Menikah dengan Ayah Angkatku

Menikah dengan Ayah Angkatku
Dear Papih


__ADS_3

Mereka bertiga menuju ke sebuah kompleks elite di salah satu kota ini, mobil pun berhenti di sebuah rumah mewah yang terlihat masih baru.


Cairan bening mulai keluar dari pipi Laras melihat sekeliling rumahnya itu dalam benaknya dia berpikir rumah baru belum sempat dihuni tapi malah dijual.


Laras pun masuk ke dalam rumah yang ternyata didalamnya sudah lengkap isi perabotan rumah tersebut, mereka bertiga berkeliling mengelilingi rumah wah yang ternyata siap dihuni itu. Laras yang sempat melihat saat renovasi rumahnya melihat takjub rumah yang akan dijualnya itu ternyata benar-benar mewah tapi dia terpaksa harus menjualnya karena butuh biaya yang cukup besar untuk dirinya dan anaknya kelak.


Setelah melihat sekeliling rumah itu teman Mita pun bertanya mengenai harga rumah itu.


Laras yang merasa bahwa dia butuh cepat dia menjual rumah tidak dengan harga tinggi, dia menjual dengan harga pasaran di daerah itu. Dia menjual rumah itu tanpa sepengetahuan Indrawan, dia tidak tahu apa reaksi Indrawan jika sampai tahu rumah yang berencana untuk mereka tempati itu malah dijual oleh Laras padahal untuk membeli rumah itu Indrawan menabung bertahun-tahun.


Dengan dibantu oleh Mitha akhirnya rumah itu pun resmi dijual oleh Laras dengan harga yang lumayan tinggi, akhirnya rumah itu beralih menjadi milik temannya Mita. Saat menyerahkan kunci rumah Laras menangis tersedu-sedu.


Urusan rumah telah selesai dan akhirnya mereka pun pulang Mita mengantarkan Laras ke apartemennya karena melihat Laras yang seperti letih mungkin karena banyaknya beban pikiran dia menyuruh Raras untuk istirahat.

__ADS_1


Setelah sampai di apartemen Laras langsung masuk ke kamar merebahkan tubuhnya yang terasa penat ditambah mual dan juga kepalanya sedikit pusing.


#


Sore hari Laras terbangun karena mendengar seseorang sedang berbicara, saat dia melihat ke sekeliling ternyata Indrawan ada di kamar sedang menelepon seseorang.


"Papih sudah pulang?" Tanya Laras mencoba membuka percakapan.


"Iya, dan akan kembali ke Rumah Sakit." Ucapnya dingin


Dia menangis sekencang kencangnya. Sesak di dadanya dan hatinya terasa seperti di tusuk tusuk. Kecewa terhadap sikap Indrawan.


Setelah adanya sedikit tolong dia pun mengambil ponselnya lalu menelepon Mita.

__ADS_1


"Kak besok ya kita perginya." Ucap Laras tanpa basa basi


"Yakin besok?" tanya Mita


"Yakin kak, aku takut gila kalau di sini terus. " Ucap Laras sambil terisak


Paginya ternyata Indrawan tidak pulang ke rumah dan itu membuat Laras semakin kuat untuk pergi meninggalkan apartemen.


dia pun akhirnya pergi dari apartemen itu dengan hanya menenteng tas kecil tanpa membawa bayi itu yang banyak karena dia berpikir percuma membawa baju banyak pun sebentar lagi juga baju-baju itu pasti tidak akan muat dia hanya membawa tabungan yang sudah dipindahkan dari rekening Indrawan ke rekening dirinya dan juga beberapa perhiasan dari Indrawan untuk bekal dia nanti.


sebelum pergi dia menuliskan surat untuk Indrawan.


Dear papih

__ADS_1


Terima kasih karena telah merawat Laras selama ini, maaf jika Laras tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh papih. Laras pamit dari mulai sekarang papi terbebas dari Laras. Maaf Laras membawa semua barang yang telah diberikan oleh papih untuk Laras dan juga rumah yang papih berikan Laras jual. Mungkin papi marah besar atas apa yang telah Laras lakukan tapi semua ini dilakukan karena adanya nyawa yang harus Laras biayai dan Nafkahi, Laras tidak mungkin bekerja apalagi Laras hanya lulusan SMP.


Larasati


__ADS_2