Menikah Dengan Mr. Arogan

Menikah Dengan Mr. Arogan
Bab 53. Kurang Bahan


__ADS_3

Sore hari, Mila baru saja bangun dari tidurnya. Ia lihat jam ternyata sebentar lagi suaminya akan pulang. Ia pun bergegas untuk mandi.


Perlahan ia berjalan menuju kamar mandi. Bukannya ingin mengabaikan perintah suaminya, tapi ia merasa benar-benar sudah baikkan dan tidak ingin merepotkan orang lain dengan masalah kecil.


Dan setelah agak lama di dalam kamar mandi, ia pun keluar dengan berbalut handuk di badan dan di kepalanya. Mila merasa begitu segar. Ia pun segera mencari pakaiannya yang mungkin saja sudah di rapikan ke dalam lemari Angga.


Dan.... Tada..! Mata Mila terbelalak melihat isi lemari itu. Ia kembali menutupnya sangking terkejutnya. Tapi, ia pun membukanya kembali karena penasaran juga. Tangannya gemetaran memilah satu persatu baju yang tergantung itu. Ia pun menjadi lemas saat ia tidak bisa menemukan pakaian yang pantas untuknya.


Lalu, Mila pun mengambil salah satunya. Ia melihat lingerie itu dengan seksama. Memikirkannya saja Mila sudah geli setengah mati. Cepat-cepat Mila memasukannya lagi ke dalam lemari. Matanya benar-benar sudah ternodai dengan pakaian kurang bahan itu.


Namun, ia melihat dirinya yang belum mengenakan baju. Ia menjadi lemas memikirkan nasibnya sekarang ini. Dirinya harus berpikir cepat untuk mengatasi masalah pakaian ini.


***


Klek! Pintu kamar terbuka. Angga baru saja pulang. Ia melihat ke arah tempat tidur dan dilihatnya Mila sedang berbaring di sana dengan menyelimuti tubuhnya. Angga merasa heran melihat Mila yang masih tertidur. Namun, ia enggan untuk membangunkannya. Karena menurut Angga mungkin Mila memang seharusnya memperbanyak istirahatnya.


Angga pun bergegas untuk membersihkan dirinya. Lalu, setelahnya ia keluar dari kamar mandi dengan berbalut handuk dari pinggang hingga lututnya. Ia pun membuka lemari untuk mencari pakaiannya. Namun, sepertinya ia tidak mendapatkannya.


Karena tidak juga ketemu di tempat biasa, Angga pun mencoba untuk mencari pakaian yang ingin ia gunakan di pintu sebelahnya. Hal itu di ketahui oleh Mila. Ya, sebenarnya sejak tadi Mila tidak tidur. Ia terus mengintip gerak-gerik Angga. Dan saat Angga ingin membuka pintu lemari satunya lagi, Mila menjadi ketakutan sekaligus malu. Karena di sana ada banyak lingerie.


Set! Tiba-tiba Mila sudah berada di depan Angga menghalanginya untuk membuka lemari. Tentu saja Angga pun terkejut dengan kedatangannya. Terlebih dwngan pakaian yang digunakan Mila saat ini.


“Ada apa ini Mila? Kenapa kamu menghalangi saya? Dan kenapa baju saya kamu pakai?”, ucap Angga yang masih tidak masuk akal melihat Mila.


Angga melihat Mila dengan balutan kaos putih dan celana boxer miliknya. Angga jadi tahu alasan mengapa ia tidak menemukan baju yang di carinya.


“Kamu nggak boleh buka lemari ini Mas!”, bukannya menjawab, Mila malah memperingati Angga.


“Kenapa?”, tanya Angga sedikit heran.


“Pokoknya nggak boleh!”, ucap Mila penuh penekanan.


Tapi, sepertinya Angga mengetahuinya. Ya, soalnya dia sudah melihat isi lemarinya terlebih dahulu.


“Mila, minggir!”, perintah Angga.

__ADS_1


“Enggak!”, jawab Mila dengan merentangkan tangannya.


Angga pun tersenyum melihat tingkah Mila itu. Ia menjadi punya ide untuk menggoda Mila. Ia segera mendekati Mila.


Perasaan Mila menjadi tidak enak melihat Angga yang mulai melangkah mendekatinya dengan tersenyum itu. Rasanya, Mila ingin lari tapi ia juga tidak mampu membiarkan Angga melihat baju kurang bahan itu. Mila hanya bisa menutup matanya saat Angga benar-benar sangat dekat dengannya. Aroma sabun di badannya sudah tercium. Apalagi dada bidang yang tanpa sehelai benang itu sudah sangat dekat dengan wajah Mila. Perasaan Mila saat itu menjadi campur aduk. Jantungnya berdebar dengan kuat dan tubuhnya mulai gemetaran.


Tiba-tiba, Mila merasakan tangan Angga memegang pinggangnya. Pikirannya sudah menjalar ke mana-mana. Tapi, anehnya ia tetap saja mematung tanpa melawan.


Dan Mila pun terkejut saat ia merasa tubuhnya terangkat. Ternyata, Angga mengangkat Mila dan memindahkannya di belakangnya. Mila masih terpaku. Ia masih bingung harus bagaimana. Sementara itu, Angga langsung membuka pintu lemarinya.


“Jangan!”, teriak Mila yang sadar saat mendengar suara pintu lemarinya.


Mila ingin segera menutup lemari itu tapi dihalangi oleh Angga. Angga begitu senang bisa membuat Mila sepanik itu. Tapi, ia langsung ingat keadaan Mila yang belum sepenuhnya membaik.


“Mila, tenanglah!”, sentak Angga.


Seketika Mila pun menjadi diam. Angga melihat raut wajah Mila yang hampir menangis.


“Kenapa Mila? Apa ini masalahnya?” tanya Angga.


“Ini tuh, yang beliin Mama. Bukan saya. Em, tapi kalau di lihat-lihat mama punya selera yang tinggi juga”.


Mila merasa jengah dengan Angga. Ia pun memutar badannya untuk kembali ke ranjang.


“Eh! Tunggu. Lepasin itu! Saya ingin memakainya”, seru Angga.


“Nggak mau! Kamu pakai yang lain aja!”, jawab Mila ketus.


“Oh, pakai yang lain ya, okey!”, jawab Angga.


Mila mengomel-ngomel dalam hati sambil tetap berjalan ke arah kasur. Dan saat sampai, ia segera merebahkan tubuhnya. Dan saat itu pula ia melihat hal yang menakjubkan.


Angga tengah memakai lingerie berwarna pink. Sontak membuat Mila tertawa. Ia tidak bisa menahan tawanya saat melihat Angga.


“Kenapa? Ya udah kalau kamu pakai baju saya, gimana kalau kita tukar posisi sekarang. Saya yang jadi istrinya”, ucap Angga.

__ADS_1


Lalu, dengan gemulai Angga lari dan naik ke atas kasur. Dan langsung memeluk lengan Mila.


“Sayang, belai aku dong”, ucap Angga dengan suara manja ala-ala banci.


“Ih, apaan sih mas geli tau! Awas!”, ucap Mila kegelian.


Tapi, Mila tetap saja tidak bisa menahan tawanya. Lalu, Angga memeluk seluruh tubuh Mila dan dengan mengucapkan kata-kata manjanya. Ia terus berusaha seperti seorang wanita yang meminta perhatian dan di belai. Tentu saja Mila merasa sangat geli melihat Angga seperti itu. Apalagi dengan lingerie yang dipakainya. Mila tidak menyangka jika Mr. Arogan ini bisa menjadi gemulai juga.


Tok.. Tok.. Tok.. Suara pintu kamar di ketuk.


“Angga! Mila!”, panggil Mama Siska.


“Ih, aku kasih tau Mama ya, kamu pakai beginian”, ucap Mila yang langsung lompat dari tempat tidur.


Ia begitu bersemangat untuk mempermalukan Angga. Mendengar ucapan Mila, Angga pun ikut lompat dari tempat tidur. Ia tidak mau kalau Mamanya sampai melihatnya seperti itu. Itu akan sangat memalukan. Angga dengan cepat menangkap tubuh Mila untuk menghentikannya.


“Ma..!”, teriak Mila yang kemudian langsung di bekap oleh tangan Angga.


“No! Jangan bilang ke Mama!”.


“Mila! Kamu kenapa?”, tanya Mama Siska dari luar sambil terus menggedor-gedor pintu.


Akhirnya, Angga melepaskan Mila. Karena takut Mamanya khawatir. Mila cepat-cepat berjalan ke arah pintu sambil menjulurkan lidahnya pada Angga. Dan, Angga pun buru-buru berlari ke balik pintu.


“Ya Ma”, ucap Mila saat membuka pintu yang langsung terlihat Mama Siska di sana.


“Kamu, tadi kenapa teriak?”


“Enggak ada Ma. Mungkin Mama salah dengar”.


“Angga mana?”


“Em... Mas Angga....”, ucap Mila sambil melihat Angga yang sedang bersembunyi dibalik pintu.


Angga yang melihat Mila punya niat lain langsung menggelengkan kepalanya yang berarti memohon untuk tidak mengatakannya pada Mama Siska.

__ADS_1


***


__ADS_2