Menikah dengan Ayah Angkatku

Menikah dengan Ayah Angkatku
Takut Jadi Korban


__ADS_3

Malam itu hujan turun dengan deras menambah susana makin dingin. Di kamar sebuah apartemen Laras sedang bobo manis dalam pelukan Indrawan. Suara gemuruh petir terdengar menambah susana makin mencekam.


Indrawan terbangun dari tidur lelapnya tatkala mendengar suara petir, dia menatap wajah polos Laras. Ada rasa merasa bersalah atas sikapnya terhadap Laras. Dia sangat berharap kalau masalahnya sama Ismaya cepat selesai, sehingga dia bisa secepatnya mengambil tindakan ke depannya terhadap Laras.


####


Sementara itu di sebuah rumah yang lumayan mewah kedua insan tidur berpelukan, hujan di malam itu membuat mereka terlelap karena cuaca yang dingin dan ditambah dengan kondisi tubuh mereka yang kelelahan.


Sedang asyik tidur tiba-tiba ponsel Sofia berbunyi. Andre terbangun dari tidurnya karena bunyi ponsel dari Sofia dia lalu mengambil ponsel tersebut dan melihat nama pemanggil di ponsel tersebut. Dia lalu menekan tombol hijau.

__ADS_1


"Halo fi kamu di mana kok nggak ada di rumah?" tanya seseorang di seberang telepon


Andre tak menjawab lalu dia lalu mematikan telepon dan langsung memblokir nomor unclenya.


Setelah mematikan ponsel Sofia dia langsung turun dari ranjang dan bergegas menuju keluar pintu kamar untuk mengambil minuman hangat karena cuaca yang begitu dingin. Dengan perasaan kesal dia lalu turun menuju ke dapur mengambil air minum hangat dan meminumnya sampai habis.


Setelah itu dia kembali ke kamar saat membuka pintu kamar terlihat Sofia yang terbangun dari tidurnya duduk di tepi ranjang sambil menatap matanya.


Tanpa menjawab ucapan Sofia dia langsung menggendong tubuh Sofia ke kamar mandi dia menunggu Sofia keluar dari kamar mandi dan menunggu di depan pintu kamar mandi. Setelah Sophia keluar dari kamar mandi Andre menggendong kembali menuju ranjang.

__ADS_1


Sofia membaringkan diri di atas kasur dan tidur memunggungi Andre. Andre pun ikut naik ke atas kasur dan memeluk Sofia dari belakang terdengar tangisan kecil dari Sofia.


"De kamu nangis kenapa? sakit banget ya sini Abang olesin salep ya." Ucap Andre sambil mencoba berusaha menarik Sofia agar tidak membelakanginya.


Tapi Sofia tetap dengan posisinya, bahkan dia mengempaskan tangan Andre yang berusaha untuk membalikkan badannya.


"Kenapa Abang tega mengambilnya? Dan apa Abang memasukkan sesuatu ke minuman atau makanan yang aku telan. Kenapa semalam aku begitu nurut sama Abang?" Tanya Sofia dengan tangisan yang sulit untuk di bendung dia akhirnya menangis dengan suara yang keras.


"Maafin Abang de, Abang mengambilnya karena Abang takut di dahului oleh uncle. Abang gak mau orang yang Abang sayang di rusak, tanpa di tanggung jawab. Ingat de dia sudah punya anak dan istri. Abang juga minta maaf Abang memasukkan obat per@ngs@ng ke minuman kamu, Abang hanya tak ingin menyakiti kamu lebih dalam. Karena kalau sampai kamu menolak Abang semalem Abang bisa mengambil paksa dan itu akan menyakiti kamu. " Ucap Andre panjang lebar sambil mengusap kepala Sofia

__ADS_1


"De kamu tahu kenapa kakek menyerahkan rumah sakit ke Abang bukan ke uncle, padahal Abang hanyalah cucu angkat dan uncle padahal anak aslinya. Itu karena kakek dan Daddy gak mau rumah sakit sampe bangkrut. Rumah sakit bisa bangkrut bila di kelola oleh uncle karena uncle gak pernah serius dalam bekerja, yang dia lakukan hanya bercinta dengan para gadis di luar sana, bahkan onty sudah berkali - kali minta cerai dari uncle karena tak tahan dengan sikapnya. Kamu bisa - bisa hanya jadi korban gombalannya de. " Andre meneruskan ucapannya dengan tangan masih mengusap kepala Sofia.


__ADS_2