
Setelah kepulangan Sofia, Laras membersihkan tubuhnya, dan Indrawan menyiapkan makanan yang di belinya. Karena malam mulai beranjak. Semenjak tinggal di apartemen dirinya juga ikut serta mengerjakan kerjaan rumah, walau jarang.
Setelah Laras selesai gantian dirinya yang mandi. Setelah sama - sama bersih mereka makan malam. Tampak di depan meja telah tersedia makanan yang di beli oleh Indrawan.
"Waah menunya sate dan Sop Kambing khas Tegal niiih". Ucap Laras sambil duduk di meja makan.
Indrawan ikut duduk di meja makan, dia menuangkan teh di gelas. Tercium aroma teh yaabg wangi.
"Makan yang banyak sayang, biar gak kurus". kaya Indrawan sambil menyuapkan makanan ke mulutnya
"Ish papih tar gendut lagi". jawab Laras
"Berisi sedikit gak apa - apa sayang, biar tambah seksinya". Ucap Indrawan
"Nanti papih makin cinta Ama Laras". Ucap Laras sambil mengedipkan matanya
__ADS_1
"Gadis papih udah mulai nakal ni". Jawab Indrawan sambil mengelus pipi Laras
"Papih ini yang ngajarin nakal" Jawab Laras
"Nakalnya khusus buat papih aja ya". Bisik Indrawan
Laras menggangguk sambil meniup SOP kambing yang panas.
"Piiih besok weekand papih kerja lembur lagi gak?" tanya Laras
"Siaaaap bos." Ucap Laras
Selesai makan, Laras membawa piring dan gelas kotor untuk di cuci sementara Indrawan membereskan meja dan melapnya dari sisa makanan yang mereka makan.
Selesai beres - beres keduanya masuk kamar. Mereka duduk di sofa dan Laras merebahkan kepalanya di pangkuan Indrawan. Seperti biasa mereka nonton beberapa film sebelum tidur.
"Sayang tadi teman kamu rumahnya jauh gak dari sini? kalau dekat suruh dia nemenin kamu kalau papih lagi kerja biar ada teman". Kata Indrawan sambil mengusap rambut Laras yang tiduran di atas pahanya
__ADS_1
"Gak jauh banget sih piiih, tepatnya sih gak tau karena Laras belum pernah main ke rumahnya, tapi daerahnya sih dekat dengan kantor papih. Kalau dari sini ya setengah jam an kalau gak macet." kata Laras
Mereka nonton hingga malam mulai larut, terdengar dengkuran halus pertanda Laras sudah tidur.
Indrawan mematikan televisi, dia lalu mengangkat Laras dan memindahkannya ke ranjangnya.
Lampu kamar di ganti dengan lampu yang temaram. Dia naik ke atas ranjang dan menyingkap selimut yang tadi di pakai untuk menyelimuti Laras. Dia tersenyum melihat tubuh seksi Laras. Seperti perintahnya Laras memakai pakaian minim jika di rumah, dia memakai tanktop dan celana yang minim sekali sehingga terekspos paha putih dan mulus.
Dia menutup kembali tubuh Laras dengan selimut, membungkukkan tubuhnya mengecup lalu sedikit menyesap bibir Laras. Dia merebahkan tubuhnya di samping Laras dan memeluknya serta mengecup keningnya.
"Aku tak sanggup jika sampai berpisah dari Laras, tapi memilikinya juga seperti nya tak mungkin. Apa kata Bu Aisyah jika aku yang di anggap pengganti ayahnya malah mempunyai hubungan dengan Laras."Batin Indrawan
Menjelang tengah malam Indrawan belum juga bisa memejamkan matanya, dia kini bingung makanan yang dia beli sepertinya meningkatkan sesuatu yang sudah lama tidak tersalurkan.
Dia membuka selimutnya dan bangun lalu berjalan ke arah jendela. Pemandangan kota Jakarta di malam hari sungguh indah.
like yaaaaaa
__ADS_1