Menikah dengan Ayah Angkatku

Menikah dengan Ayah Angkatku
Rela Di Hukum Apapun


__ADS_3

Pagi itu Andre dan Sofia menjemput Indrawan di apartemennya. Andre yang berinisiatif untuk membawa mobil dan menjempit Indrawan. Melihat betapa kacaunya Indrawan kemarin dia akhirnya memutuskan untuk menjemput Indrawan.


Saat masuk ke apartemen, Indrawan sudah siap dengan pakian casualnya, dengan muka yang lelah dan sembab. Merekapun pergi ke Bandung didalam satu mobil.


Selama di perjalanan tak banyak pembicaraan, hanya sesekali jika memang dibutuhkan.


Menjelang siang mereka tiba di kediaman ibu Meisya.


Saat semuanya masuk dan duduk, ibunya menyalami ketiga orang itu. Dan adiknya Laras menghidangkan minuman alakadarnya.


"Habis dari mana pak? Kenapa gak bawa Laras ibu kangen sama dia, dan mereka siapa? tanya ibu Meisya sambil menatap Sofia dan Andre bergantian.


"Ja... jadi Laras gak ada di sini? Tanya Sofia


"Laras kesini kapan? Ko gak nemuin ibu?" ibu Meisya kaget campur bingung mendengar anaknya ada di Bandung.

__ADS_1


"Laras pergi dari apartemen Bu." Ucap Indrawan dia lalu menyerahkan surat yang di tinggalkan Laras.


"Laras pergi, dia sedang hamil. Anak saya." Ucap Indrawan lirih


Brukkhhhhhhh


Ibu Meisya jatuh pingsan saat membaca isi surat dari Laras dan mendengar penuturan dari Indrawan.


Andre dengan sigap membopong Ibu Meisya dan tidurkan nya di atas sofa sementara itu adek-adek Laras ikut menangis melihat ibunya yang pingsan dan mendengar kakak mereka yang mereka sayangi itu pergi dari apartemen papihnya.


Beberapa menit kemudian ibu Meisya tersadar dia lalu duduk bersandar di sofa.


"Bagaimana bisa kamu menghamili Laras, sedangkan dia itu kamu anggap sebagai anak kamu sendiri. Kamu mengajak Laras pergi dari rumah ini dengan kasih sayang sebagai Ayah. Dia kehilangan sosok ayah dan kamu bersiap untuk menggantikannya. Kamu kamu bertindak seperti binatang. Apa salah keluarga saya terhadap kamu, kamu ambil nyawa ayahnya, dan sekarang kamu hancurkan masa depan anaknya. Kamu bukan manusia kamu Binatang. " Ucap ibu Meisya dengan histeris.


Indrawan lalu bersujud di kaki ibu Meisya. Dia menangis tersedu - sedu di telapak kaki ibu Meisya.

__ADS_1


"Maafkan saya, saya mencintai Meisya. Ampuni saya Bu." Ucap Indrawan.


"Kalau kamu mencintai dia lalu bagaimana dia bisa pergi dari tempat tinggalmu." Ucap ibu Meisya lagi sambil memandang jijik Indrawan.


Andre yang tak tega dengan kondisi Indrawan dia lalu berdiri dan membangunkan Indrawan. Dia juga menjelaskan kenapa Laras sampai pergi dari apartemen temen Indrawan.


Suasana hening, tak ada suara sama sekali. Indrawan masih sesegukan nangis meratapi kebodohannya. Sedangkan Sofia menangis berpelukan bersama ibu dari sahabatnya.


"Kita tak bisa berdiam diri seperti ini, kita harus bertindak." Ucap Andre


"Gak ada gunanya saling menyalahkan, kita harus bertindak, kasihan Laras dia butuh kita. Apalagi dia lagi hamil." Andre kembali berkata


"Membayangkannya saja saya gak sanggup, bagaimana dia kalau kedinginan, bagaimana jika dia lapar, bagaimana jika dia pusing dan mual - mual. Kondisi dia sedang tidak sehat." Sofia bicara dbil terisak - Isak


Mendengar penuturan Sofia kontak ibu Meisya kembali menjerit histeris. Dia tak menyangka anak kesayangannya akan bernasib buruk.

__ADS_1


Dimana kamu sayang, papih kangen. Maaf papih salah. Papih rela di hukum apapun asal kami kembali bersama papih batin Indrawan.


__ADS_2