Menikah dengan Ayah Angkatku

Menikah dengan Ayah Angkatku
Pindah Ke Apartemen


__ADS_3

*Ismayaaaa... apa kamu gila, Laras resmi di adopsi, dengan tuntunan tanganmu itu dia datang kesini. Kamu yang memintanya, sekarang kamu bilang dia suruh di usir, kamu gila Ismaya."Indrawan tak kalah sengitnya berteriak.


"Hahahahahhahahaha untuk apa aku melanjutkan mengadopsi anak sialan itu, kalau aku tidak bisa hamil, dia hanya pembawa sial, kalau kamu merasa keberatan untuk mengusirnya, maka silahkan kamu jug angkat kaki dari rumahku, ini rumahku pemberian orangtuaku kalau kamu tidak menuruti keinginan dan perintahku kamu boleh pergi." Ucap Ismaya berteriak dan senyum mengejek.


"Oke Ismaya, saya pergi dari rumah mu. Saya juga tidak mau serumah dengan orang yang merasa dirinya paling benar, dia lupa bahwa yang terjadi adalah kehendak-Nya." Jawab Indrawan


"Kemasi barang- barang kamu Laras, kita pergi dari sini sayang". Ucap Indrawan


Laras pergi dengan gontai ke kamarnya, air mata tak tertahankan dari tadi dia terus menangis. Dia membereskan barang - barang yang dia bawa dulu dari rumah ayah ibunya. Tanpa membawa barang - barang pemberian dari Ismaya. Dia merasa tak berhak atas barang - barang itu.


Kini mereka berada di dalam mobil, waktu menunjukkan sudah tengah malam. Laras duduk di samping Indrawan yang sedang mengemudikan mobil. Dia duduk sambil memangis.


"Sayaaang sudah jangan menangis lagi ya, mungkin ini jalan yang terbaik." Kata Indrawan


"Piiiih kita akan kemana? Kita ke rumah ibu aja ya". Kata Laras dengan suara serak karena menangis terus.

__ADS_1


"Kita ke apartemen papih ya, tapi kecil kamarnya juga cuma satu. Itu Apartemen milik papih waktu papih masih sendiri, biasanya di sewain tapi udah beberapa bulan kosong." Jawabnya


"Laras ngikut aja piiih... " ucap Laras sambil terisak


Mereka tiba di apartemen milik Indrawan, dia memarkirkan mobil. Saat hendak turun dia melihat Laras tertidur sambil meringkuk sesekali terdengar sesegukan mungkin karena dia nangis kelamaan. Dia membuka pintu mobil lalu keluar, membuka pintu mobil Laras dan menggendongnya, saat di dalam gendongan Laras terbangun.


"Piiih udah sampe ya, aku jalan aja pih. Malu kalo di gendong."Ucapnya lirih


Indrawan terkekeh, dia menurunkan laras.


Mereka kini berjalan beriringan menuju lift, Indrawan menekan angka 30 saat di dalam lift.


Mereka kini sampai di depan apartemen Indrawan. Dia membuka pintu dan menyuruh Laras untuk masuk. Indrawan langsung membawa Laras ke kamar karena hari sudah larut. Dan mereka juga sangat lelah karena perjalanan dari Bali tadi.


__ADS_1


Laras masuk ke kamar mandi untuk bersih - bersih. Indrawan menunggu di kamar dia menyalakan Tivi agar tidak terlalu sepi.


Tak lama Laras keluar dengan memakai pakaian tidur, Indrawan meneguk salivanya. Melihat betapa seksinya Laras dengan pakaian tidurnya.


"Piiih mandi sana, biar seger dan gak bau acem". kata Laras


Indrawan tersadar dari lamunannya, dia tersenyum dan bergegas ke kamar mandi dengan sedikit kerlingan nakal ke arah Laras.


Setelah beres mandi Indrawan naik ke atas ranjang. Dia tidur sambil memeluk Laras dari belakang. Wangi tubuhnya seakan candu untuk Indrawan.


Laras membalikan badannya dia berhadapan dengan Indrawan.


"Piiih, besok aku pulang aja ya, papih balik aja ke rumah mamih besok." Ucapnya


"Gak, kamu gak boleh kemana - mana, kamu tetap sama papih. Sudah sayang mungkin ini jalan terbaik untuk papih dan mamih. Mamih kamu itu sudah punya pengganti papih, biar dia sama kekasihnya. Papih gak mau egois, dia mungkin akan bahagia kalau nikah sama laki- laki itu. Dan mungkin benar ucapannya jika dia nikah sama kekasihnya dia bisa hamil." jawab Indrawan sendu

__ADS_1


jangan lupa like yaaaa


__ADS_2