Menikah Dengan Mr. Arogan

Menikah Dengan Mr. Arogan
Bab spesial 1. Trik Anak Buah Frans


__ADS_3

Kembali pada saat Frans yang mempunyai rencana untuk menghancurkan hotel milik Baron. Frans yang memerintahkan anak buahnya itu, sekalian membuat rencana bagaimana mereka akan menghancurkan tempat itu.


"Di antara kalian harus ada yang berpura-pura sebagai pasangan yang datang ke sana untuk reservasi. Setelah itu dari kamar tersebut kalian ...", Ucap Frans yang tengah membicarakan triknya.


Setelah beberapa lama Frans mengobrol, akhirnya ia pun pamit dan menyerahkan semuanya pada anak buahnya. Karena ia ingin segera menyusul Angga dan Reina di markas Baron.


Dan para anak buah Frans yang pria mau pun wanita bergerak cepat menuju lokasi yang di berikan bos mereka. Sesampainya di sana, mereka pun takjub dengan apa yang ada di hadapan mereka.


Lingkungan perhotelan itu di buat sangat asri. Namun, penjaga ada di mana-mana. Mereka pun di buat sedikit grogi untuk bertindak. Sebelum masuk ke sana, dari jauh mereka pun berdiskusi kembali.


"Oke, jadi siapa nih yang pura-pura sebagai sepasang ke kasih?", tanya Bima sebagai ketua tim.


"Aku.. aku.. aku", jawab Reno kegirangan. "Aku sama Rini...", sambungnya lagi sambil merangkul Rini.


Sekejap Rini langsung memelintir tangan Reno. Ia sangat tidak suka dengan orang yang tidak punya sopan santun. Lagi pula, dari dulu Rini sangat tidak suka dengan Reno yang selalu cari perhatian dengannya.


"Aku nggak mau! Cari aja pasangan yang lain!", jawab Rini sambil melepaskan tangan Reno dengan kasar.


Reno yang ke sakitan langsung memijat-mijat tangannya. Tapi, sedikitpun ia tidak marah dengan perlakuan Rini terhadapnya. Malah ia sangat senang telah berhasil menggoda Rini.


"Kenapa sih Rin? Inikan demi tugas", Ucap Reno pura-pura memelas.


"Eh! Jangan kamu jadikan alasan ya tugas dari bos! Lagian, ada Wita, Anggun, Kiki, kenapa mesti aku yang harus jadi pasangan kamu?", jawab Rini kesal.


Mendengar ucapan Rini, para wanita yang lainnya langsung menolak. Dengan alasan bahwa Rini lah yang paling cocok, karena ia paling pandai untuk berakting. Dan teman-teman yang lainnya pun ikut setuju. Maka dengan begitu, Reno pun semakin sumringah.


"Ayolah Rin. Atau kita hubungi bos aja, bilang kalau kita tidak sanggup. Dan ya, kamu tau kan akibatnya", ucap Bima sedikit mengancam.


Rini terdiam sejenak. Ia melihat wajah-wajah memohon padanya. " Ck! Iya.. iya... puas!", ucap Rini yang terlihat kesal.

__ADS_1


Semuanya pun turut gembira. Mereka langsung sangat bersemangat untuk menjalankan misi mereka. Lalu, Reno dan Rini sama-sama masuk ke dalam mobil yang telah di siapkan. Dan mereka pun langsung menuju pintu gerbang hotel itu.


Di depan gerbang, mereka di stop oleh beberapa pengawal di sana untuk memeriksa semua isi di dalam mobil. Dan mereka pun berhasil lolos.


Setelah memarkirkan mobil, mereka pun masuk dan langsung ke lobi untuk memesan kamar. Sebenarnya, Rini sama sekali tidak ingin bergandengan tangan dengan Reno. Tapi, Reno terus memaksanya dengan dalih agar mereka lebih terlihat sebagai pasangan. Setelah berhasil memesan kamar, mereka pun langsung menuju kamar tersebut dengan menaiki lift sampai ke lantai 3.


"Kami, sudah berhasil memesan kamar. Dan sekarang sedang menuju ke sana di lantai 3", ucap Reno pada alat yang ada di kerah bajunya bagian dalam.


("Bagus! Kalau begitu selamat bersenang-senang", jawab Bisa di seberang sana yang sedang menggoda pasangan itu.)


"Cih! Bersenang-senang apaan?", gumam Rini yang kesal mendengarnya.


"Kamu kenapa sayang? Jangan cemberut gitu dong. Kita harus semangat menjalankan misi ini", ucap Reno sambil senyum-senyum pada Rini.


Rini, memutar bola matanya, males meladeni Reno yang terus-terusan merayunya. Membuat Rini semakin illfeel padanya. Dalam hati, Rini tidak ada senang-senangnya bekerja sama dengan Reno. Apalagi sekarang harus menjadi pasangannya.


"Huh! Menyebalkan!", ucap Rini dalam hati.


Akhirnya, mereka pun sampai di lantai 3. Mereka mencari nomor kamar mereka dan begitu mendapatkannya, Reno pun tampak senang. Berbeda dengan Rini yang tampak malas harus masuk ke dalam sana. Namun, Reno memaksa Rini untuk masuk yang menimbulkan sedikit keributan.


"Rin, kalau kamu kayak gini terus, yang ada kita bisa ketahuan!", ucap Reno mencoba membujuk Rini.


Rini pun menarik napasnya dan langsung bergegas masuk dengan perasaan kesal. Lalu, Reno pun mengunci pintu itu dan dia langsung rebahan di kasur.


"Ah... enaknya... kapan lagi coba bisa ngerasain kasur senyaman ini", ucap Reno sambil berguling-guling di kasur.


Sedangkan Rini ia sibuk memeriksa kamar tersebut. Dan dia mendapatkan kamera tersembunyi. Namun, ia tidak mengambilnya. Lagi asik-asiknya memeriksa tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang yang tak lain adalah Reno. Tentu saja hal itu membuat Rini terkejut.


Rini pun segera melepaskan tangan Reno dari tubuhnya dan memelintir tangannya ke belakang. Tapi, dengan cepat Reno membalikkan keadaan. Reno membalas memelintir tangan Rini dan mendekapnya lagi dari belakang. Kemudian menolak Rini ke ranjang hingga Rini terlentang. Reno langsung menaiki tubuh Rini dan menahan kedua tangannya.

__ADS_1


"Lepaskan aku! Kau sudah tidak waras! Lepaskan!", teriak Rini marah pada Reno.


Reno hanya diam, ia menyunggingkan senyumannya dan semakin lama wajahnya makin dekat dengan wajah Rini. Bisa Rini rasakan bagaimana jantungnya berdegup dengan kencang.


"Binggo!", ucap Reno tiba-tiba.


Ternyata saat Reno memeluk Rini tadi, ia sempat melemparkan sebuah mancis yang telah menyala apinya pada gorden. Reno melakukan itu, untuk menutupi aksinya dari kamera tersembunyi tersebut. Dan sekarang api itu berhasil menyala. Reno pun beranjak serta menarik Rini juga.


Tapi, sepertinya Rini masih terpanah dengan Reno. Entah mengapa sesaat tadi Reno begitu tampak keren dan mempesona. Tidak seperti biasanya yang suka berceloteh nggak jelas.


"Api sudah menyala", ucap Reno pada benda yang ada di kerah bajunya.


Reno dan Rini kini berlari keluar dari kamar mereka. Reno berteriak minta tolong, berbeda dengan Rini yang masih kesambet pesona Reno. Kemudian, para tamu yang ada di kamar langsung keluar dan benar mereka melihat api di kamar itu. Mereka pun panik karena tidak ingin mati terbakar di sana. Keadaan pun semakin ricuh. Semua para pengawal di panggil untuk mengevakuasi tamu. Dan, itulah yang menjadi kesempatan para anak buah Frans menyusup.


Mereka menyebar di setiap area hotel itu, dengan membawa sebotol bensin yang mereka simpan di dalam jaket mereka. Dan tidak ada seorang pun yang mencurigai mereka karena kondisi lagi sangat darurat.


"Wah, sayang sekali kita harus membakar tempat ini", ucap salah seorang anak buah Frans yang kagum dengan keindahan area hotel itu.


"Udah, nggak usah banyak omong! Cepat kita selesaikan semua ini!", jawab Bima sambil menuang bensin di salah satu ruangan itu.


Dan... Bum! Tidak makan waktu lama, tempat itu pun di penuhi kobaran api yang melahap semuanya. Namun, di pastikan tidak ada korban jiwa. Ya, mereka sangat hati-hati dan memastikan semua orang sudah berada di luar area hotel.


Misi Selesai!


***


Untuk kali ini, Ceritanya tentang ini dulu ya... Soalnya masih mikir cerita cintanya Frans dan Reina gimana supaya menarik gitu... jadi cerita mereka mulai bab berikutnya ya....


Sambil menunggu bab berikutnya... Yuk baca Novel terbaru aku... SUCI YANG TERNODA.. yang suka dengan cerita teen yang sedih, mungkin bisa baca novel aku ini ya... Sudah 3 bab Loh...

__ADS_1


Terima kasih.



__ADS_2