
Sementara itu pasangan Indrawan dan Laras baru saja bangun dari tidurnya ketika malam mulai beranjak.
Mereka lalu membersihkan diri setelah itu bersiap-siap untuk makan malam di luar karena perut mereka sudah minta haknya untuk diisi.
Indrawan membawa Laras untuk makan malam di sebuah restoran mewah, tapi terlebih dahulu Indrawan mampir ke sebuah toko perhiasan di salah satu mall dekat restaurant.
Dia menyuruh Laras untuk nunggu di dalam mobil sementara Indrawan masuk ke mall tersebut sendirian.
Kurang lebih setengah jam Indrawan di dalam mall dia pun lalu kembali lagi ke parkiran untuk menemui Laras dan menuju ke restoran.
Mobil berhenti di sebuah restoran mewah yang berada di pusat kota. seperti pasangan pada umumnya mereka lalu duduk sesuai reservasi yang sudah di pesan terlebih dahulu dan pelayan pun datang untuk menanyakan pesanan.
Merekapun akhirnya makan malam dengan suasana yang cukup romantis setelah makan malam usai Indrawan mengeluarkan satu kotak berbentuk hati dan sebuah map besar untuk Laras.
"Apa ini papih?" Tanya Laras
"Buka sayang, itu kado buat kamu, kamu sekrang ulang tahun yang ke 16 kan?" Tanya Indrawan
"Iya, pih... apa sih ini, aku buka ya penasaran banget pih..." Ucap Laras
"Buka sayang.. " jawab Indrawan sambil tersenyum
__ADS_1
Laras lalu membuka kota yang berbentuk hati terlebih dahulu.
Laras terpukau akan hadiah yang di berikan oleh papihnya. Dia tak menyangka akan diberikan hadiah sebanyak itu. Satu set perhiasan.
"Selamat ulang tahun yang ke 16 jantung hati papih, semoga apa yang di cita - citakan tercapai." Ucap Indrawan dengan tulus
"Sini Papih pake in ya.." Ucap Indrawan
Laras hanya mengangguk, lalu Indrawan memakaikan perhiasan itu di mulai dari kalung, lalu anting, lalu cincin dan yang terakhir gelang.
"Sekarang buka yang di map itu." Ucap Indrawan
"Ini... ini gak salah pih?" Tanya Laras dengan mata berkaca - kaca
" Nggak sayang, itu semua milik kamu. Rumah baru kita sudah papih alihkan menjadi atas nama kamu." Ucap Indrawan
" Ta.. tapi... ini mahal banget piiih, papih gak salah?" Tanya Laras dengan suara terbata dan cairan bening dari mata mulai keluar.
"Hei.... sayang kenapa menangis, papih sayang banget, apa yang papih lakukan semua untuk kamu." Ucap Indrawan sambil menghapus cairan bening yang mulai deras.
__ADS_1
Laras tak menjawab dia menghamburkan tubuhnya ke pelukan Indrawan sambil menangis.
Indrawan pun memeluk Laras sambil mengecup Puncak kepala Laras. Sambil mengusap - usap bahunya.
"Sudah donk ko di kasih hadiah malah menangis." Ucap Indrawan sambil mengurai pelukannya untuk melihat wajah gadis kesayangannya.
Indrawan lalu mendudukkan kembali Laras, dan mengusap airmatanya menggunakan tisu.
"Sayang mau es cream gak? Di sini es creamny enak loh..." Ucap Indrawan
Laras menganggukan kepalanya. Indrawan pun memesan es cream.
Setelah acara tangis tangisan Laras pun menikmati es krim yang menurutnya enak sekali.
Acara makan malam pun usai mereka lalu pulang untuk istirahat.
Sampai di apartemen Laras dan Indrawan sudah hampir tengah malam mereka pun langsung memasuki kamar Karena rasa kantuk sudah mulai menyerang.
"Sayang yang tadi itu nggak gratis loh.. " ucap Indrawan
"Ishhh selalu aja perhitungan, dasar papih mesum." ucap Laras sambil lari menuju kamar mandi
__ADS_1
Indrawan pun menyusul masuk ke kamar mandi seperti yang di inginkan Indrawan akhirnya merekapun menyatukan diri di kamar mandi.