
Walau dengan berat hati akhirnya laras mengambil ponselnya, dia berharap Indrawan belum mengganti nomor ponselnya.
Dia tersenyum saat tulisan di hpnya berdering, ternyata Indrawan tidak mengganti nomor ponselnya.
Dua kali Laras mendial nomor Indrawan tapi tak ada jawaban. Dia melihat jam di ponselnya pukul 18. 27, masa iya sudah tidur pikirnya. Dia mencoba untuk menghubungi lagi.
Indrawan : Halo...
Laras : .......
Indrawan : Halo...
Laras : .......
Indrawan : Halo... Halooo halooo dengan siapa ya
Airmata Laras turun dengan Laras mendengar suara berat dari sebrang telepon. Dia menangis, jujur dia rindu.
Laras : Piiih...
Ucapnya hampir tak terdengar karena bersahutan dengan isakannya
###
Indrawan pulang sore hari, seperti biasa dia dan Hendra masuk terlebih dahulu ke apartemen di sampingnya yakni apartemen yang di tempati dokter Mita. Memastikan keadaanya. Indrawan kembali ke apartemen setelah berbasa basi sejenak. Merasa suntuk dan gerah dia bergegas mandi. Setelah keluar dari kamar mandi dia mendengar ponselnya berbunyi, saat hendak di angkat ponsel sudah mati. Dia melihat ternyata nomor baru. Dia hendak menelpon balik tapi ponselnya kembali berdering.
__ADS_1
Indrawan : Halo...
Laras : .......
Indrawan : Halo...
Laras : .......
Indrawan : Halo... Halooo halooo dengan siapa ya
Indrawan mengernyitkan dahi penelepon seperti menangis. Siapa batinnya. Dia menatap ponselnya melihat PP penelpon terlihat Poto bayi laki - laki mengenakan kemeja biru, memakai topi sedang tertawa memperlihatkan gusinya. Lalu dia menekan loud speaker di ponselnya sambil terus menatap Poto bayi di ponselnya
Laras : Piiiih....
Indrawan membulatkan matanya, dia tidak mungkin salah dengar. Suara ini suar yang sangat di rindukannya selama ini.
Laras : Piiiih Laras minta tolong...
(Masih dengan Isak tangisnya)
Indrawan menekan tombol video, dan laras menerimanya.
jrreeeng...
Terpampang wajah Laras, Indrawan kaget melihat Laras yang duduk di kursi roda di tambah keningnya di balut perban
__ADS_1
Indrawan : Sayang kamu kenapa?
Laras : (Tak menjawab dia menatap Indrawan dengan airmata yang turun dengan deras?
Indrawan : Kamu dimana sayang, bilang sama papih sayang.
Laras : Pih apa darah papih A-
Indrawan : Iya, ada apa?
Laras : Anak kita kritis, dia butuh darah A- Piiiih. ( Sambil membalikkan videonya ke arah ICU)
Indrawan :Ya Tuhaaaaan... di rawat di rumah sakit mana? Papih sekarsng juga kesana.
Laras : Aku share lok piiih.
Indrawan menghubungi supirnya untuk menjemput di apartemen, tak ingin kejadian kedua kalinya kali ini Indrawan meminta supirnya membawa teman agar bisa bergantian menyetir.
Indrawan benar - benar antusias sekali, dia sudah tak sabar ingin bertemu dengan buah hatinya yang sedang kritis. Perjalanan dia rasa lama sekali, berkali - kali dia menatap ponsel takutnya ada kabar dari Laras. Dia menatap PP Laras melihat anak bayi yang dia yakini darah dagingnya. Terlihat lucu dan pipinya bulat.
Tanpa istirahat terlebih dahulu, mereka bertiga akhirnya sampai di rumah sakit tempat Laras dan Gabriel di rawat. Indrawan tergesa - gesa menuju ke ruang ICU, dia mendapat pesan dari Laras kalau anaknya d ICU bahkan Laras juga disana walau kondisi tubuhnya belum sehat betul.
Saat berada di depan ICU Indrawan langsung memeluk Laras, Laras kaget karena tiba - tiba ada yang memeluknya. Dia membalikka tubuhnya terlihat Indrawan. Dia menatap wajah Indrawan langsung memeluk Indrawan sambil menangis.
"Piiih tolong selamatkan bayi kita, saya tak bisa hidup kalau sampai dia kenapa - kenapa." Ucap Laras
__ADS_1
Indrawan memejamkan matanya, sakit rasanya mendengar ucapan Laras. Dia hanya menganggukan kepala sebagai jawabannya.
Halooo Para readers tercinta, dukung karya othor terbaru ya judulnya WRITE LOVE ON THE SKY