Menikah Dengan Mr. Arogan

Menikah Dengan Mr. Arogan
Bab 74. Terbongkar


__ADS_3

Di kamarnya, Farhan tengah termenung. Ia masih tidak percaya dengan apa yang di dengarnya melalui mulut Mila. Tapi, memang tidak ada alasan bagi Mila untuk membohonginya. Tapi, ia dengan jelas melihat bahwa Roy berada di sana berdiri di antara mayat kedua orang tuanya.


“Apakah aku telah salah menilai?”, ucap Farhan dalam hati.


Ya, memang benar jika Farhan tidak melihat bagaimana kedua orang tuanya meninggal. Ia datang di saat keduanya telah tiada dan yang ada hanya Papa Roy di sana. Seolah-olah dialah yang telah melakukannya.


Farhan mulai menimbang-nimbang ucapan Mila. Memang benar sejak saat ia tinggal bersama Baron, ia menjadi Farhan yang berbeda 360°. Bahkan ia diam saja saat tahu Yumi di peralat oleh Baron untuk menjatuhkan Roy. Tapi, saat itu Yumi sendirilah yang menyanggupinya karena tergiur oleh bayaran yang besar.


Namun, Farhan sama sekali tidak tahu mengenai Yumi yang ternyata di jebak oleh Baron untuk menandatangani kontrak kerja. Dan jika Yumi mengundurkan diri maka ia harus membayar 1M. Dari situ, Yumi mulai di olah oleh Baron. Yumi hanya mengira ia bekerja sebagai model saja. Namun, sayangnya di lapangan semua berbeda. Dan Baron sengaja tidak memberitahukan Farhan. Karena ia tidak mau Farhan berubah pikiran mengenai dirinya.


Setelah beberapa lama termenung, Farhan teringat dengan flashdisk pemberian Mila. Ya, dia belum memberikannya pada Baron meski ia telah memberitahukannya. Farhan pun langsung mengambil laptopnya dan ingin melihat apakah benar isi di dalamnya sesuai yang ia inginkan.


Dan betapa terkejutnya Farhan di beberapa detik pertama. Ia melihat berbagai bukti mengenai Baron. Yaitu, Bukti tertulis di media cetak maupun mau pun media online tentang pembebasan lahan di desanya dahulu. Di sana terpampang nyata Baron telah bersalaman dengan kapolsek. Dengan judul Sah, Baron berhasil membeli tanah Desa Glambir senilai 200 juta rupiah.


Bukan hanya itu, saat kerusuhan itu terjadi, banyak media cetak yang datang untuk memfoto kerusuhan itu. Dan lagi-lagi Baron terlihat di foto itu yang sedang menendang seorang warga desa. Selanjutnya foto kebakaran rumah warga desa. Dan ya, Baron juga berada di sana dengan wajah yang sedang tertawa puas.


Setelah itu, barulah Video rekaman CCTV itu muncul. Farhan menekan tombol pause. Ia tidak perlu melihat video itu. Yang ada di pikirannya sekarang adalah, membodohi dirinya sendiri. Entah dari mana Mila mendapatkan semua ini. Tapi, yang jelas kini Farhan sangat bingung, kecewa, marah semua menjadi satu di hatinya.


Waktu itu, sebelum Mila mengetahui identitas Farhan yang sebenarnya, ia memang sudah merencanakan untuk menaruh foto-foto itu di flashdisk tersebut. Dengan tujuan agar Baron dan Farhan tahu, jika Mila jelas mengetahui kejahatan Baron. Mila sudah tahu jika Farhan mencari flashdisk itu selama ini. Dan saat Farhan dan Baron melihat isinya, Mila yakin jika Baron akan menyeretnya ke hadapannya. Itulah trik Mila untuk bertemu dengan Baron.


Namun, ternyata keadaannya lain saat Farhan menceritakan dirinya. Yah, rencana Mila berubah. Ia berharap isi dari flashdisk itu mampu merubah pandangan Farhan jika yang salah adalah Baron buka Papa Roy.


Lalu, sekarang Farhan tengah gundah. Ia ingin tahu semuanya. Jika ia salah menilai maka, apa yang sebenarnya terjadi? Satu-satunya orang yang dapat menjelaskannya adalah Papa Roy. Tapi, waktu ini sangatlah singkat. Jika Farhan kembali menemui Papa Roy.


Kemudian, Farhan langsung menghubungi Papa Roy. Ya, tidak ada waktu lagi ia harus mendengar semuanya dari Papa mertuanya. Tidak lama, panggilan Farhan pun di Terima oleh Papa Roy.


(“Farhan!”, bentak Papa Roy saat menerima telepon Farhan. “Apa yang telah kamu lakukan terhadap keluargaku?” lanjut Papa Roy marah.)


“Maaf atas semuanya. Tapi, tolong saya kali ini. Saya ingin mendengarkan langsung dari anda saat anda melihat Kedua orang tua saya di bunuh oleh Baron”, jawab Farhan tergesa-gesa.

__ADS_1


(“Apa? Orang tua kamu? Siapa? Hah, apakah yang kamu maksud warga desa Glambir?”, tanya Papa Roy sedikit mengingat.)


“Ya. Apakah anda ingat seorang anak yang membabi buta marah pada Anda karena menyangka anda adalah pembunuh kedua orang tuanya? Anak itu adalah saya. Jadi, saya mohon ceritakan semuanya kejadiannya”, pinta Farhan dengan penuh harap.


Di tempatnya, Papa Roy yang sedang berbicara dengan Farhan melalui telepon pun merasa kaget dan sangat tidak menyangka. Jika selama ini Farhan adalah anak itu. Anak yang kedua orang tuanya di bunuh oleh Baron. Dan tanpa basa-basi lagi Papa Roy pun menceritakan semua kejadiannya.


Dan di tempatnya, Farhan yang mendengar cerita Papa Roy sampai menangis. Betapa malang dirinya selama ini di tipu oleh Baron. Orang yang ingin dia balas atas perbuatannya ternyata ayah angkatnya sendiri. Semua yang dilakukannya hanya untuk kepuasan Baron semata. Tidak ada sedikit niat pun bahwa Baron akan membantu Farhan.


***


Baron telah selesai menyiapkan dirinya. Dengan membawa sebuah cambuk dan pistol dengan santai ia berjalan keluar dari ruangannya menuju sebuah pintu rahasia yang sebelumnya telah di pakai anak buahnya untuk naik ke atas gedung ini.


Ia membuka sebuah lukisan kecil di tembok. Dan ternyata ada sebuah tombol di baliknya. Kemudian, Baron menekan tombol itu dan terbukalah sebuah lemari yang ada di hadapannya. Ia pun masuk bersama dengan Farhan yang ternyata sudah berada di belakangnya.


“Kamu yakin, ingin ikut kesana? Dia adalah wanitamu bukan? Tapi, walaupun begitu tidak ada yang dapat menghentikan ayah. Kamu tahu itu. Ayah tidak akan peduli walaupun ia seorang wanita. Dia telah melakukan kesalahan besar. Dan dia pantas mendapatkan hukuman”, ucap Baron panjang lebar.


“Lakukanlah, apa yang ingin ayah lakukan”, jawab Farhan singkat.


Tasya begitu syok melihat isi video yang berisikan penyiksaan dan paksaan oleh Baron dan anak buahnya. Yumi begitu tersiksa di sana. Dari detik pertama, Tasya sudah mengeluarkan air matanya.


“Itu adalah video yang kamu berikan padaku saat kita berpapasan di jalan. Kamu ingat?”, tanya Mila.


“Ya, aku ingat”, jawab Tasya lirih yang masih tetap melihat video itu. “Jadi, ini yang ingin di beritahukan Frans padaku?”


“Apa? Jadi, video itu dr. Frans yang ambil? Berarti dia telah tahu semuanya. Yah, aku bisa menebak alasannya. Jika aku adalah kamu, aku juga tidak ingin video itu di lihat oleh orang lain”, jawab Mila.


Di video pertama, yang merupakan video dari CCTV, saat itu Tasya hanya terkejut saja. Karena Roy hanya tertidur dan kemudian Yuna datang dan tidur di sebelahnya dengan sedikit menggoda tubuh Roy. Lalu, dia teringat video yang ia dapat dari Baron. Ia tahu betul mereka memakai baju yang sama di video itu. Itu berarti benar adanya jika mereka merekam Roy dan Yumi tidur bersama. Lalu mereka mengeditnya menjadi video syur.


“Apakah ini yang kamu bilang, kalau kamu telah mendapat pekerjaan dengan gaji yang besar Yumi?”, ucap Tasya dalam hati sambil menangis terisak-isak.

__ADS_1


“Selama ini aku telah salah. Baron telah mempermainkan ku. Tapi, bagaimana dengan tulisan yang di tinggalkan oleh Yumi di waktu kejadian bunuh diri itu?”, Tasya bertanya-tanya. Ia masih belum bisa menyambungkan bukti demi bukti.


Tasya mengambil secarik kertas dari tas kecilnya yang selalu di bawanya. Ia membuka kertas tersebut. Di dalamnya adalah pesan terakhir Yumi.


Isi Surat :


Untuk kakakku tersayang.


Maaf karena aku harus meninggalkanmu dengan cara seperti ini. Tapi, apa dayaku kak? Aku tidak sanggup lagi hidup menanggung malu. Tidak kak.. Aku tidak sanggup. Selamat tinggal kak.


Tolong balaskan dendam ku pada Roy kak. Pria yang telah membuatku menderita.


Tasya kembali menangis membacanya. Ia menjadi teringat kembali kejadian dimana Yuna meninggalkannya untuk selama-lamanya.


Saat itu di atas surat itu, terdapat flashdisk. Dan saat Tasya melihat isinya, ia pun menangis kembali karena yang dilihatnya Yumi di tiduri oleh seorang pria dewasa. Dan setelah itu, Tasya berjanji akan membalaskan dendamnya pada Roy.


Saat Tasya bertemu dengan Baron dan Baron bersedia membantu Tasya dengan alasan yang sama yaitu dendam pada Roy, saat itu Tasya begitu lega karena ada seseorang yang akan menolongnya untuk mendapatkan keadilan. Ia pun mempercayakan video itu pada Baron untuk di simpan.


“Apa kamu yakin itu tulisan tangan Yumi?” tanya Mila yang melihat Tasya sedang bingung.


Ya, telah lama Tasya menyadari tulisan tangan itu berbeda dengan tulisan tangan Yumi. Tapi, saat itu Baron meyakinkan Tasya bahwa tulisan tangan itu terlihat berbeda mungkin karena Yumi sedang sedih dan menulis dengan terburu-buru. Dan Tasya pun percaya begitu saja.


“Ya, ini memang tidak seperti tulisan tangan Yumi”, ucap Tasya yang menangis lagi karena kebodohannya ia malah bersekutu dengan musuhnya sendiri.


“Kalau begitu bisa jadi seseorang memanipulasinya. Dan mungkin saja orang itu adalah Baron. Karena tahu Yumi bunuh diri, ia memanfaatkannya. Memanfaatkan dendam orang terdekatnya”, jawab Mila dengan percaya diri.


Brak! Tiba-tiba pintu terbuka. Dan keluarlah Baron, Farhan beserta anak buahnya yang tadi berjaga.


Tasya dan Mila sama-sama melihat mereka dengan penuh kebencian. Terutama Tasya yang telah rugikan. Tasya mengepal tangannya dengan kuat. Rasa amarahnya telah membuncah sampai ke ubun-ubun.

__ADS_1


“Brengsek kau Baron!”, teriak Tasya yang penuh emosi.


***


__ADS_2