
Ketika sampai di ruangan dokter yang memeriksa ternyata dokter menyatakan bahwa dirinya memang sedang hamil kalau tanpa sengaja dia bertanya kepada dokter itu yang bernama Mita
Laras : Dok apa resikonya kalau sampai di gugurkan? ( dengan polos dia bertanya)
Mita : (bengong tak percaya) loh ko nanya seperti itu? ada niat untuk d gugurkan?
Laras : Nanya aja dok.. ( Laras menjawab dengan suara lirih)
Dokter Mita memperhatikan wajah murung Laras. Lalu dia menggenggam tangan Laras.
Mita : Resiko aborsi itu sangat bahaya, umur kami berapa?
Laras : Baru 17 Dok
Dokter Mita shock mendengar jawaban Laras, dia lalu memeriksa data pasien dan ternyata benar usianya baru 17 tahun.
Mita : Apa ini hamil di luar nikah? (Tanya dokter Mita dengan sedikit ragu)
__ADS_1
Laras menganggukan kepalanya.
Dokter Mita lalu menatap wajah Laras dengan sendu ia sangat sedih mendengar jawaban dari Laras kenangan tentang adiknya yang sudah meninggal pun terlintas di benaknya.
"De panggil kakak aja ya, jangan dokter. Jangan pernah berniat untuk aborsi atau mengugurkan janin yang ada di rahim kamu. Resikonya terlalu tinggi beberapa diantaranya 1. Kerusakan rahim termasuk kerusakan leher rahim, perlubangan (perforasi) rahim, dan luka robek pada rahim (laserasi.
Sepsis, Sepsis adalah infeksi bakteri yang masuk ke aliran darah dan berjalan ke seluruh tubuh. Jika semakin parah maka tekanan darah akan menurun sangat rendah.
Infeksi Radang Panggul
Kanker
Pendarahan Hebat
Kematian
__ADS_1
Ucap dokter Mita, dia miris sekali dengan pasien di depannya. Dia menjelaskan kepada wanita remaja di depannya efek dari aborsi agar tidak ada lagi korban seperti adiknya.
Laras menatap wajah dokter di depannya dengan tatapan yang sulit untuk di jelaskan.
"De kamu tahu, kakak punya adik mungkin kalau ada dia sudah lulus kuliah tahun ini. Tapi dia pergi saat dia baru saja usai merayakan sweet seventeen bareng teman - temannya. Dia meninggal, tahu gak kenapa? Dia hamil dan pacarnya tidak mau tanggung jawab. Seminggu sebelum merayakan ulang tahun bareng teman - temannya dia ngurung diri di rumah, kakak yang waktu itu sibuk dengan dunia kakak, hiruk pikuknya dunia perkampusan tidak menyadari kalau adik kesayangan kakak mengurung diri di kamar, sementara mamah yang memang seorang single parent sibuk dengan pekerjaannya tanpa dia ketahui anak bontotnya sedang bermasalah. Hingga akhirnya saat pulang kerumah terkejut karena Lita meregang nyawa dengan bersimbah darah, karena pendarahan. Saat hendak mengugurkan kandungannya. Dengan cara meminum pil penggugur kandungan." Ucap Dokter Mita panjang lebar. Airmatanya banjir mengingat adiknya yang sudah tiada.
Laras merinding mendengar penuturan dari dokter muda di depannya. Di bergidik, jangan sampai aku kaya gitu batinnya.
Mita mengenggam tangan Laras.
"Hubungi kakak jika kamu butuh sesuatu, jangan pernah ada sekali niatan untuk aborsi. Jika memang kamu tak menginginkan anak itu, cukup kamu merawat saat di kandunganmu. Setelah lahir biar dia jadi tanggung jawab kakak. semua kebutuhan kamu kakak yang tanggung. " Ucapnya seraya memeluk Laras yang terlihat seperti orang depresi.
Flash back off
Laras tersadar dari lamunannya dia lalu bergegas menuju kamar mandi, hari ini dia akan menemui dokter Mita.
__ADS_1
Dengan wajah yang sembab Laras keluar dari apartemen menuju ke resto tempat mereka janjian.
Author minta maaf kalau salah meyebutkan tentang efek samping aborsi ya... ilmu othor minim tentang itu. Heeee