Menikah dengan Ayah Angkatku

Menikah dengan Ayah Angkatku
Rencana Ke Bali


__ADS_3

Setelah masuk ke dalam kamar Laras tidak berniat untuk turun sesuai perintah papihnya. Dia naik keatas ranjang lalu rebahan dan menarik selimut. Ucapan yang keluar dari mulut mamihnya membuat ia tidak selera untuk makan. Dia membaringkan tubuh yang terasa lelah dan penat untuk istirahat. Butiran bening terus keluar dari kelopak matanya. Dadanya terasa sesak serasa di hantam benda yang sangat berat. Dia menangis sesegukan.


" Ayah, Laras kangen ayah.. " rintihnya sambil terisak.


"Seandainya, ayah masih hidup mungkin aku tidak disini. Aku pasti berkumpul sama keluarga kandungku." batinnya.


Sejujurnya jika dia boleh memilih dia lebih memilih berkumpul sama Ibu dan kedua adiknya. Tapi ibunya berharap banget waktu keluarga Indrawan memintanya untuk jadi anak angkatnya. Sebagai anak pertama dia gak mau mengecewakan ibunya.


Ceklek....


Terdengar derap langkah mendekati ranjangnya.


"Sayang... kenapa gak makan hemmm? Papih nunggu dari tadi di meja makan."


Usap Indrawan sambil mengusap punggung anak gadisnya yang tidur meringkuk membelakanginya.

__ADS_1


"Laras tidak lapar pih." Jawabnya sambil menahan isaknya. Dia tak ingin papihnya tahu kalau ia sedang menangis.


Indrawan menghela nafasnya berat. Dia tahu Laras sengaja menghindar darinya.


"Sayang dengar papih, makan yang banyak papih sudah bawakan nasi. Papih simpan di atas nakas. Papih sudah beli tiket ke Bali untuk kita berdua liburan. Besok jam 4 kita akan naik pesawat. Jadi sekarang Laras makan terus istirahat. Besok pagi packing. Jangan banyak - banyak yang di bawa ya, jam setengah satu kita berangkat ke bandara. Jangan nangis lagi ya, nanti matanya bengkak. Nanti orang - orang fikir papih bawa kabur anak gadia orang kalau matanya bengkak." Canda Indrawan.


Laras bangun dari tidurnya, percuma juga dia menyembunyikan tangisannya jiga papihnya sudah tahu dia menangis.


"Iya pih... " Laras menjawab sambil berusaha tersenyum.


Sepeninggal papihnya, Laras turun dari ranjang dia mengambil makanan dari atas nakas. Duduk di depan meja rias, lalu menyiapkan makanan ke mulutnya. Makanan yang di masukkan ke dalam mulutnya terasa pahit, mungkin karena susana hatinya yang sedang kacau.


Hanya dua suap dia memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


Setelah makan, dia masuk ke kamar mandi untuk bersih - bersih. Setelah bersih - bersih Laras kembali membaringkan tubuhnya. Badannya terasa lebih segar dia memejamkan matanya hingga benar - benar tertidur pulas.

__ADS_1


Menjelang tengah malam, kamar Laras di buka seseorang, dia lalu mendudukkan tubuhnya di pinggir ranjang. Dia adalah Indrawan.


"Jangan pernah menangis lagi sayang, hatiku sakit melihat kamu seperti ini. Aku janji akan membahagiakanmu." Batinnya.


Cup..


Dia mengecup bibir Laras sambil tersenyum.


"Tidur yang nyenyak sayang..." ucapnya lirih


Dia lantas kembali ke kamar setelah memastikan Laras tertidur dengan pulas.


Paginya setelah mandi Laras merasakan tubuhnya segar dan penatnya hilang. Dia meminta bibi untuk mengantarkan makanannya ke kamar, jujur dia sangat malas untuk turun dan sarapan, dia males jika harus bertemu dengan mamihnya, yang memasang muka masam ke dirinya seperti yang sudah - sudah. Sekarang dia paham kenapa mamihnya berubah belakangan ini, dan yang paling membuat dia sedih jika mamihnya memanggap dirinya pembawa sial. Dia menghela nafas, tak terasa air matanya kembali turun.


Maaf ya authoooor telat update.... jangan lupa like yaaaaaa

__ADS_1


__ADS_2