
Setelah beberapa hari mereka liburan bersama di Bali, Ini adalah hati terakhir mereka di Bali.
Mereka kini memborong oleh - oleh Bali. Mereka berjalan sambil bergandengan tangan. Laras sudah tak canggung lagi sekarang, nyaman itulah yang ada dalam benaknya saat jalan bergandengan atau saat mereka berpelukan.
Tangan mereka yang lainnya menenteng paper bag berisi oleh - oleh khas Bali. Dari mulai makanan dan juga kerajinan tangan.
"Piiih haus, istirahat dulu yu." pinta Laras
"Siap tuan putri". Jawab Indrawan
Mereka singgah di kedai minum pinggir jalan. Memesan minuman yang segar di tenggorokan.
"Segeeeeer banget, pih kita nanti pulang jam berapa?" Kata Laras
"Terbang jam 7 malem, kita chek out jam setengah enam". Jawab Indrawan
"Piiih, nanti di rumah papih jangan sering - sering ke kamar aku ya piiih, takut mamih tahu nanti tambah marah sama Laras." ucap Laras
"Pasti sayang, kamu gak usah takut sayang, papih pasti jaga sikap."Jawab Indrawan
__ADS_1
Setelah selesai minum di mereka meneruskan belanja, kali ini Laras milih - milih baju pantai, Jakarta kota panas, dia mau milih pakaian yang adem - adem buat sehari - hari.
Setelah merasa puas belanja mereka kembali ke hotel untuk packing barang dan istirahat sebentar.
Pas sampai lobi hotel Indrawan menanyakan mau makan siang dimana ke Laras tapi Laras meminta makan siangnya di antar ke kamar. Dia merasa lelah pengen istirahat.
Setelah makan siang bersama, Indrawan dan Laras packing barang mereka.
"Hah... selesai sudah." kata Laras sambil menutup kopernya.
Dia berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan badan. Badannya terasa segar setelah selesai mandi, dia mengambil ponselnya lalu berjalan ke kamar Indrawan.
Sampai kamar papihnya dia tak melihat Indrawan, dia melihat pintu kamar mandi tertutup. Indrawan sedang bersih - bersih ternyata
Laras rebahan di kasur empuk kamar papihnya sambil main ponsel.
Ceklek... Pintu kamar mandi terbuka
"Sayang sudah selesai packing nya? "Tanya Indrawan
"Sudah pih, masih siang pih kita gak kemana - mana lagi kan, tidur yu". Ajak Laras
__ADS_1
Indrawan tak menjawab ajakan Laras dia naik keatas kasur, dan menepuk bantal di pinggirnya agar Laras pindah satu bantal dengannya. Laras pun mengikuti titah papihnya. Papihnya tidur sambil memeluk tubuh Laras sambil berhadapan.
Cup
Indrawan mengecup bibir gadisnya, dan akhirnya mereka tertidur.
Waktu menunjukkan pukul 22.30 ketika mereka sampai di rumah.
Mereka masuk secara bersamaan ke dalam rumah. Indrawan mendorong koper miliknya dan milik Laras.
Ketika sampai di ruang keluarga terdapat mamihnya yang sedang nonton tv.
"Sudah pulang liburannya, ngajak liburan anak sial apa kamu tak takut kebawa sial?" kata Ismaya
"Jaga omongan mu Maya, Laras bukan anak pembawa sial." Jawab Indrawan dengan tatapan yang muak.
"Ciiih.... kamu membelanya Indra, apa untungnya masih mungut bocah pembawa sial itu hah, kamu usir dia dari rumahku aku muak melihatnya." Teriak Ismaya..
Indrawan dan Laras membulat kan matanya, tak menyangka kalau Ismaya akan tega mengusir Laras.
"Ismayaaaa... apa kamu gila, Laras resmi di adopsi, dengan tuntunan tanganmu itu dia datang kesini. Kamu yang memintanya, sekarang kamu bilang dia suruh di usir, kamu gila Ismaya."Indrawan tak kalah sengitnya berteriak.
__ADS_1