Menikah dengan Ayah Angkatku

Menikah dengan Ayah Angkatku
Nafkah Lahir


__ADS_3

Mendengar semua penuturan Andre Sofia membalikkan badannya dia langsung memeluk Andre, sambil menangis.


"Maaf, maaf baaaang. Tapi sekarang nasibku gimana? " Tanya Sofia


"Abang akan memperjuangkan hubungan kita de, kita bisa menikah karena antara kita tidak ada hubungan darah, Abang dan Sofi hanya anak angkat. Walau mungkin akan ada sedikit kendala tapi Abang yakin kalo kita serius dan mau berjuang akan berhasil. Kamu cuma harus bersabar dulu, sampe Abang lulus kuliah ambil spesialis jantung ini." Ucap Andre


"Makasih ya bang." Ucap Sofia


"Fi, Abang minta mulai sekarang kalau butuh apapun minta ke Abang, jangan ke orang lain. Kalau mommy sekira nya transfer uang kurang minta lah sama Abang." Ucap Andre


"Gak usah bang, uang dari mommy selalu cukup." Jawab Sofia


"Ya udah, gini aja Abang akan transfer tiap bulannya gaji Abang di RS biar kamu yang pegang gaji abang mulai sekarang, iting -itung nafkah Abang ke kamu de." Jawab Andre


"Bang kan gajinua gede, kalau di transfer semua gimana biaya hidup Abang, Ama biaya kuliah Abang sekarang kan semenjak Abang jadi dokter mommy gak pernah transfer abang?" Tanya Sofia

__ADS_1


"Hei cantik, yang Abang kasih itu uang gaji sayang, kan masih ada hasil pembagian saham, hasil buka praktek abang di klinik dan hasil dari apotek Abang gak akan miskin hanya karena gaji Abang di transfer semua ke kamu." Ucap Andre sambil mencubit hidung kecil Sofia


Sofia menatap wajah Andre dengan seksama.


"Sebanyak itu penghasilannya, kenapa selama ini pelit sekali sih, gak pernah ngasih uang buat jajan Sofi, kalau minta baru di kasih." Jawab Sofia


Andre terkekeh sambil mencium kening Sofia dengan lembut.


"Semuanya punya kamu fi, Abang bukan gak mau ngasih uang ke kamu, tapi Abang yakin mommy cukup ngasih uang ke kamu. Abang fokus membangun usaha dan kuliah spesialis seperti pinta Daddy, Abang lakukan ini semua untuk masa depan kami fi, kamu juga masih sekolah kalau terlalu banyak uang takutnya lupa diri. Ingat sayang kita tuh harapan Mommy dan Daddy, jangan sampai mengecewakan mereka." Ucap Andre


Andre merengkuh Sofia yang 10 tahun lebih muda darinya.


"Bobo lagi de, di luar hujan masih dini hari ini." ucap Andre


Dan mereka pun terlelap kembali ke alam mimpi masing - masing.

__ADS_1


Paginya di apartemen Indrawan, Laras sedang menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.


"Sarapan apa nih sayang?" tanya Indrawan


"Sandwich pih, abis aku bingung mau bikin apa, kan gak bisa masak." Jawab Laras sambil nyengir.


"Gapapa sayang, papih udah seneng di sediain juga. Makasih kesayangan papih." Jawab Indrawan sambil mengecup bibir Laras.


Dan mereka pun sarapan bareng sebelum berangkat ke tujuan masing -masing, Indrawan ke kantor Laras ke sekolah dengan di antar oleh supir Indrawan. Mereka satu mobil.


Sementara itu di rumah Andre, sudah siap dengan baju kerjanya, hari ini dia masuk pagi. Ada beberapa operasi yang harus di tanganinya. Andre menghampiri Sofia yang yang masih tidur di balik selimut.


"De abang kertja dulu ya, nanti siang Abang pulang, sorenya Abang baru kuliah. Gak usah sekolah dulu ya, udah Abang bikinin surat izin keterangan sakit dan Abang akan antarkan ke sekolah kamu. Nanti Abang akan minta bibi antar sarapan ke kamar ya." Ucap Andre sambil mengelus kepala Sofia.


"Iya bang, Sofia masih ngantuk bang." Ucap Sofia

__ADS_1


"Ya udah bobo lagi, Abang berangkat ya." ucap Andre sambil mengecup puncak kepala Sofia.


__ADS_2