
"Kenapa kaget? seharusnya kamu berpikir berulang kali dia itu sudah punya anak sudah punya istri di mana hati nurani kamu sebagai sesama perempuan. Apa yang kamu cari uang? apa kurang materi yang diberikan sama mommy dan Daddy." Andre berteriak membuat Sofia gemetaran dan tumpah airmatanya.
"Jawab, apa yang kamu cari? Kasih sayang? kamu fikir kasih sayang uncle itu tulus. Kamu tak tahu kan berapa wanita yang di kencaninya di luar sana. Kalau kamu butuh teman kenapa gak telpon Abang." Ucapnya lagi
Sofia tak bicara sedikit pun, dia makin sesegukan. Seumur - umur dia hidup sama keluarga angkatnya baru kali ini dia melihat abangnya marah sangat marah bahkan.
Melihat Sofia yang nangis sesegukan dan tanpa bicara sepatah kata pun akhirnya Andre memeluk Sofia dia mengusap air mata yang turun di pipinya.
Dia sakit melihat Sofia nangis tersedu-sedu tapi dia juga lebih sakit ketika mengetahui affair adik angkatnya dengan sang uncle.
Dia mengusap kepala Sofia dan membenamkan wajahnya ke bahunya.
__ADS_1
"Maafkan Abang dek, Abang hanya tak ingin terjadi sesuatu sama kamu. Untung abang mengetahuinya belum telat sekarang Adik tinggal sama Abang." Ucap Andre lirih
Sophia mengangkat kepalanya dan melihat ke wajah abangnya.
"Maafkan Sofi bang Sofi salah,tapi Sofi minta Abang jangan bilang samaMommy dan Daddy. Sofie janji akan mengakhiri hubungannya." Ucap Sofia lirih
"Iya Abang ggak bakal ngasih tahu ke Mommy dan Dady, mulai sekarang jauhi dia blokir nomornya. Kalau misal dia menemui kamu bilang aja kamu mau fokus sekolah dan suruh dia fokus ke anak dan istrinya bilang juga nggak mau diganggu sama dia lagi." Pinta Andre
"Kalau kita pindah di rumah lagi pas Abang lagi nggak ada si brengsek itu pasti nemuin kamu, kalau di sini kamu aman karena dia nggak bakalan datang ke sini dia nggak tahu alamat sini." Ucap Andre
"Barang-barang aku gimana, besok aku sekolah gimana buku-buku masih ada di rumah." Tanya Sofia
__ADS_1
"Untuk sementara Kamu tinggal di sini dulu bolos sekolah, masalah barang itu urusan Abang, abang juga udah bilang ke Mommy kalau kamu lagi nggak enak badan. Jadi kalau misalnya Mommy tanya bilang aja kamu tinggal di rumah abang karena lagi nggak enak badan." Ucap Andre
Sofia menganggukkan kepalanya. Dia masih betah bersandar di bahu abangnya. Rasanya nyaman sekali.
"Abang tahu dari mana? Sodia bertanya dengan suara yang lirih sekali
"Kemarin waktu kamu nulis status alone, Abang lagi di jalan rencananya mau pulang. Mau ngajak kamu jalan juga, pas nyampe rumah terlihat ada mobil uncle abang ketuk pintu tapi terkunci semua. Akhirnya Abang membuka pintu samping melalui kunci cadangan. Mencari kamu tapi tak ada, Abang fikir kamu di kamar lagi belajar sambil Musikan, akhirnya abang pergi ke kamar kamu tapi terdengar suara-suara laknat kalian pas abang di depan pintu kamar kamu, abang pun mengintip dari lubang kunci penasaran Kamu sama siapa eh ternyata itu adalah si brengsek." Ucap Andre
"Makanya abang buru-buru telepon bibi suruh pulang ke rumah, Abang juga telepon mommy pura-pura minta uncle untuk menghandle pekerjaan aku kalau tidak begitu mungkin kamu sudah habis hari itu."Ucap Andre
Mendengar penuturan abangnya Sophia makin menangis sesegukan di pundak abangnya dan memeluk abangnya dengan begitu erat.
__ADS_1
"Maaf." Ucapnya lirih