Menikah dengan Ayah Angkatku

Menikah dengan Ayah Angkatku
Bolos Sekolah


__ADS_3

Siang hingga malam hari mereka terus - terusan melakukan aktivitas seperti tadi, Laras juga tak menolak lagi, dia sepertinya ketagihan.


Mereka hanya berhenti saat makan, dan mandi. Menjelang tengah malam mereka baru tidur.


###


Paginya Laras malas sekali bangun, padahal waktu menunjukkan sudah jam 6 pagi, Dia masih betah aja di dalam selimut. Matanya berat sekali, rasanya badannya lemas.


Indrawan membuka matanya, dia bangun dan melirik jam. Sudah pukul 6 pagi, dia melihat ke Laras yang masih dalam rengkuhannya.


"Sayaaaang udah siang, bangun yu. Kamu harus sekolah." Ucap Indarawan sambil mengecup kening Laras.


"Piiih mata Laras susah ke bangun. Lengket, boleh gak bolos hari ini saja. Lagian Laras bingung piiih leher Laras ungu semua". Ucapnya dengan mata masih terpejam.


"Gak boleh bolos sayang, pake foundation aja biar gak keliatan." Ucap Indrawan


"Ish papih, emang Laras Tante - Tante apa, Laras gak punya foundation, kan Laras gak dandan menor kaya Tante - Tante. Laras paling pake cream doang gak di bedak gak apa. " Sungutnya dengan nada merengut

__ADS_1


"Owh iyaaa, gadis papih cantiknya alami ya, ya udah gapapa deh bolos hari ini aja dulu, tapi besok sekolah ya. Nanti papih pulang kerja beliin." Ucap Indrawan sambil mengelus kepala Laras


Indrawan masuk ke kamar mandi melakukan ritual paginya sebelum ke kantor. Hampir setengah jam berlalu dia kini sudah siap pergi ke kantor, dia menghampiri Laras.


"Sayaaang sarapannya pesan food aja ya, jangan masak. Papih juga sarapannya di kantor aja. " Ucapnya pelan sambil membenarkan selimut Laras yang agak merosot.


"Heem piiih.. " Jawabnya masih dengan mode ngantuk


"Ya udah papih berangkat ya." Indrawan pamitan sambil mengecup kening Laras


Laras tak menyahut, dia kembali ke alam mimpinya. Indrawan keluar dari kamar dan bergegas untuk pergi ke kantor.


Laras menggeliat di kasur, matanya terbuka.


Heeeem udah siang banget kayanya, pantesan ini perut keroncongan. Batinnya


Dia membuka ponselnya, ada beberapa pesan dari sahabatnya Sofia menanyakan kenapa dia gak masuk. Tanpa ada niatan membalas karena dia yakin lagi ada guru. Saat Sofia mengechatnya kemungkinan dia pas istirahat.

__ADS_1


Dia memesan makan via food, cacing di perutnya sudah dangdutan minta di isi. Sambil menunggu food Dateng, dia membereskan tempat tidur, baju - bajunya yang berserakan dia kumpulin di keranjang. Lalu melenggang ke kamar mandi.


"Dih Papih itu orang apa drakula sih, gila banyak banget ini bekas gigitannya di leher." Ucapnya lirih.


Dia lalu berendam sambil mengingat kembali perlakuan Indrawan kemarin sampe malem tadi. Setelah merasa cukup segar, Laras kembali kekamar dia memakai bajunya dan keluar dari kamar.


Saat hendak duduk di sofa ruang tamu, bel si pintu apartemennya bunyi. Dia bergegas membukakan pintu karena dia yakin itu food pesanannya Dateng.


"Pesanan atas nama Larasati Indrawa."Ucap kurir


"Iya mas, ini uangnya. Makasih ya". Ucap Laras


"Sa.. sama - sama". Ucap kurir itu terbata.


Laras tersenyum dia tadi sempat memperhatikan ringak kurir itu, sepertinya grogi karena dia memakai baju yang minim tanpa underwear sama sekali, di tambah banyak bercak ungu di paha dan lehernya.


Sementara di luar pintu, sang kurir masih berdiri dia menggelengkan kepalanya memulihkan kesadarannya.

__ADS_1


"Gilaaaaaaa, benar benar ya tuh body. Kayanya abis di pake deh, bekas cupangnya banyak banget. Ganas kali ya tuh cocoknya. Wajar sih masih muda, pasti ketagihan. batinnya sambil berjalan.


__ADS_2