Menikah dengan Ayah Angkatku

Menikah dengan Ayah Angkatku
Bahagia


__ADS_3

Menjelang siang hari keluarga Laras berkumpul, siang itu baby Gabriel dan juga Laras sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Sebenarnya Laras sudah boleh pulang beberapa hari yang lalu tetapi karena dia merasa kasihan kepada baby Gabriel akhirnya dia memutuskan untuk tetap tinggal di rumah sakit.


Indrawan sudah mengepak barang-barang baby Gabriel dan Laras, setelah semuanya selesai mereka beriringan keluar dari ruangan ibu dan anak itu dirawat. Andre dan Rendra berjalan lebih dulu sambil membawa barang sementara di belakangnya diikuti oleh Indrawan Laras dan Sofia dan di belakangnya lagi ada ibu Meisya dan ibu Gayatri serta adik-adik Laras mereka menuju ke parkiran mobil.


Sudah ada dua mobil yang akan membawa mereka, Indrawan duduk di dampingi oleh Laras dan juga Ibu Meisya di depannya ada Hendra. Di belakang ada kedua adik lartas. Sementara di mobil yang satunya ada Sofia dan juga Andre beserta sopirnya dan juga Ibu Gayatri.


Mobil keluar beriringan dari parkiran Rumah Sakit menuju ke desa di mana Laras dan BB Gayatri tinggal, setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam akhirnya mereka sampai di kediaman Ibu Gayatri tempat yang sangat sejuk dan juga segar.


Mereka semua turun dari mobil lalu berjalan menuju ke rumah Ibu Gayatri yang langsung disambut oleh para karyawan Laras yang bekerja di tokonya.


"Teeeh.... sudah pulang, kita kangen sama teteh dan de Gabriel." Ucap Intan salah satu karyawan Laras sambil menyalami Laras

__ADS_1


"Udah tan, gimana semuanya lancar kan?" Tanya Laras sambil duduk di kursi setelah bersalaman dengan Intan


"Lancar teh, omset naik terus walau gak banyak naiknya tapi melebihi Minggu lalu." Jawab Intan sambil menciumi baby Gabriel yang sedang di gendong oleh neneknya Bu Meisya.


##


Bu Gayatri dengan dibantu oleh tetangganya yang biasa membantu mereka di rumah menyiapkan beberapa makanan untuk tamu mereka sore itu mereka makan bersama.


Ibu Gayatri yang mendengar permintaan Indrawan dia lalu menoleh ke arah Laras.


"Rencananya memang bibi mau ke Jakarta mau nengok Mita sama ibunya, dan melihat kondisi mereka. Tetapi kalau memang neng Laras mau ke Jakarta gimana tokonya yang selama ini dia rintis?" tanyanya sambil melihat ke arah Laras.

__ADS_1


Sementara itu yang ditanya dia tidak menjawab hanya menggelengkan kepala lalu menatap kearah Indrawan seolah meminta Indrawan untuk mengambil tindakan selanjutnya.


"Kalau untuk urusan toko mungkin untuk sementara karyawan dulu yang memegang, karena merekalah yang mengerti dan yang sudah diajari mengelola toko di sini. Untuk ke depannya, kalau bisa mungkin ya ada seseorang yang akan diutus untuk mengelola ini, dan sistemnya nanti bagi hasil atau mungkin kalau Laras mau dijual juga boleh." Jawab Indrawan


"Jangan please piiih jangan di jual, ini hasil kerja kerasku selama ini, aku sebelumnya gak pernah kerja dan ini sebagai bukti kalau aku bisa membuktikan ke semuanya aku bisa mandiri." Ucap Laras lirih


"Ya udah kalau kayak gitu berarti nanti kita cari orang untuk mengelola toko ini dan kita bisa bagi hasil." Ucap Indrawan


"Untuk sementara biarlah karyawan yang mengelola, untuk ke depannya kalau memang kalian setuju biarlah bibi yang akan mengurus tokonya neng Laras dan kemungkinan bibi juga sekaligus akan merawat ibunya minta di sini, selama Mita masih dalam proses penyembuhan karena saya juga ikut bertanggung jawab untuk mengurusi kakak saya." Ucap bibi Gayatri


Semua orang setuju dengan ucapan baby Gayatri Mereka pun akhirnya memutuskan untuk berangkat ke Jakarta Minggu pagi karena mereka harus bekerja dan juga tidak mungkin berlama-lama meninggalkan pekerjaan mereka.

__ADS_1


Setelah mereka selesai makan, tetangga mulai berdatangan satu persatu menengok Laras dan juga bayinya. Kebiasaan di kampung kalau ada tetangga atau kerabat yang sakit mereka semua ikut menengok, mereka semua bahagia karena Laras dan baiknya selamat dan juga bisa kembali ke rumah, ada rasa haru saat mereka mendengar penjelasan kalau ternyata sekarang Laras sudah kumpul lagi bersama keluarga dan juga Ayah dari bayinya.


__ADS_2