
Pagi hari saat weekand Laras memang selalu di sibukkan dengan pekerjaan rumah. Seperti saat ini dia sedang mencuci pakian dirinya dan papihnya. Sehabis mencuci pakaian dia langsung beres - beres rumah, menyapu dan mengepel lantai, mencuci perabot makanan dll.
Dia menggulung rambutnya ke atas, dengan headset di telinganya dan ponsel di saku celana pendeknya. Dia menyusun perabot yang sudah di cuci ke raknya.
Indrawan yang telah selesai mandi bergegas ke dapur, dia melihat tubuh Laras yang jingkrak - jingkrak kerja sambil dengerin musik. Tubuhnya begitu energik, dengan keringat membasahi tubuhnya terlihat eksotis di matanya.
Gep... Indrawan memeluk tubuh Laras dari belakang.
"Papiiiih kaget tahu." ucap Laras yang terlonjak kaget karena tahu - tahu ada yang memeluknya.
"Seksi banget sayang, mandi keringet." Ucapnya pelan
"Piiih jangan peluk - peluk aku bau tahu, bau keringet" Ucap Laras
"Justru papih suka sayang, biar seperti ini dulu sayang sebentaaaar aja." Ucap Indrawan
Laras terdiam, dia tertegun papihnya menghimpitkan tubuhnya, dia terhimpit dinding wastefel dan tubuh papihnya. Dia tersadar ada yang terbangun. Indrawan dengan sengaja menggesekkannya kebagian belakang tubuhnya. Di menyecap leher Laras hingga terdapat tanda keunguan.
Laras terdiam dia masih tertegun dengan apa yang menimpanya. Bahkan dia menahan nafasnya. Entah kenapa nafasnya terasa sesak.
__ADS_1
Ting tong Ting tong
Mereka berdua sadar dari diamnya
"Ah itu pasti pengantar makanan, kamu siapin alat makannya sayang papih kedepan ambil makanannya". Ucap Indrawan
Laras baru sadar dari lamunannya setelah papihnya pergi menemui pengantar makanan.
"Ya Tuhan itu tadi apa, kayanya punya papih bangun deh. Duh kaget banget gw, ko kayanya gede ya. Kira - kira muat gak ya di gw." Batin Laras sambil bergidik.
Tak lama Indrawan kembali ke dapur. Membawa tentengan makanan dan menaruhnya di meja makan.
"Sayaaaang, eh malah melamun, mana alat makannya sayang." Kata Indrawan
Lontong sayur, telor pindang, risoles mayonais, pastel dengan kuah kacang. Itu semua menu kesukaannya. Menu tersebut mengingatkan dirinya ke ibunya. Karena setiap pagi ibunya menjual menu sarapan tersebut di rumahnya.
Laras makan dengan lahap, sehabis kerja rasa lapar datang, di tambah yang di pesan menu kesukaannya semua.
Indrawan menatap gadisnya yang makan dengan lahap. Dia tahu itu makanan kesukaan Laras. Dia tersenyum kalau melihat Laras makan dengan lahap.
__ADS_1
"Sayang makannya hati - hati nanti tersedak." Ucap Indarawan
"Heeee iya piiiih abis enak. Makasih ya piiiih." Ucapnya dengan mulut penuh sama nasi.
Indrawan hanya menggelengkan kepalanya, dia lantas meneruskan sarapannya.
Selesai sarapan giliran Indrawan yang mencuci piring dan membereskan meja makan. Sementara Laras membersihkan diri. Setelah sama - sama selesai Laras dan Indrawan duduk di sofa sambil menonton televisi.
Laras mengambil cemilan gorengan sisa tadi sarapan dan membuat lemon tea dan di bawa ke ruang keluarga yang merangkap sebagai ruang tamu.
Dia menyimpan makanan dan minuman di meja dan duduk. Saat akan duduk Indrawan menarik tangannya dan mendudukkan Laras di atas pangkuannya.
Dia mengecup bibir Laras dan Laras mengalungkan tangannya ke papihnya.
"Piiih aku beli celana di online tapi bayarnya COD, papih ada uang cash gak?" tanya Laras
"Ada sayang, celana seksi kah? " Tanya Indrawan
Laras tersenyum sambil mengedipkan matanya dan mendekatkan bibirnya ke telinga Indrawan.
__ADS_1
"Celana yang membuat papih semangat". Ucapnya sambil berbisik.
jangan lupa like yaaaaa