
Suasana hening di sebuah apartemen, terlihat pria yang berumur 38 tahun sedang duduk di sofa dengan wajah yang sangat kusut. Tubuhnya terlihat sangat berantakan. Dia sedikit kurus karena efek kurang tidur dan juga tidak memperhatikan pola makannya.
Terdengar suara bel berbunyi dengan langkah gontai dia membuka pintu. Saat di buka terlihat seorang lelaki paruh baya yang datang, dia adalah pak Rusdi.
"Apa - apaan Indrawan kamu tak datang - datang ke Rumah Sakit, malah memblokir nomor - nomor keluarga saya, berani ya menantang saya." Ucap nya
"Untuk apa saya datang lagi kesana, gara - gara dia saya kehilangan orang yang paling saya sayangi, jika saya memblokir nomor keluarga bapak memang kenapa?" Ucap Indrawan tak kalah lantang
"Owh sekarang kamu berani ya, saya tuntut kamu karena sudah berani menantang saya, saya juga akan mencabut semua saham saya di perusahaan kamu." Ucap ks Rusdi
"Laporin saja, justru dengan begitu saya akan berterima kasih karena saya akan memberikan bukti - bukti penyelewengan anak Anda dengan beberapa lelaki simpanannya, saya memang miskin tapi saya tidak bodoh. Cabut saja semua sahamnya daya tidak takut, banyak perusahaan lain yang mau bekerja sama dengan saya. Selama ini saya menuruti keinginan bapak karena saya masih menganggap bapak masih bagian dari keluarga saya, tapi bapak makin kesini makin bertindak sesuka hati bapak. Ismaya sakit karena ulahnya, itu akibat perbuatannya. Tidak mungkin bapak tidak tahu perbuatan anak bapak sendiri. Ismaya rela tidur dengan beberapa lelaki hanya demi kepuasannya semata. Dan setelah dia sakit bapak se enaknya datang menemui saya. " Ucap Indrawan dengan tatapan menyalang menahan emosi
"Kurang ajar kamu sekarang ya, dasar lelaki tak tahu diuntung." Ucap pak Rusdi sambil melayangkan tinju, hingga akhirnya terjadi baki hantam.
__ADS_1
Andre yang datang sengaja untuk menemui Indrawan buru - buru memisahkan kedua laki - laki antara mertua dan menantu tersebut.
Pak Rusdi pulang dengan wajah babak belur karena di hajar Indrawan, sementara Indrawan juga wajahnya penuh lebam. Andre cepat membawa Indrawan ke kamar, tapi baru saja sampe kamar Indrawan jatuh tak sadarkan diri. Andre membopong tubuh Indrawan lalu membaringkan tubuh Indrawan di atas kasur.
Dia menggelengkan wajahnya melihat bagaimana tersiksanya Indrawan sudah hampir sebulan ini.
Sudah hampir sebulan Indrawan terus - terusan mencari Laras, mulai bertanya pada teman - teman nya yang ternyata cuma bisa d hitung pake jari, ke saudara almarhum ayahnya tapi nihil hasilnya pada bilang gak tahu. Indrawan terlihat sangat memprihatinkan makanya Andre menemani Indrawan, karena dia yakin Indrawan pasti butuh seseorang untuk menemaninya.
#
Malam itu, Andre pulang dari Rumah Sakit dia langsung menuju ke rumah orangtuanya. Semenjak Laras pergi Sofia pun ikut - ikutan sedih. Dia sering menangis jika teringat akan temannya.
" De makan yu." Ajak Indrawan
__ADS_1
"Abang udah pulang?" Tanya Sofia
"Sudah, makan dulu yu Abang laper banget. "Ucap Andre lagi
"Hayu." Ucap Sofia sambil berjalan menuju ruang makan
"Bang Laras kemana ya, aneh aja gitu bang perginya mudah banget. Apa ada yang bantu dia ya. Ko bisa ya pergi dengan rapi gitu." Ucap Sofia
Andre mencerna apa yang di katakan Sofia, dalam hatinya dia membernarkan ucapan Sofia. Tapi siapa kira - kira ya yang membantu Laras karena menurut Sofia dan Indrawan, Laras jarang berkomunikasi selain dengan mereka.
Assalamualaikum othor mau minta tolong buat para reader tercinta nih... bantu othor like di Novel othor terbaru ya... Ini juga tak kalah seru nih biar cepet naik level.. othor janji kalau tembus kontrak akan up 3 episode sehari. makasih semuanya
__ADS_1