Menikah dengan Ayah Angkatku

Menikah dengan Ayah Angkatku
Menemui Ibu


__ADS_3

Pagi harinya setelah selesai mandi Laras turun untuk sarapan, hatinya sudah lumayan lega. Di meja makan sudah ada papih sedang menikmati sarapan dan sudah rapi dengan balutan baju kerjanya. Dia tersenyum sambil berkata.


"Sarapan sayang, papih sengaja minta mbo Imah buat masak makanan kesukaan kamu. Nasi goreng seafood." papihnya berkata.


"Iya pih." Laras langsung duduk di samping papihnya terus mengambil piring dan memasukan nasi ke dalam piringnya.


"Pih, boleh gak aku ke rumah Ibu. Sudah lama gak bertemu ibu, mumpung libur setelah kelulusan pih." Laras berkata sambil mendongakkan kepalanya ke arah papihnya.


Indrawan tampak menolehkan kepalanya, lalu menghela nafas, seolah tak rela jiga gadis kecilnya itu pergi untuk menemui ibu kandungnya.


"Nginap? " Tanya Indrawan


"Nggak pih, janji gak nginep. Tapi mau sekalian ziarah ke makam bapak, mungkin pulangnya agak maleman. Boleh ya?" pinta Laras


"Boleh, asal di antar supir. Dan langsung pulang ke rumah kalo udah selesai." Jawab Indrawan


"Beli makanan sama jajanan, buat adik-adik kamu ya sayang, biar supir sekalian antar belinya. Uangnya nanti papih transfer ke rekening kamu, sekalian papih titip sedikit uang buat ibu dan adik-adik kamu. Sampaikan salam papih buat ibu kamu." Tambahnya lagi

__ADS_1


"Makasih papih sayaaang". Kata Laras sambil berdiri.


Cup cup... dia memberikan kecupan ke pipi kiri dan kanan papihnya.


deg


Indrawan terkesima dengan apa yang di lakukan anaknya. Terlihat seutas senyum di bibirnya.


"Pih mamih gak pulang lagi ya?. Tanya Laras


"Tidak sayang, mungkin banyak kerjaan."Jawabnya seraya memalingkan muka. Menghindar dari tatapan Laras, dia takut pipinya yang merah merona kelihatan anak gadisnya. Takut Laras curiga, dan bertanya kenapa.


Di perjalanan menuju perusahaan miliknya tak henti-hentinya Indrawan mengusap kedua pipinya sambil tersenyum.


Kembali ke rumah, sepeninggal papihnya Laras secepatnya menghabiskan sarapannya. Setelah selesai dia ganti pakaian dan siap- siap untuk menemui ibu kandungnya. Semenjak di adopsi oleh keluarga Indrawan dia hanya sesekali pulang ke rumah ibunya. Padahal jarak dari kediaman Indrawan ke rumah ibunya hanya sekitar 4 sampai 5 jam.


Menjelang siang dia sampai di Kota Kelahirannya, kota yang sejuk. Setelah sekitar 3 Tahun yang lalu dia tidak bertemu ibu dan adik -adiknya kini ia kembali ke kota kelahirannya lagi.

__ADS_1


Mobil memasuki wilayah perkampungan, yah ibunya bukan orang kota. Dia tinggal di perkampungan. Tapi walaupun kampung, bukan berarti kumuh. Kampungnya sejuk dan bersih. Orang sekitar juga ramah - ramah.


Mobil berhenti di sebuah gang kecil, saking kecilnya mobilnya bahkan tak bisa masuk pekarangan rumahnya. Setiap pulang pasti dia akan menyimpan mobil di jalan raya, dekat gang menuju rumahnya.


Laras turun sambil membawa tentengan makanan dan jajanan, untuk keluarganya.


Sang supir dengan sigap membantu membawa barang yang ada di tangan nona kecilnya.


Mereka berjalan beriringan menuju sebuah rumah, diujung gang tersebut.


"Ibu.., Ibu.., Laras datang Bu." Laras berteriak di depan pintu rumah ibunya.


ceklek pintu terbuka


"Kak Laraaaaaas… ka Laras aku kangen kakak." Sandi adik laki - lakinya berhambur ke pelukannya. Dari dalam Ibu dan kedua adik lainnya pun ikut memeluk Laras.


Merekapun berpelukan melepas rindu, setelah sekian tahun tak bertemu akhirnya Laras bisa bertemu dengan keluarga kandungnya.

__ADS_1


Setelah melepas rindu, ibu mengajak Laras untuk masuk ke dalam rumah. Laras mengelilingi rumah peninggalan Almarhum Bapaknya. Rumahnya memang kecil dan sederhana tidak berubah seperti waktu dia masih tinggal di sana. Rumah dengan berjuta kenangan, dan penuh kehangatan. Berbeda dengan rumahnya yang sekarang


__ADS_2