
Janji Indrawan yang hanya menemani Ismaya di rumah sakit cuma semalem ternyata cuma ucapan saja. Nyatanya udah mau tiga malem Indrawan nginap di RS menemani Ismaya. Pagi pulang cuma buat mandi dan ganti pakaian lalu ke kantor, sedangkan sore pulang kerja langsung mandi dan ke RS begitu terus sampai 3 hari ini.
Hari ini Laras udah benar - benar kesal sama Indrawan.
"Piiih Laras mohon jangan nginep di RS ya, Laras pengen di temanin papih. Papih emang gak kangen apa sama Laras. Ucap Laras lirih
" Gak bisa sayang, mamih kamu butuh papih, biar cepet sembuh. kalau papih gak kesana di pasti gak mau minum obat." Ucap Indrawan sambil berlalu menuju kamar mandi karena lengket sehabis kerja seharian.
Ting
Bunyi suara dari ponsel Indrawan
Pesan masuk dari "Papih Rusdi"
Sudah mau malam tapi belum datang ke RS dari tadi Maya nanyain kamu terus. Kalau sampai kamu tidak ke sini lihat saja, saya akan laporin ke polisi karena kamu sudah memelihara anak di bawah umur dengan dalih mengadopsinya. Dan juga mencabut semua saham saya dari perusahaan kamu biar kami bangkrut lalu di penjara. Jangan macam - macam. Atau kamu mau gadis ingusan itu saya habisi.
Setelah membaca pesan itu, dia lalu menyimpan kembali ponsel Indrawan. Laras shock membaca pesan dari kakek Rusdi orang yang tak pernah menyukai Laras dari semenjak Laras di bawa kerumah Indrawan dan Ismaya.
Tak lama Indrawan keluar dari kamar mandi dia langsung memakai pakaian yang sudah disiapkan di atas ranjang dan menatap wajah Laras yang seperti orang ketakutan.
__ADS_1
"Kamu kenapa sayang?" Tanya Indrawan
"Gak apa - apa pih... Bisa nggak jangan ke RS Laras takut, Laras mau ngomong penting sama papih." Ucap Laras dengan gemetaran.
"Gak bisa Laras, kamu jangan egois dong. Kamu sama Maya sama - sama perempuan, harusnya kamu peka dan mengerti walau kamu masih di bawah umur tapi kamu kan punya perasaan, dimana hati nurani kamu." Ucap Indrawan dengan suara tinggi.
Laras tak berkata apa-apa dia shock dengan ucapan yang barusan dilontarkan oleh Indrawan sementara Indrawan langsung keluar dari kamar dan menutup pintu dengan kencang.
Laras menangis tersedu-sedu, sampai dini hari larasasih menangis. Hingga akhirnya tertidur.
#
Sekitar jam 9 pagi Laras terbangun dari tidurnya, dia menatap sekeliling kamar. Bahkan sekarang dia gak pulang batinnya.
Dia lalu menghubungi seseorang, walau masih ragu. Tapi beruntung telponnya langsung di respon.
Pagi bumil cantik.. ada gerangan telpon kakak pagi- pagi?
Kakak kerja gak?
__ADS_1
Pagi ini kakak off, sore nanti kakak kerja. Kenapa?
Bisa kita ketemu kak sebentar aja
Emhhhh boleh, mau di mana?
Di resto xxxxxxxx di jalan yyyyy gimana?
Oke jam 11an aja ya
Iya kak
Setelah selesai menelepon Laras menatap ponselnya.
Flash back on
Setelah mendengar anjuran dari Andre kalau dia harus mengetes ke dokter untuk memastikan kebenarannya bahwa dirinya hamil atau tidak adiknya Laras pergi ke rumah sakit sendirian.
Ketika sampai di ruangan dokter yang memeriksa ternyata dokter menyatakan bahwa dirinya memang sedang hamil lalu tanpa sengaja dia bertanya kepada dokter yang bernama Mita.
__ADS_1