
Pagi itu Laras dan Indrawan di bangunkan oleh buah hati mereka. Indrawan begitu antusias mendengar anaknya menangis, dia lalu menggendongnya.
"Mungkin popoknya penuh piiiih." Ucap Laras lirih
"Sayang... anak papih ganteng, kita ganti dulu diapers nya ya.." Ucapnya
Dia lalu meletakkan kembali babi Gabriel ke kasur, lalu mengambil diapers. Sementara baby Gabriel duduk di kasur sambil memperhatikan Mamihnya yang asyik tiduran.
"Apaan deee liatin mamih?" Ucap Laras sambil meledek ke anaknya
"Sekarang biar papih ganti diapersnya dulu ya." Ucap Indrawan
"Pih.... pih.... " Ucap Gabriel
"Iya ini papih... " Jawab Indrawan sambil tersenyum
Laras memperhatikan interaksi ayah dan anak tersebut, ada perasaan yang menghangat saat melihat anaknya dan Indrawan saling berinteraksi.
"Piiih diapersnya kebalik itu." Ucap Laras
" Eh kebalik ya, hahahahahaha papih gak tahu sayang, ini pertama kalinya papih memegang bayi." Ucap Indrawan
" Ini termasuk udah gede piiiih, kebangetan kalau sampai papih gak bisa ngerawat nya, aku dulu pertama kali megang bayi masih belum bisa apa - apa Dede, Ampe mandiin aja aku di ajarin Ama bibi Gayatri, mau nenenin juga susah, mana kalau malem suka nangis kejer kalau Asinya kurang." Ucap Laras
__ADS_1
"Tapi seiring berjalannya waktu, akhirnya aku bisa juga. Heeee " Ucap Laras lagi Tanpa tahu, Indrawan sedikit tercubit karena ucapannya.
Pagi itu Indrawan menyuapi Gabriel dan Laras makanan yang di sediakan oleh RS, setelah selesai kemudian baby Gabriel di lap oleh Indrawan serta Laras di tuntun ke kamar mandi untuk mandi. Indrawan benar benar telaten merawat mereka.
Tok tok terdengar suara pintu di ketuk dari luar, Indrawan bergegas ke arah pintu untuk membuka pintu.
"Laraaaas." Ternyata yang datang Sofia dan Andre
"Fia...." Ucap Laras
"Lo kemana aja kenapa gak kabur ke gw aja, Lo udah gak nganggap gw sodara ya, gw kesana kemari nyariin Lo huhuhuu mana lo lagi hamil lagi huhuhuhu." Ucap Sofia sambil menangis berpelukan sama Laras
"Iyaaa... maafin gw ya fia, gw buntu waktu itu. Gw takut gelap mata dan gugurin anak gw makanya gw butuh ketenangan." Jawab Laras
"Udah de... seharusnya seneng dong bertemu Laras, jangan menangis." Ucap Andre sambil mengusap punggung adek labilnya
Sofia pun melepaskan pelukannya dari Laras, dia lalu beralih ke arah baby Gabriel yang sedang duduk dengan tangan di infus menatap ke arah mereka dengan raut wajah sedih seolah ikut sedih karena mereka.
"Ini anak Lo kan?" Tanya Sofia ke Laras
"Iya Fi, namanya Gabriel." Ucap Laras dengan suara segukan
" Ganteng banget, sini onty gendong." Ucap Sofia
__ADS_1
"Jangan.... jangan please jangan, Lo pasti belum bisa." Ucap Laras
"Hah, Lo aja bisa pasti gw bisa juga lah, Lo lupa kalau kita seumuran?" ucap Sofia
"Masalahnya kalau gw udah biasa oon, Lo kan baru megang bayi." Ucap Laras
"Ini udah gede kali, udah duduk juga, please deh baru bertemu jangan ngajak gw tawuran." Ucap Sofia, padahal baru bertemu tapi sifat barbar mereka muncul kalau udah bareng.
" Hati - hati tapi... ," Ucap Laras pasrah
Sofia pun mendekati baby Gabriel lalu berusaha untuk menggendongnya.
"Ganteng yu gendong onty, cepet sehat ya sayang nanti onty beliin mainan yang buaaanyak.." Ucap Sofia sambil menggendong baby Gabriel dengan hati - hati.
Saat mereka asyik ngobrol tak lama ibu dan adik - adik Laras datang membawa makanan, untuk Indrawan. Sofia dan Andre yang memang sudah kenal dengan ibunya Laras bersalaman dan mengobrol. Menjelang sore hari bibi Gayatri pun datang ke rumah sakit membawa puding kesukaan Gabriel dan makanan yang cukup banyak untuk mereka makan siang.
Laras mengenalkan bibi Gayatri kepada semuanya, tetapi dia tidak menyebutkan namanya. Laras hanya berkata kalau wanita di depannya adalah orang yang telah mengurusnya selama dia kabur, Indrawan langsung memeluk Bu Gayatri dan mengucapkan terima kasih sambil terisak. Dia berhutang Budi pada wanita setengah tua di pelukannya. Jika Indrawan langsung memeluk lain halnya dengan bu Meisya, entah kenapa dia seolah kenal dengan sosok wanita itu, tapi dimana dan kapan. Mata lentik itu mengingatkan akan mendiang ibu kandungnya yang sudah meninggal saat usianya 12 tahun. Setelah berpelukan ibu Gayatri menyalami semuanya, saat bersalaman dengan Bu Meisya reaksi Bu Gayatri agak berbeda, tapi dia hanya menatapnya sebentar, tak sopan rasanya jika dia memperhatikan wajah orang lama - lama di depan orangnya langsung.
Kira - kira ada kejutan apa yaaaaa
Haloo readers tercinta terimakasih banyak ya, ... jangan lupa tetap tinggalkan vote dan like nya ya...
Author juga mau minta dukungannya di karya author yang baru ni...
__ADS_1