
Sementara itu di apartemen Laras sedang bergumul bareng sama Indrawan. pakaian mereka berserakan di bawah sofa, suara mereka saling bersahutan di ruang tamu.
Tangan Indrawan bermain di bawah, dengan mulut aktif di salah satu the twins. Tangan Laras ikut sibuk memainkan tongkat ajaib Indrawan kesayangannya.
"Piiiih mau pipis lagi piiih." Laras berteriak
Indrawan tak menjawab dia malah terus memainkan surganya Laras. Karena dia tahu sebentar lagi Laras menuju pelepasan.
"Aaahhhhhh." Teriak Laras sambil terengah - engah
Di bawah Indrawan terus nyesap cairan dari surga Laras hingga abis.
Setelah itu Indrawan membalikkan tubuh Laras gantian menjadi Laras yang bermain di area bawahnya. Indrawan memejamkan mata. Hasil ajarannya benar - benar di terapkan oleh rasa. Hampir setengah jam lamanya Laras memainkan tongkat Indrawan hingga akhirnya Indrawan berteriak.
"Di mulut sayang, Ahhhhhh" teriaknya sambil menekan kepala Laras.
Laras berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan cairan itu.
#Di Rumah Andre#
__ADS_1
Mereka berdua sedang menikmati makan malam berdua, entah kenapa Sofia merasa malam ini Andre berbeda dari biasanya. Dia merasa Andre romantis, dan juga perhatian banget.
Sebelum makan tadi Andre melayaninya mengambilkan nasi dan lauknya. Lalu mengambilkan minumannya. Dia juga berniat menyuapi, tapi Sofia menolaknya.
Dia menatap Andre yang sedang makan di depannya.
"Habiskan makannya de. " Ucap Andre tanpa membalas tatapan Sofia
Sofia langsung menundukkan kepalanya, di, langsung memakan makanannya hingga habis.
"Habis makan jangan langsung tidur gak baik de, nonton dulu aja di ruang keluarga." Ucap Andre lagi saat melihat Sofia hendak beranjak sehabis makan
Sofia tak menyahut dia hanya menganggukan kepalanya.
Setelah selesai makan Andre ke dapur, dia mengambil minuman dan menaburkan sesuatu yang seperti bubuk di di aduknya perlahan setelah itu dia juga mengambil beberapa cemilan lalu dibawa ke ruang keluarga.
Hampir 1 jam mereka menikmati hiburan di televisi dan sesekali Sofia memainkan ponselnya dia meneguk habis minumannya lalu pamitan untuk tidur.
"Bang Sofi ngantuk, Sofi tidur dimana?di kamar yang tadi bukan?" tanya Sophia sambil memegang kepalanya karena dia merasa kepalanya sedikit pusing.
__ADS_1
Andre tidak menjawab dia selalu mematikan televisi dan menuntun Sophia untuk masuk ke kamar yang mereka tempati tadi.
Setelah sampai di pintu kamar Andre membukakan pintu, Sofia yang kepalanya sedikit pusing dia terheran-heran melihat ranjang yang sudah dihias sedemikian rupa.Dia mengucek mata berkali-kali takut salah penglihatan.
"Ini bener ranjang yang tadi kan kok beda seperti dihias apa mataku salah lihat? " Tanya Sofia
Andre hanya tersenyum lalu menuntun Sophia untuk duduk dipinggir ranjang.
"Maafkan Abang ya dek malam ini Abang terpaksa akan membuat kamu menjadi wanita yang seutuhnya." Ucap Andre
"Maksud Abang?" Tanya sofia
"Maksudnya kita akan melaksanakan malam pertama." Andre bicara sambil menghembuskan nafas
"Malam pertama? maksud Abang kita akan begituan?" Tanya Sofia seperti orang linglung, badannya terasa panas sekarang
"Heem." Ucap Andre pelan, dia juga tak sabar ingin melihat reaksi obat yang di berikanya.
"Abaaaang jangan dong, aaw panas bang, badan Sofia panas bang." ucap Sofia dia masih sadar tapi dia juga bingung atas reaksi tubuhnya yang tiba-tiba dia merasa ada sesuatu yang harus dituntaskan
__ADS_1
Andre yang melihat reaksi Sofia begitu dia selalu membandingkan Sofia di tengah-tengah tempat tidurnya.
Maafkan Abang ya dek Abang sudah nunggu ini sejak lama tapi kalau abang nggak lakukan sekarang Abang takut keburu didahului sama si brengsek itu. Batin Andre