Menikah dengan Ayah Angkatku

Menikah dengan Ayah Angkatku
Sayang Yang Tak Biasa


__ADS_3

Setelah mandi dan ganti baju Indrawan keluar kamar menuju kamar gadis kecilnya.


"Sayaaaang, papih boleh masuk."


"Sayaaaang... Laras sayaaaang". Hening tak ada jawaban.


Ceklek.. Indrawan membuka kamar anak gadisnya yang ternyata gak terkunci.


Ia menghampiri ranjang anaknya, Laras tidur di bawah selimut dengan masih mengenakan baju sekolahnya. Ia duduk di pinggir ranjang, memandang wajah Laras dan mengusap wajahnya yang tampak sembab, karena menangis.


Menatap wajah cantik gadis kecilnya, dia menunduk lalu


Cup... satu kecupan mendarat di bibir ranum gadis kecilnya.


Ia mengusap bibir ranum itu yang membuat candu tersendiri untuknya. Akhir-akhir ini gadis kecil itu selalu menjadi penghibur dirinya dikala sedang cape atau juga suntuk. Dan beberapa bulan terakhir dia diam - diam selalu memberikan kecupan singkat di bibir gadis kecilnya.


Dia sadar ada yang salah dengan perasaanya, tapi dia tak bisa memungkiri bahwa dia akan merasa tenang setelah melihat wajah cantik gadisnya. Wajahnya yang damai membuat dia semakin tergila-gila.

__ADS_1


"Sayang... bangun mandi terus makan." Indrawan membangunkan anaknya sambil menggoyangkan tubuh anaknya.


"Ehhhhhhh... " Laras menggeliat


"Bangun sayang bersih bersih dulu, ganti baju. Papih tunggu di meja makan ya."


"Iya pih." Ucap Laras


Sepeninggal papihnya Laras duduk sambil merenung, Sejak dia SMP Kelas 1 mamihnya berubah. Entah apa penyebabnya, tapi sang mamih sekarang lebih dingin dan tak peduli lagi seperti dulu. Walaupun mamih sibuk kerja tapi dia selalu menyempatkan waktu untuk Laras menemani jalan atau sekedar makan. Tapi dua tahun ini jangankan jalan atau makan merayakan moment penting pun sudah tidak pernah, seperti merayakan ulang tahunnya atau ulang tahun sang papih.


Dia merasa kesepian di rumah yang sebesar ini, makanya untuk mengusir rasa sepinya dia berkunjung ke kantor papihnya untuk menemani kerja atau lebih tepatnya mengganggu papihnya bekerja.


Dia beranjak menuju kamar mandi, setelah selesai mandi dia turun kebawah menemui papihnya untuk makan.


Tap tap tap Suara langkah kaki Laras, papihnya yang sedang duduk di ruang makan menoleh sambil tersenyum.


"Duduk sayang, kita makan." ucapnya

__ADS_1


"Iya pih". Jawab Laras


Dan mereka menikmati makan malam.


" Rencana mau nerusin dimana sayang? " Indrawan mencoba membuka obrolan.


Laras menoleh sambil geleng kepala.


" Masih bingung pih" jawabnya


"Loh ko masih bingung, kan udah lulus. Masa belum punya referensi sayang." Tukas Indrawan lagi.


"He.. udah ada si, tapi masih bingung pih." Jawabnya


"Cari yang Deket kantor papih aja ya sayang kalo bisa, biar bisa berangkat bareng, terus pulangnya nanti kekantor papih." kata Indrawan


" Iya nanti di usahain ya pih."

__ADS_1


Dan mereka pun kembali menikmati makan malam dengan pemikirannya masing masing hingga selesai.


__ADS_2