Menikah dengan Ayah Angkatku

Menikah dengan Ayah Angkatku
Bertemu 2


__ADS_3

Setelah melewati serangkaian pemeriksaan, akhirnya Indrawan bisa mendonorkan darah untuk buah hatinya. Sekarang kondisi baby Gabriel sudah berangsur pulih. Dia kini sudah di pindahkan ke ruang inap.


Laras dan Gabriel di pindahkan ke ruangan ibu dan anak, mereka menjadi satu ruangan, mengingat baby Gabriel masih balita dan minum asi. Walau keadaan orang yang di sayangnya sedang tidak baik - baik saja. Tapi Indrawan senang akhirnya dia bisa bertemu dengan orang yang disayanginya.


Airmatanya mengalir melihat anaknya yang sedang menyusu kepada Laras, dengan tangan yang di infus dan dahi di plester. Seandainya saja bisa di tukar ingin rasanya biar dia saja yang menggantikan sakit mereka. Laras menoleh ke arah Indrawan.


"Piiih...." Ucapnya


"Iya sayang, kenapa?" Ucapnya sambil mengusap kepala Laras.


"Makasih udah mau dateng." Ucapnya


"Ngomong apa sayang, papih kangen banget sama kalian. Kenapa gak bilang kalau hamil heeem.... Pasti berat ya, menjalaninya seorang diri. Maafin papih yang egois. Dan terimakasih sudah mau membesarkan anak kita. " Ucap Indrawan tulus. Hingga detik ini bertemu mereka belum ngobrol banyak, karena sibuk dengan kondisi Gabriel. Bahkan sampai detik ini Indrawan belum tahu nama lengkap anaknya dan kenapa bisa sampai kecelakaan.


Cekleeeeek

__ADS_1


Laraaaaaas


Ucap Bu Meisya sambil berjalan ke arah blankar. Dia menangis sambil memeluk Laras dengan erat. Indrawan mengambil Gabriel dari pangkuan Laras, dia memberi ruang antara ibu dan anak serta adik - adik Laras untuk menumpahkan kerinduannya.


"Ibu maafin Laras, Laras banyak salah, maaf sudah buat ibu kecewa." Ucap Laras di sela tangisannya


"Ibu gak pernah merasa di kecewakan nak, kamu anak yang baik. Ibu senang kamu dan anak kamu baik - baik saja. " Ucap ibu Meisya


Mereka berpelukan sambil menangis. Sementara Indrawan menimang - nimang anaknya, dia terus menciuminya, Gabriel menatap Indrawan dia lalu tersenyum. Indrawan terus menciumi bayinya betapa gemasnya anaknya. Setelah puas berpelukan ibu Meisya beralih ke anak yang sedang di gendong Indrawan, indrawan mengerti dia lalu memberikan bayinya ke pada ibu Meisya.


" Iya ish meni lucu pisan si Dede teh, namanya siapa teh?" Tanya adik bungsu Laras


"Gabriel.... Gabriel Indrawan... " Jawab Laras sambil melirik ke arah Indrawan


Sementara yang di lirik tersenyum mendengar Laras menyebutkan nama lengkap anaknya, dia senang Laras menyematkan namanya di putranya.

__ADS_1


"Nama yang bagus, cocok dengan anaknya yang ganteng. Selama ini rewel gak?" Tanya Bu Meisya lagi


"Gak bu, dari semenjak hamil dia gak rewel, pas lahir anteng banget paling rewel kalau habis di imunisasi saja. Mungkin ngertiin Mamihnya Bu, yang ngerawat seorang diri." Ucap Laras


Kontan Indrawan merasa tercubit mendengar ucapan dari Laras, seandainya saja dulu dia tidak termakan ucapan pak Rusdy mungkin sudah hidup bahagia sekarang sama Laras.


"Dede pinter ya, sehat selalu ya de... jangan sakit. Emak doain semoga Dede sehat selalu, panjang umur, dan juga banyak rezekynya." Ucap Bu Meisya


Serentak menjawab Aamiiin.


Mereka duduk berkeliling di blankar Gabriel memperhatikan bayi lucu yang sedang menatap mereka, matanya sayu seolah mengatakan kalau dia ngantuk.


"Mih nyen... nyen mih..." Ucap Gabriel sambil matanya kesana kemari mencari ibunya.


"Bu dedenya haus mau nen, tolong bawa kesini." Ucap Laras

__ADS_1


Indrawan bangkit, dia langsung membawa Gabriel ke pangkuan Laras, sedangkan Laras dan Bu Meisya saling lirik hingga akhirnya Bu Meisya tersenyum geli.


__ADS_2