Menikah dengan Ayah Angkatku

Menikah dengan Ayah Angkatku
Menemukan Ide


__ADS_3

Pagi itu di suatu desa yang sejuk, Laras sedang duduk menikmati tehnya. Sudah 3 hari Laras di desa tersebut, dari awal datang dia sudah jatuh cinta dengan desa tersebut. Hawanya yang dingin, udaranya yang sejuk membuat dia betah tinggal disana. Dokter Mita sudah kembali lagi ke ibukota. Dia hanya dua hari tinggal di desa tersebut, karena tugas penting sudah menunggunya.


Laras duduk termenung mau gimana dia kedepannya. Tak mungkin dia berdiam diri seperti itu terus. Uang tabungannya bisa habis bila dia tidak memikirkan caranya mendapatkan uang. Merasa buntu akhirnya Laras mencoba untuk keluar melihat peluang apa yang bisa di jadikannya tempat usaha. Dia ke dalam untuk mengambil jaket dan pamitan sama Bu Gayatri, bibinya dokter Mita.


"Bi, maaf ya Laras mau keluar sebentar mau nyari keliling sekitar sini. Bolehkan?" Tanya Laras


"Iya neng boleh pisan, udara sejuk dan segar teh cocok untuk ibu hamil. Pagi - Pagi harus ada aktivitas biar tidak carangkeul." Kata ibu Gayatri sambil tersenyum.


"Saya pamit ya Bu.. " ucap Laras


"Neng jangan jauh - jauh yah, nanti neng teh nyasar, Kalau lupa jalan pulang neng teh tanya saja nama ibu, orang sini pada tahu." Ucap Ibu gayatri lagi


"Iya ibu, Laras pamit ya." Ucap Laras sambil keluar

__ADS_1


Kurang lebih setengah jam Laras keliling di desa tersebut, yang awalnya pakai jaket dia langsung membuka jaketnya karena gerah. Dia mencari warung untuk beli minum. Ia pun menemukan sebuah kedai minuman lalu duduk dan memesan minum.


"Ibu jual es nutri s*ri? Tanya Laras


"Gak ada neng, masih pagi gak ada es, paling nutri s*ri anget jualnya." Sambil tersenyum


"Iya boleh bu, 1 ya di gelas." Jawab Laras


"Mangga neng, pagi - pagi Disni mah gak ada orang jual es neng cuaca dingin gini mah. siang juga es jarang laku, apalagi pagi neng." Ucap ibu kedai


"Bu di sini adanya warung kecil itu pun nggak banyak kalau mau tanya warung yang agak besaran di mana ya yang menyediakan kebutuhan kayak sembako terus juga kebutuhan alat rumah tangga lainnya?" Tanya Laras


"oh di sini nggak ada neng paling kalau mau yang lengkap itu ya ke pasar." Jawab ibu kedai

__ADS_1


"Pasarnya jauh nggak Bu?" Tanya Laras lagi


"Pasarnya lumayan neng mungkin sekitar 45 menitan dari sini." Jawab ibu kedai sambil menggoreng


"Wah lumayan jauh ya Bu." Ucap Laras lagi


"Iya neng mangkanya orang di sini biasanya kalau pergi itu sekalian pada belanja neng biar ngirit ongkos." ibu kedai berkata sambil tangannya terus bekerja membolak balik gorengan


Laras hanya menganggukkan kepalanya, sepertinya dia sudah mendapat ide untuk buka usaha.


Setelah meneguk minumannya, Laras pun membayar, dia juga membeli beberapa gorengan dan cemilan untuk dirinya dan Bu Gayatri.


Sampai di rumah dia tidak menemukan ibu Gayatri, mungkin sudah pergi ke sawah. Karena keseharian Bu Gayatri memang kerja di sawah.

__ADS_1


Sementara itu Laras masuk lalu mandi, dia mengusap perutnya yang masih rata, tersenyum semenjak dia ke desa itu utunnya gak pernah rewel. Gak pernah mual dan sakit kepala lagi sama seperti di kota. Mungkin anaknya mengerti keadaan ibunya batinnya Laras.


__ADS_2