Menikah Dengan Mr. Arogan

Menikah Dengan Mr. Arogan
Bab 25. Angga Ingin Menyerah


__ADS_3

Di dalam mobil, Mila menampakkan wajahnya yang kesal. Sedari tadi mereka hanya berdiam saja. Tapi, lama kelamaan Angga tidak tahan juga.


“Kenapa wajah kamu? Kamu marah karena aku suruh pulang?”, tanya Angga yang sedang menahan amarahnya.


Mila tidak menjawab. Ia terus memalingkan wajahnya. Angga sudah tidak fokus lagi ke jalanan. Matanya terus saja bolak-balik melihat ke arah Mila.


“Oke, kamu mau apa sekarang? Kalau kamu memang tidak ingin denganku, kalau aku memang bukan tipemu, dan kalau memang kamu tidak nyaman denganku, kamu bilang ke mama kalau kamu tidak mau menikah denganku. Aku tidak akan memaksamu lagi”, ucap Angga yang sudah ingin menyerah untuk mendapatkan hati Mila.


“Apa? Aku nggak salah dengar? Kemarin kakak baru bilang, setidaknya tolong kakak untuk menjadi pria sejati. Lalu sekarang kakak bilang tidak mau memaksaku lagi? Dasar Plinplan!”, jawab Mila marah. Rasa dihatinya begitu sakit mendengar ucapan Angga itu.


Lalu, Angga pun menghentikan mobilnya di pinggir jalan, “Terus kamu maunya gimana? Apa yang membuatmu tidak bisa menerima kakak?”.


“Aku takut. Aku takut setelah kita menikah, kakak akan menyakitiku lagi. Bayangan tentang kakak yang selalu kasar padaku tidak bisa hilang. Bisa saja kakak hanya membohongiku lagi hanya untuk menyiksaku dan mempermalukanku”, jelas Mila sambil meneteskan air matanya.

__ADS_1


Perlakuan kejam Angga terhadapnya bukan saja tidak bisa hilang dari ingatannya namun, tubuhnya juga masih merasakan rasa sakit akibat perlakuan Angga.


“Tidak! Sedikitpun aku tidak pernah memikirkan untuk menyakitimu lagi. Lagian, Mama, Papa dan Reina tidak akan membiarkan aku menyakitimu. Kamu boleh tidak percaya padaku. Tapi percayalah pada mereka”, jawab Angga sambil menatap tajam pada Mila.


Sejenak Mila juga menatap mata Angga. Namun, ia merasa tidak sanggup melihatnya terlalu lama. Jika dipikir-pikir, memang benar keluarga Angga sangat peduli pada Mila. Apalagi melihat bagaimana Papa Roy yang begitu marah pada Angga saat tahu yang sebenarnya dan sampai menghajar Angga hingga babak belur.


“Aku mau pulang”, jawab Mila singkat.


***


Mila langsung merebahkan tubuhnya di kasur. Ia menatap langit-langit kamarnya. Ia berpikir tentang dirinya yang sedang di tunggu jawabannya. Untuk Mila itu sungguh membingungkan. Ia takut sekali jika Angga membodohinya lagi. Namun, ia teringat saat di dalam mobil tadi. Walaupun untuk sesaat ia melihat mata Angga, mata itu tidak berbohong. Angga serius dengan ucapannya.


Lalu bagaimana dengan hatinya? Nama Angga belum tertulis di hatinya. Ia belum bisa mencintai Angga. Mungkin awalnya ia tertarik dengan ketampanan Angga tapi, saat tahu kearoganannya Mila menjadi ragu dengan hatinya sendiri.

__ADS_1


Dan Farhan. Setelah bertahun-tahun tidak bertemu, bertahun-tahun berharap ia adalah jodoh Mila, tapi sayang Farhan datang ke hadapan Mila dengan menggandeng Reina. Bagaimana ini? Mila begitu bingung. Ia terus berpikir sambil menatap langit-langit kamarnya.


Di tempat lain, Angga juga sedang berbaring di ranjangnya menatap langit-langit kamarnya. Sebenarnya ia juga merasa bimbang. Karena, kalau ditanya apakah ia mencintai Mila, jawabannya adalah tidak. Namun, dia hanya ingin bertanggungjawab atas perbuatannya kepada Mila. Apalagi saat ia tahu Mila bukanlah wanita yang ia sangka ingin mengambil hartanya. Ia hanya seorang wanita yang terjebak oleh keadaan dan Angga-lah yang semakin memperburuk keadaannya.


Terlintas di benaknya saat ia bersama Tasya. Padahal hari itu, Tasya menerima cintanya. Dan entah mengapa keesokannya Tasya malah mengumumkan pernikahannya dengan pria lain. Tidak ada yang bisa mewakili rasa hancur dihati Angga saat itu. Membuatnya menangis kala mengingat hal itu. Tentu, rasa cinta itu masih ada. Tapi, mengingat perlakuan jahat Tasya terhadapnya, Angga yakin akan melupakannya dan tidak mau memikirkannya lagi.


Saat ini yang dia mau adalah Mila mau menikah dengannya. Dengan begitu ia yakin ingatannya tentang Tasya pun akan sirna. Lagi pula Mila juga wanita baik-baik dan pantas untuk dicintainya. Ia ingat bagaimana besarnya hati Mila menerima semua perbuatan jahatnya dan tanpa ragu ia tidak meminta pertanggungjawaban apa pun. Baginya Mila adalah wanita yang sangat luar biasa. Tapi, yang jadi masalah adalah bagaimana cara mengambil hati Mila dan membuatnya percaya jika Angga benar-benar tulus.


Angga juga terus memikirkan hal tersebut sampai akhirnya ia tertidur. Angga tidak tahu saja jika ada keributan di lantai bawah.


***


 

__ADS_1


__ADS_2