
Setelah mendengar uacapan Sofia tadi sore, Andre merenung. Dia juga sekarang mulai curiga, tapi dia bingung dari mana di harus mencari info. Tiba - tiba dia ingat kalau Laras menjual rumah, untuk ukuran gadis seusianya menjual aset ko bisa secepat itu batinnya.
Mungkin dia harus datangi pembeli rumah itu belinya dari siapa dari Laras langsung apa dari pihak kedua.
Andre terus memikirkan bagaimana baiknya dia membujuk Indrawan agar bisa bangkit. Sehingga bisa mencari Laras tidak dengan kondisi saat ini. Yang benar - benar terpuruk. Dia mengerti dengan keadaan Indrawan pasti penyesalan yang teramat dalam menghantui terus dirinya. Laras pergi dengan kondisi sedang berbadan dua, selama ini Indrawan sangat mendambakan anak saat pernikahannya dengan Ismaya. Tapi karena kecerobohannya hingga akhirnya Laras pergi. Tak lama terdengar dengkuran halus Andre, mungkin sudah cape memikirkan keadaan Indrawan dan Laras hingga tubuh dan matanya meminta hak untuk istirahat.
#
Pagi itu Indrawan bangun dengan sedikit sempoyongan, badannya benar - benar tidak ada tenaga. Otaknya sudah buntu, harus kemana dia mencari Laras.
Saat sedang meringkuk bel apartemennya berbunyi, dia dengan malas membuka pintu apartemennya.
__ADS_1
Dia kaget saat membukakan pintu ternyata yang datang polisi, dia membawa surat perintah untuk menangkap Indrawan atas kasus penganiayaan dan juga penipuan.
Tanpa daya dia ikut ke kantor polisi. Sebelumnya dia menelepon Andre dan juga pengacaranya.
Sementara Andre dia kaget saat mendapat telepon kalau Indrawan di tangkap, tapi dia tidak bisa langsung ke kantor polisi, dia ada operasi pagi ini. Sehabis kerja dia berencana akan ke kantor polisi.
#
Di sebuah desa, Laras sedang sibuk menata belanjaannya, dia baru saja membuka tokonya. Bibi Gayatri sekarang tidak lagi kerja di sawah orang lain, sekarang dia membantu Laras di tokonya. Toko yang baru buka seminggu itu sudah lumayan ramai, karena Laras menjual berbagai macam kebutuhan pokok dan juga alat rumah tangga lainnya. Bahkan sesuai anjuran para tetangga Laras juga menjual bahan - bahan dan alat - alat pertanian karena mayoritas orang di situ petani. Sehingga mereka tidak jauh untuk membeli kebutuhannya.
" Neng kayanya tidak enak badan ya, biar bibi aja atuh yang jaga warung teh, neng mah tiduran saja di bale, nanti bibi tanyakan harga yang bibi tak tahu." Ucapnya
__ADS_1
"Kenapa ya bi, hati Laras deg - degan terus, pikiran Laras juga gak enak banget. Ada apa ya?" Tanya Laras
"Mungkin nengnya lagi cape kali, jangan kosong neng pikirannya gak baik, apalagi lagi hamil. " Ucap Bu Gayatri
Laras menganggukan kepalanya, dia lalu rebahan di atas dipan yang di kasih kasir busa, sengaja dia menyiapkan ranjang kecil di tokonya supaya memudahkan dia untuk istirahat. Mengingat dia sedang hamil biar tidak harus bolak balik antara warung dan rumah.
Pandangannya menerawang, entah kenapa sejak bangun tidur fikirnnya teringat Iindrawan, di tambah juga dengan kondisi perutnya yang gak enakan seolah - olah pertanda tidak baik.
#
"Om jangan kaya gini, om harus semangat. Kalau om seperti ini berarti om gak sayang Ama Laras dan calon buah hati kalian. Om haris bangkit, harus kuat. Laras sedang butuh om." Ucap Andre saat melihat keadaan Indrawan di kantor polisi.
__ADS_1
Ada asisten Indrawan bernama Haris dan Meta sekertaris Indrawan. Mereka bertiga sangat khawatir mendengar keadaan Indrawan yang makin drop di penjara. Saat di telpon sama pengacara Indrawan mereka bertiga langsung ke kantor polisi.
"Kalau om terus seperti ini, kasian Laras sama utunnya, bangkit dan sehatlah om. Lawan om, berikan bukti yang akurat kalau om gak bersalah. Ucap Andre