juga belanja untuk tokonya.
__ADS_1
"Baru 3 Minggu udah habis 200 jutaan, semoga aja bisa cepat balik modal." batin Laras
"Neng hayu udah lagi di muat barang belanjaannya. Ongkos truknya bayar di rumah aja." Ucap bibi Gayatri membuyarkan lamunan Laras
"Iya bi, saya bayar dulu." Ucap Laras
Jam 4 sore mereka tiba d rumah, dia kaget saat belanjaan turun tiba - tiba tetangga Bu Gayatri heboh mereka berbondong bondong membantu mengangkat belanjaan ke dalam toko.
Sebenarnya gak begitu heran, karena saat membangun toko pun banyak warga yang membantu tapi hanya bapak - bapaknya saja. Sedangkan sekarang yang membantu lebih banyak dari bapak - bapak, ibu - ibu bahkan ada yang masih remaja dan anak - anak. Mungkin karena sore hari di desa biasanya tidak ada kegiatan. Aktivitas mereka biasanya dari pagi hari sampe siang hari. Mereka antusias sekali membantu mengangkat belanjaan, hingga tak terasa belanjaan yang satu truk penuh sudah masuk ke tokonya. Tinggal menata saja. Laras salut akan kekompakan warga desa di sini. Karena dia baru menemukan kehidupan seperti sekarang ini.
Setelah cape mengangkat barang mereka duduk sambil menikmati teh dan cemilan. Saat akan pulang ke rumah ibu Gayatri menyuruh Laras untuk membeli beberapa kue ternyata maksud nya adalah untuk menjamu mereka. Menurut Bu Gayatri di sini kerja kebanyakan gotong royong jadi kita hanya perlu memberikan opieun saja. Tanpa harus memberikan Upah pada mereka. Opieun adalah memberikan makanan dan minuman alakadarnya untuk di nikmati setelah kerja. Ternyata hidup di kampung tidak seburuk yang di pikirannya. Mereka baik dan mempunyai solidaritas yang tinggi.
__ADS_1