
Laras merajuk tatkala Indrawan tergelak, dia kesal karena papihnya terus menggodanya.
"Jangan manyun begitu sayang, nanti papih khilaf."Ucapnya sambil mengecup bibir Laras.
"Ish papih ngesun terus deh ah" Jawabnya
"Itu tadi bibirnya di ke depanin tandanya minta di sun kan?" ucap Indrawan sambil menaik turunkan alisnya.
"Aku lagi kesal tahu". Ucapnya masih dalam mode merajuk
"Owalaaaah marah ya, ko manyun sih bikin gemes aja." Ucapnya becanda
"Bobo lagi yu pih, mager". Laras membaringkan tubuhnya ke kasur dan masuk ke dalam dekapan papihnya.
Indrawan merengkuhnya, lalu mengusap rambut Laras, dan mengecup keningnya.
"Sayang, mungkin 2 bulan lagi rumah selesai. Pindahnya nanti pas kamu ulang tahun ya" Ucap Indrawan
"Emang kenapa harus pas di ulang tahun aki pih? tanyanya sambil mendongakkan kepalanya ke arah Indrawan.
"Papih punya kejutan buat kamu di hari spesial kamu sayng." Ucapnya
__ADS_1
"Kejutan apa pih?" Tanya Laras penasaran
"ya kalo di kasih tahu sekarang namanya bukan kejutan sayaaaang." Jawab Indrawan sambil mengacak rambut Laras.
Laras hanya nyengir, sebagai jawabannya.
"Mau kado apa hem?" tanya Indrawan sambil membeli pipi Laras.
"Apa ya... bingung sudah punya semua pih."Jawab Laras
"Kalau kamu bingung biar papih yang tentuin deh, di jamin suka kamu pasti suka" Ucapnya
"Di jamin suka, suka banget malah." Jawab Indrawan sambil mengusap di atas dada Laras.
"Papih ah geli.. " Ucap Laras
Indrawan masih ngusel, dia benar - benar gak kuat, sesuatu yang puasa beberapa tahun minta di tuntaskan.
Seolah paham Laras diam saja. Dia bingung harus bagaimana.
"Papih gak kuat sayang, (sambil mendongakkan kepalanya) buka dikit ya?" Tanyanya ke Laras
__ADS_1
Laras diam saja, dia bingung. Bukan tak kasihan sama Papihnya tapi dia masih takut. Apalagi kondisi pernikahan papih dan mamihnya statusnya masih suami istri. Belum bercerai, jangankan cerai pengajuan juga belum. Tapi dia kasihan, papihnya itu sudah lama puasa, sebagai lelaki dewasa pasti butuh untuk pel@mpi@san.
"Papih janji gak jebol, hanya mainin aja". Ucapnya lagi dengan suara yang parau akibat menahan sesatu yang sudah lama tak tersalurkan.
Laras masih terdiam jujur aja dia juga penasaran. Sendirian di rumah sering dia searching hal - hal yang berbau dewasa.
Selagi Laras termenung Indrawan masih asik ngusel, di dada yang tertutup kaos minim Laras. Dia tak mau berbuat jauh tanpa izin dari Laras.
Dengan tatapan sayu Laras menatap Indrawan yang sedang sibuk di bagian atas tubuhnya. Dia mengusap kepalanya. Memejamkan kepalanya. Bingung antara takut dan kasihan.
Dia menggenggam tangan Indrawan, menuntun tangannya ke salah satu the twins miliknya.
Indrawan mendongakkan kepalanya menatap ke mata Laras dengan mata yang berbinar.
"Sayang boleh?" Tanyanya dengan tangan sibuk mengusap salah satu the twins dari luar baju.
Laras tersenyum, dia senang melihat papihnya senang. Dia lalu menganggukan kepalanya.
Kedua manusia berbeda umur itu kini bergum*l di ranjang dengan pakaian yang masih lengkap. Ini pengalaman pertama Laras. Dia hanya diam bingung harus membalas bagaimana.
Sedangkan Indrawan begitu bersemangat, dia merubah posisi menjadi di atas dia seolah lupa bahwa gadis yang di dekapnya itu adalah gadis yang masih di bawah umurnya. Dia terlihat seperti pedofil yang hendak memangsa buruannya.
__ADS_1