
Laras tersadar dari silumannya kepala dan tangannya terasa sakit sekali dia membuka matanya secara perlahan melihat ke sekelilingnya, ternyata dia berada ruangan serba putih. Dia mengernyitkan dahinya kok seperti di rumah sakit batin nya. Dia mengingat kembali apa yang terjadi lalu dia membulatkan matanya.
"Gabrieeeeeel..." Teriaknya sambil berusaha untuk bangun
Mendengar teriakan dari dalam yang di luar langsung masuk.
"Neng udah sadar syukurlah... ." ucap salah satu tetangga bibi Gayatri yang menunggunya di luar ruangan.
"Di mana bibi Gayatri Bu? anak saya bagaimana?" Tanya Laras sambil berusaha mencabut Infusannya.
"Bu Gayatri ada di depan ICU menunggui dek Gabriel kita berbagi tugas untuk menjaga kalian." Ucap Tetangga bi Gayatri
"Jangan di lepas, saya panggilkan Bu gayatri dan dokter." Ucap tetangganya lagi sambil memegang tangan Laras yang sedang berusaha mencabut infusan
Ibu itu pun keluar dari ruangan Laras dengan tergesa-gesa tak lama dokter datang menghampirinya.
Dia lalu memeriksa keadaan Laras dengan kritik halaman pintu kamar Laras terbuka dan muncul Ibu Gayatri. Kedua orang itu pun berpelukan sambil menangis.
" Bagaimana dok keadaan anak saya?" Tanya bibi Gayatri sambil mengusap luka di kepala Laras.
__ADS_1
"Lukanya tidak ada yang serius hanya lecet-lecet saja beberapa hari juga mungkin sudah boleh pulang asal obatnya rutin di minum." ucap dokternya, dokter pun pamitan keluar ruangan.
"Bibi bagaimana keadaan Dede Gabriel? sama a Pian?" Tanya Laras
"Pian dirawat juga di rumah sakit ini, dia juga sudah siuman, dia mengalami patah tulang dan sudah ditangani oleh dokter. Kalau Dede Gabriel belum sadar dia seka...rang di ICU." Ucap bibi Gayatri dengan pelan
Laras berteriak dengan histeris mendengar penuturan dari Gayatri buah hati kesayangan nya berada di ICU, karena terus memaksa akhirnya bibi Gayatri pun membawa Laras pergi dengan dibantu kursi roda.
Saat Laras dan bibi Gayatri sampai di depan ICU terlihat tetangga yang tadi menunggui Laras sedang berbicara dengan dokter.
"Ini ibunya dok..." Ucap Tetangga bi Gayatri sambil menunjuk Laras.
"Ibu boleh kita bicara sebentar Bu, ada yang ingin saya bicarakan." Ucap Dokter ramah
"Iya dok, mengenai anak saya ya." Tanya Laras sambil menatap tajam dokternya
" Iya Bu, mari Bu kita bicara di ruangan saya." Ucap dokter
Laras didorong oleh gaya Tri mengikuti jalannya dokter yang memeriksa keadaan gebril setelah sampai di ruangannya dokter mempersilahkan BB Gayatri untuk duduk.
__ADS_1
"Begini Bu.... ? Ucap dokter terpotong
"Laras Dok, nama saya Laras." Jawab Laras seolah mengerti kebingungan dokter di depannya
"Iya, begini Bu Laras, saya ingin memberitahu kalau kondisi anak Ibu sedang mengalami kritis dan dia membutuhkan darah A- Saya sudah berusaha mencari ke rumah sakit dan PMI terdekat tetapi ternyata darah itu tidak ada karena memang itu termasuk darah yang langka, untuk efisiensi waktu maka saya meminta pihak keluarga dari ibu ataupun dari Ayah pasti ada yang sama dengan dek Gabriel." Ucap Dokter
Tampak Laras merenung air matanya turun secara perlahan membasahi pipinya ternyata anak kesayangannya itu tidak satu golongan darah dengan nya berarti golongan darahnya sama seperti papinya.
"Golongan darah saya O dok, tidak sama. Berarti dia sama dengan papihnya. Saat ini papinya sedang ada di luar kota dok. Apa tidak ada di PMI selain di kota ini?" Tanya Laras
"Golongan darah de Gabriel itu termasuk golongan darah yang langka, kita tidak tahu di PMI Mana yang ada kalaupun ada belum tentu efisien waktunya. Mengingat kondisi dek Gabriel saat ini kita butuh secepatnya agar segera ditangani oleh tim kami." Ucap dokter
"Baik Dok kalau gitu, Saya berusaha secepatnya mendapatkan darahnya." Ucap Laras
Laras pun pamitan kepada dokter lalu diantar oleh bibi Gayatri kembali ke ruang ICU untuk melihat kondisi anaknya yang belum sempat dia lihat tadi.
Sesampainya di lokasimu dia menatap pintu ruangan anaknya dirawat, mungkin saatnya dedek Gabriel ketemu papi batinnya.
readers tercinta.... tolong dukung karya othor yang baru yaa
__ADS_1