Menikah dengan Ayah Angkatku

Menikah dengan Ayah Angkatku
Hamil


__ADS_3

Sore itu Sofia datang ke apartemen Laras dengan ditemani oleh Andre, Laras menyambut kedatangan mereka dengan senang hati.


Melihat kondisi Laras yang lemah ditambah dengan muka yang pucat Sofia langsung memapah Laras dan duduk di sofa ruang tamu.


"Papih lo belum pulang ras?" Tanya Sofia


"Belum dari tadi gua telepon in juga nggak diangkat fi." Jawab Laras dengan nada lemah


"Gw suapin, Lo makan ya. Ini gw bawain pesanan Lo soto mie khas Bogor". Ucap Sofia


Laras menganggukan kepala, sementara itu Sofia menuju dapur untuk mengambil mangkok piring dan juga air putih hangat.


Dia lalu menuangkan soto ke dalam mangkok dan nasi ke dalam piring lalu menyuapi teman barbarnya dengan penuh rasa sayang.


"Fi jeruk nifisnya tambahin lagi dong biar segeran enak banget." Ucap Laras


"Ishhh Laras jangan banyak-banyak itu asem nanti Lambung kamu makin kumat." Sofia menjawab dengan tegas


"Gak fi, enak asem pedes jadinya kepala gue nggak pusing seger banget ini tau fia..." jawab Laras sambil memeras jeruk ke dalam mangkuk sotonya.

__ADS_1


Sementara itu Andre yang seorang dokter, dia menatap terus Laras hati kecilnya berpikir bahwa Laras bukan sakit karena lambungnya sedang naik atau juga bukan pusing dan mual biasa yang menurut orang-orang katanya masuk angin.


Dia lalu pamitan sejenak untuk keluar dari apartemen. Sementara Sofia terus menyuapi Laras dengan telaten.


Andre melajukan mobilnya menuju ke salah satu apotek terdekat di daerah itu, setelah turun dari mobil dia langsung masuk ke dalam apotek dan membeli apa yang dia butuhkan setelah itu dia lalu keluar dari apotek itu dan pulang menuju apartemen Indrawan.


Sofia membukakan pintu saat Andre membunyikan bel apartemen Indrawan.


"Bawa apaan bang?" Tanya Sofia


"De Laras suruh pipis di kamar mandi, pipisnya di tampung di wadah yang bersih dan kering ya." Ucap Andre


" Udah lakuin aja apa yang Abang suruh nanti abang jelasin setelah melihat hasilnya." ucap Andre.


Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Andre Sofia pun mengajak Laras ke kamar mandi untuk menampung air urine.


Tidak lama mereka keluar dari kamar mandi dengan membawa gelas ukuran kecil yang berisi air urine Laras, Andre pun membuka kantong dari apotek yang ternyata berisi obat-obatan dan juga beberapa alat tes kehamilan.


Kedua gadis barbar itu melotot melihat Andre mulai mencelupkan tiga alat tes kehamilan sekaligus ke dalam urine yang ditampung di dalam gelas. Kini mereka mengerti maksud dari ucapan Andre tadi. Keduanya menanti hasil dari tes tersebut dengan pikiran masing-masing.

__ADS_1


Ketiga alat tes yang berbeda brand itu mulai menampakan hasilnya dan dari semua alat hasilnya itu adalah bergaris dua.


brukkkhhhh


Tiba - tiba Laras pinsan


Andre dan Sophia sigap menangkap tubuh Laras dan membawanya ke kamar di apartemen itu.


"Bang apa mereka melakukan itu tanpa pengaman ya? tanya Sofia ke Andre


" Abang gak tahu, sepertinya nggak de.." Jawab Andre sambil menghela nafas.


Sofia mencari kayu putih untuk dioleskan ke pada hidung Laras agar Laras segera siuman.


tak lama Laras full ciuman dan dia langsung menangis tersedu-sedu dihadapan Sofia dan Andre.


"Ras Lo gak pake pengaman ya?" Tanya Sofia


Laras hanya menggelengkan kepala sambil terus menangis.

__ADS_1


"Sudah enggak usah manggis lebih baik Om Indrawan kasih tahu secepatnya biar dia bisa ngambil tindakan, jangan sampai ada niatan untuk aborsi ya kamu masih dibawah umur akan beresiko ke depannya. ini saya sengaja tadi beli vitamin buat kamu dan juga obat untuk mengurangi rasa mual. konsultasi ke dokter kandungan apa aja larangan atau yang harus dikonsumsi oleh ibu hamil karena saya kurang begitu paham." ucap Andre dengan bijak


__ADS_2