
Dokter Mita, menatap Indrawan lalu menghela nafas dengan berat.
"Kurang lebih sebulan yang lalu Laras datang kesini untuk memastikan benar tidaknya hamil, dia terlihat depresi saat itu, dia waktu berniat untuk menggugurkan kandungannya." Ucap Dokter Mita
Indrawan membulatkan matanya, dia kaget mendengar penuturan dokter Mita.
"Apa? jadi... jadi maksud dokter Laras menggugurkan kandungan begitu? Tanya Indrawan dengan suara terbata - bata
"Awalnya mungkin iya, dia berpikir seperti itu ingin menggugurkan kandungannya jujur waktu itu saya berpikir kalau dia hamil oleh teman sebayanya, makannya waktu itu saya menyuruh Laras lebih tepatnya mengingatkan Laras untuk tidak gegabah dalam mengambil tindakan karena itu akan beresiko terhadap dirinya. Mengugurkan kandungan di usia yang relatif muda. Apalagi tanpa dukungan medis." ucap dokter Mita
Tiba tiba Indrawan menangis tersedu - sedu, badannya lemas. Ternyata banyak yang dia tak tahu karena ulahnya. Dia benar - benar merutuki kebodohannya. Hampir saja Laras menggugurkan buah hatinya, yang selama ini dia tunggu - tunggu.
"Lalu dimana sekarang Laras dokter, tolong saya mau bertemu dengan dia. Ucap Indrawan
__ADS_1
"Saya tak tahu." Ucap dokter Mita
Dia sebenarnya kasihan melihat orang dewasa di depannyaa seperti itu. Tapi dia yakin kepergian Laras pasti ada sebabnya, dia tak ingin Laras depresi kembali atas jawabannya. Ada satu ganjalan di hati dokter Mita, kenapa orang di depannya ini bisa sampai menghamili anak usia remaja, ada unsur yang dia curigai, apa mungkin Laras korban, Batinnya. Dia tidak mau gegabah memberikan jawaban.
"Dia cuma minta tolong ke saya kalau dia akan pergi ke saudara jauhnya, dia meminta saya untuk mencari orang yang butuh rumah. Dia bilang akan menjual rumah pemberian orang tuanya. " Ucap dokter Mita
Sirna sudah harapan Indrawan mendengar ucapan dokter Mita, dia sekarang bingung mau cari kemana lagi Laras.
"Saya gak tahu anda jujur apa tidak, tapi tolong hubungi saya jika Laras menghubungi Anda, ini kartu nama saya, dan bilang kalau saya mencarinya." Ucap Indrawan lemah
Selama di dalam perjalanan Indrawan terus menangis tersedu-sedu dia memutuskan untuk pulang ke apartemen. Dia takut kalau misalnya Laras benar-benar nekat sampai menggugurkan kandungannya seandainya waktu bisa dia kembalikan dia akan memeluk erat Laras yang sedang depresi saat itu.
##
__ADS_1
Keesokan harinya Andre menemui dokter mitra entah kenapa mendengar cerita dari Indrawan malam tadi dia curiga dokter Mita menyembunyikan sesuatu.
"Halo dok, bisa bicara sebentar." Ucap Andre ramah.
"Eh iya dok... ada angin apa nih sampe bisa datang ke ruangan saya." Ucap dokter Mita. Dia kaget kedatangan anak pemilik Rumah Sakit tempat dia kerjanya. Karena merasa kurang begitu dekat. Walau sama - sama bekerja sebagai dokter.
"Hehehehe mau ada yang di bicarakan ssbentar." Ucap Andre
"Silahkan pak, saya nyantai ko, praktek baru selesai. " Ucap Mita
"Gini dok kemarin ada orang yang bernama Indrawan ya nyari Laras?" Tanya Andre
"Loh bapak juga kena Laras? Dokter Mita kaget
__ADS_1
"Iya jadi Laras itu adalah temannya Sofia adik saya, dan yang menyarankan untuk datang ke obgyn itu ya saya, waktu itu sempat tes kehamilan dan ternyata dia positif saya menyarankan dia untuk datang ke rumah sakit cek secara langsung ke dokter obgyn tapi saya nggak tahu kalau ternyata yang dia datangi itu rumah sakit ini dan bertemu dengan dokter." Ucap Andre