
Siang menjelang sore Laras tiba di sebuah rumah uang cukup asri dan mewah, tidak terlalu besar tapi bikin betah suasananya.
Setelah mengetuk pintu dia di suruh masuk sama asisten rumah tersebut. Dia naik tangga untuk ke atas menuju kamar yang di tempati Sofia.
"Fi ini gw Laras boleh masuk gak? tanya nya
"Masuk aja ras, gak di kunci." jawab Sofia
ceklek pintu terbuka dari luar
"Ommooo... kamar pengantin ini, Lo married apa fi? Tanya Laras Ampe celingak celinguk melihat kamar dan tempat tidur yang bertaburan kelopak mawar, serta ranjang yang sedikit acak - acakan.
Sofia duduk di tepi ranjang, dia menatap Laras.
"Habis MP ras." Jawabnya dengan sendu
Laras duduk di atas kasur empuk yang di duduki Sofia.
"Maksud Lo fi?" Tanyanya gak paham
"Gw abis MP ras, MP.. Lo tahu kan singkatan MP?" tanya Sofia agak sedikit kesal
__ADS_1
"Hah maksud Lo abis di jebol?? Gila gila gila yang bener aja Lo? Ama siapa? Uncle Lo itu?Tamu Laras dengan sedikit histeris
"Jangan kenceng - kenceng, temen lucknat gini amat." Jawab Sofia
"Lo tuh diem diem wae, tahu - tahu pengalaman nya bikin ngeri." Ucap Laras
"Kejadian gw dan uncle di rumah ternyata Abang gw tahu fi, dia kemarin pas pulang dari rumah Lo gak nganterin balik, malah kesini. Gw aja gak tahu kalo Abang gw itu punya rumah. Yang gw tahu dia tinggal di apartemen milih kakek yang Deket RS tempatnya bekerja." Ucapnya pelan
Tok tok
"Masuk aja gak di kunci." Ucap Sofia sambil membenarkan selimutnya
ceklek
"Makasih ya bi." Ucap mereka serempak
"Sama - sama". Ucap bibi lalu keluar dari kamar
"Gimana ceritanya fi, Lo Deket Ama uncle Lo, yang bobol justru Abang Lo. Sumpah gw gak paham? Tanya Laras sambil mengambil minum di atas nakas.
"Awalnu gw juga bingung ras, tapi sekarang gw justru bersyukur yang jebol gw Abang gw. Coba kalo uncle gw, dia tuh ternyata banyak cewenya di luar sana ras." Ucap Sofia sambil kembali terbaring.
__ADS_1
Laras ikutan berbaring di ranjang yang Sofia tiduri. Dan Sofia pun menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada Laras.
"Lo di kasih obat anti hamil gitu Ama Abang lo?" Tanya Laras
"Iya katanya biar gw masih bisa sekolah, dia juga mau perjuangin gw ke Mommy and Daddy makanya dia nyuruh gw bersabar." Jawab Laras
Laras manggut manggut, dia berjalan ke arah nakas mengambil minuman dan makanan di nampan di atas nakas. Membawanya ke atas ranjang agar mudah dia dan Sofia mengambilnya.
"Fi mata Lo bengkak, Lo sedih ya. Jangan sedih dong gw selalu ada ko buat Lo." Ucap Laras
"Makasih ya ras, Lo emang bestie gw banget." Ucap Sofia
"Lo udah makan?" Tanya Laras
Sofia menggelengkan kepala tanda belum.
"Gw pesenin ya, mau makan apa?" Tanya Laras
"Gak usah ras, tolong Lo ke dapur aja, tanya bibi masak nggak, kalau gak masak baru kita pesan. Maaf ya harus gw nyediain buat Lo. Itu gw masih sakit susah buat jalan." Ucap Sofia sambil menahan malu
"Ya elah santauy aja Ama gw sih, udah biasa lagian ngerepotin kan lo mah." Ucap Laras sambil keluar kamar.
__ADS_1