
Malam itu Indrawan menyetir menuju apartemen walaupun Andre mengusulkan untuk mengantarnya tapi Indrawan menolaknya dia butuh waktu sendiri. Dia benar-benar menyesal telah mengabaikan Laras beberapa hari ini ternyata sekarang terjawab sudah Kenapa Laras sakit dan juga kenapa Laras tega menjual rumah serta membawa barang-barang berharga pemberian darinya.
Air mata mengalir deras dari pipi Indrawan selama ini dia mengidam-idamkan anak ketika berumah tangga bersama Ismaya tapi ternyata tak pernah juga Ismaya hamil dan sekarang ketika dia bersama Laras ternyata Laras hamil, bahkan dia tega mengabaikan Laras ternyata kata dokter itu benar bahwa Ismaya yang tidak punya anak bukan dirinya.
Sedari tadi ponselnya terus berdering saat melihat beberapa kali ternyata Pak Rusdi lah yang menelpon dan juga nomor dari istrinya Ismaya. Dia berharap telepon itu dari Laras sehingga setiap bunyi telepon berdering dia langsung melihat tetapi ternyata sama sekali tidak ada dari nomor Laras.
Sesampainya di apartemen dia langsung masuk ke kamar melihat isi lemari yang ternyata masih banyak baju-baju Laras tertinggal di situ hanya benda-benda berharga saja yang hilang. Dia berjalan menuju ke kamar mandi lalu dia melihat ada beberapa tes kehamilan di dalam tong sampah kamar mandi melihat itu semua dia langsung mengambilnya dan menangis sambil memeluk tes kehamilan tersebut yang lebih dari 1 bergaris dua semua.
Dia pun lalu menyimpan tes kehamilan tersebut dan membawanya ke kamar untuk di simpan di laci nakas. Saat membuka laci nakas diapun dikejutkan kembali dengan selembar alat USG yang kemungkinan itu punya Laras.
"Sayang bahkan kamu USG pun papih tak tahu, pasti kamu sendirian ya." gumamnya sambil memperhatikan lembaran foto hitam putih itu tapi dia tidak mengerti maksud dari foto tersebut akhirnya dia pun menelepon Andre.
__ADS_1
Indrawan : Ndre maaf mau tanya, ini kan photo USG ya?
Tanya Indrawan sambil memperlihatkan photo hitam putih ke pada Andre
Andre : Iya om, berarti waktu itu Laras sudah sempet ke dokter obgyn sesuai yang saya sarankan berarti dia sendirian ya. Padahal waktu itu aku nyaranin agar bilang sama Om dan ditemenin sama Om ke dokter obgyn nya.
Indrawan : Saya yang salah karena selama ini saya terlalu fokus kepada Ismaya sehingga mengabaikan Laras. Tapi saya tidak mengerti maksudnya ini hasil USGnya gimana ya?
Setelah bertanya-tanya terhadap Andre Indrawan pun menutup panggilannya.
Setelah menutup ponsel Indrawan memperhatikan hasil USG Laras lalu menciumnya berulang-ulang kini yang tersisa hanyalah penyesalan karena selama ini dia abaikan Laras. Diriny merasa orang yang paling bodoh, dan merutuki kebodohannya.
__ADS_1
Sementara itu ponsel terus berdering panggilan dari Pak Rusdi. karena kesal akhirnya Indrawan pun membanting ponselnya.
Dia pun lalu naik ke atas kasur sambil tetap memperhatikan foto hasil USG.
Dia menangis terisak lalu mengusap foto berwarna hitam putih itu.
"Kamu dimana sayang? Masih sakit apa nggak? Udah makan belum?" Ucap Indrawan lirih
Tiba-tiba dia teringat kalau ponselnya mati bagaimana jika Laras tiba-tiba menghubunginya, akhirnya dia pun turun untuk mengambil ponselnya dan mengaktifkannya walaupun retak tetapi ternyata Ponselnya masih bisa hidup, dia lalu memblokir nomor-nomor orang yang menghubunginya berkali-kali yaitu Pak Rusdi nomor Ismaya dan juga ibunya Ismaya.
"Sayang kamu dimana? Maafin papih, papih menyesal sekarang. Maaf papih yang gak peka dan mengabaikan kamu." Ucap Indrawan lirih sambil memandang photo Laras di ponselnya.
__ADS_1