
Tubuh ramping Laras sekarang mulai terlihat berisi, di bagian dada dan perut sudah mulai terlihat benjolan. Laras sekarang sudah terbiasa dengan rutinitas sehari - harinya. Dia akan bangun pagi - pagi dan menata belanjaannya, setiap dua hari sekali dia pasti rutin belanja kekurangan tokonya. Sejauh ini tokonya terbilang laris.
Di bantu dengan bi Gayatri dia mengelola tokonya dengan penuh keseriusan, aktivitas nya membuat dia sedikit melupakan rasa sakit hatinya terhadap Indrawan, dia juga sekarang mulai terbiasa dengan hidup sederhana. Dia sadar dia harus menghemat segala kebutuhannya. Tak ada lagi kemewahan tak ada lagi membeli barang - barang yang tak bermanfaat. Dia sekarang lebih menghargai uang.
Pagi itu setelah menata belanjaan dari mulai sayuran mentah dan juga belanjaan lainnya, pembeli mulai berdatangan dia kini sibuk melayani pembeli di bantu oleh Bu Gayatri, Belanjaan sayuran datang satu mobil kolbak di kirim dari pasar langsung, dia cukup memesan via Chat saja atau telephon maka barang belanjaan akan di antar ke tokonya, pembayaran akan di lakukan di toko. Mengingat dia lagi hamil dia tak mau sampai kelelahan, di tambah waktunya akan tersita jika harus belanja secara langsung karena dia harus melayani pembeli yang datang ke tokonya.
Menjelang siang Laras masuk ke dalam rumah, dia ingin istirahat sejenak, karena cape banget rasanya, di tambah tokonya kurang rame saat siang hari karena orang - orang sudah pergi ke ladang dan sawah. Akan rame kembali di sore hari.
Laras merebahkan tubuhnya di ranjang sederhana Bu Gayatri, tapi kasurnya dia yang beli karena kasur milik Bu Gayatri tipis sakit pas tidur karena merasa gak nyaman dia.akhirnys membeli kasur dan juga lemari baju walau lemari plastik.
Dia membuka ponselnya, ponselnya dia biarkan mati semenjak dia pergi dari apartemen bersama dokter Mita. Tadi dia sempat membeli kartu baru, dia memasukan kartu ke ponselnya lalu mengaktifkan ponselnya.
__ADS_1
Sudah beberapa hari dia begitu merindukan ibunya semenjak dia pergi dari apartemen dia belum menghubungi ibunya, maka tadi dia memutuskan untuk membeli kartu baru agar dia bisa berkomunikasi dengan keluarganya.
Adik : Halo
Laras : Halo dek ibu ada?
Adik : hah ya Allah teteh ini teteh?
Laras : Iya dek
Terdengar suara yang riuh, Laras mengernyitkan dahinya, adenya begitu histeris saat mendengar telpon dari dia.
__ADS_1
Ibu : Halo benar ini Laras
Laras : Iya Bu ini Laras
Terdengar suara isakan ibunya di seberang telepon
Laras : Loh Ibu kenapa nangis?
Ibu : nak kamu di mana sayang? Ibu sudah tahu semuanya sebulan yang lalu Indrawan datang ke sini dia menanyakan kamu dia berfikir kalau kamu ada di rumah ibu dia juga mengatakan kalau kamu sedang hamil, Hampir setiap hari dia menelepon ibu menanyakan kamu nak.
Laras terkejut mendengar ucapan ibunya dia tak menyangka kalau Indrawan mencarinya dan ternyata Indrawan tahu kalau dia sedang hamil.
__ADS_1
Ibu : Kamu di mana nak, pulang sini ke rumah sayang jangan bikin ibu hawatir
Laras : Ibu Laras nggak apa-apa, Ibu jangan sedih Laras baik-baik saja maaf Laras belum bisa menemui ibu tapi Laras janji suatu saat pasti Laras akan pulang ke rumah Ibu, Laras minta jika ada papih menelepon atau datang ke rumah untuk mencari Laras tolong Ibu jangan beritahu papih kalau Laras menghubungi Ibu