Menikah Dengan Mr. Arogan

Menikah Dengan Mr. Arogan
Bab 37. Hari Pernikahan yang Kelam


__ADS_3

“Mi... Mila!”, teriak Angga yang baru saja keluar dari gedung.


Seakan waktu berhenti. Semua terdiam melihat Mila yang tengah jatuh ke tanah. Justin yang menyadari pelurunya salah sasaran dan juga kedatangan orang yang tak terduga. Ia pun segera melarikan diri.


Reina, dengan tubuh yang masih gemetaran, berusaha merangkak mendekati Mila yang tidak jauh darinya. Kemudian, ia mendapatkannya dan langsung memeluknya di pangkuannya. Angga pun langsung berlari untuk melihat Mila. Ia melihat Mila sudah tidak sadarkan diri lagi. Darahnya mengalir banyak sekali. Sempat ia berpikir jika Mila akan meninggalkannya.


Angga tidak mau hal itu terjadi. Dengan tangan yang gemetaran ia mengambil hp-nya di saku celananya. Ia segera menghubungi rumah sakit untuk membawa ambulannya ke lokasi kejadian. Untung saja rumah sakit sangat dekat dengan hotel tersebut.


Setelah menelepon rumah sakit, ia pun menelepon anak buahnya dan menyuruh mereka semua untuk menangkap pelaku yang menembak Mila. Tentu saja, anak buah Angga sangat terkejut. Mereka sama sekali tidak mengetahui kejadian tersebut. Namun, bos mereka telah memerintahkan. Dan mereka semua bergerak untuk mendapatkan orang tersebut.


Sementara Farhan, ia terlihat marah dan dendam. Ia mengepalkan tangannya dengan begitu kuat. Matanya merah serta mengeluarkan setetes air mata melihat Mila yang sudah tidak berdaya itu. Namun, ia berlari berlainan arah. Entah apa yang ada di benaknya kini.


Reina masih saja terus memeluk Mila dan menangisinya. Ia terus mengucapkan maaf pada Mila yang sudah tidak sadarkan diri itu. Reina merasa semuanya salahnya. Jika tidak, Mila tidak akan tertembak. Reina sangat syok dan tidak mau melepaskan Mila. Kini, gaun indah mereka telah ternodai oleh darah Mila.


Angga ikut berlutut. Wajahnya tampak begitu menyesal. Hari yang seharusnya adalah hari bahagianya bersama Mila, kini menjadi hari yang kelam dalam pernikahannya. Angga juga meneteskan air matanya melihat Mila. Hatinya sangat sakit dan ia tidak bisa berbuat apa-apa saat ini. Ia merasa sangat pecundang. Dirinya begitu tidak berguna sama sekali bahkan tidak bisa menolong istrinya saat ini dan hanya bisa melihatnya saja sambil menunggu ambulan datang.


Angga segera berdiri lagi dan langsung meninju sebuah pohon yang ada di dekatnya. Ia berucap “sial” berulang kali. Ia begitu marah pada dirinya sendiri yang tidak bisa melindungi Mila.


Kemudian, ambulan pun datang. Mereka langsung mengeluarkan bangsal dan alat bantuan pernapasan dan alat-alat lainnya untuk pertolongan pertama. Suster pria itu, dengan sigap membuat pertolongan pertama pada luka tembak yang ada di punggung Mila. Kemudian mengimpus Mila dan memberikan alat bantu pernapasan lalu, membawanya masuk ke Ambulan. Reina dan Angga juga ikut masuk ke dalam ambulan tersebut.

__ADS_1


Bersamaan dengan masuknya Reina dan Angga ke dalam ambulan, kedua orang tua mereka yang tengah khawatir dia pasang pengantin itu tidak kunjung hadir dalam pesta ikut mencari sampai keluar gedung. Dan berapa syoknya mereka saat melihat ambulan berasa di kawasan itu serta melihat Angga dan Reina masuk kedalamnya.


Mama Siska begitu panik melihatnya. Ia langsung mengajak suaminya untuk mengikuti Ambulan tersebut. Hatinya mengatakan jika terjadi sesuatu pada Mila. Jika tidak, mana mungkin Angga ikut dalam Ambulan tersebut.


***


Tidak butuh waktu lama, anak buah Angga langsung mendapatkan bukti dari CCTV dari parkiran dan juga CCTV yang tersembunyi di taman. Mereka pun langsung mengejar orang yang telah menebak Mila itu.


Justin tidak bisa lagi kembali ke parkiran untuk mengambil mobilnya. Ia melihat orang-orang Angga telah menutup aksesnya. Ia pun berlari dengan sembunyi-sembunyi agar tidak ketahuan.


Ciiit... Sebuah mobil berhenti di hadapan Justin. Justin sangat terkejut dan menyangka tamatlah riwayatnya kali ini. Tapi, setelah kaca mobil terbuka ia pun tersenyum melihat orang yang di dalam mobil tersebut yang tak lain adalah Farhan. Ia pun segera masuk ke dalam mobil itu, dan Farhan dengan cepat melakukan mobilnya.


Farhan tidak menjawab sepatah kata pun. Ia terlihat sedang fokus pada jalanan. Justin bersandar dengan tenang. Ia tidak menyangka akan selamat dari kejaran orang-orang Angga.


Kemudian, Justin merasa aneh. Ia melihat jalanan yang sepi dan mereka telah masuk ke dalam hutan. Tidak ada siapa-siapa di sana. Dan Farhan menghentikan mobilnya.


“Kita ngapain di sini?”, tanya Justin yang keheranan.


Farhan langsung keluar dari mobilnya dan membuka pintu di sebelah Justin. Ia langsung menarik paksa Justin untuk keluar dari mobil itu.

__ADS_1


“Hei, apa-apaan kau ini!”, ucap Justin yang mulai takut.


Bugh! Farhan meninju wajah Justin sampai ia terpental dan tersungkur ke tanah sangking kuatnya pukulan Farhan itu. Hidung dan mulut Justin mengeluarkan darah. Ia sangat tidak menyangka mendapat serangan tersebut.


“Apa kau sudah gila? Apa yang kau lakukan padaku! Aku akan melaporkan mulai pada bos”, ucap Justin ketakutan namun berusaha tegas.


Farhan pun menghampirinya dengan wajah yang begitu marah dan langsung mencengkeram kerah bajunya, “Sudah aku bilang jangan pernah menyakiti wanitaku! Tapi, kau malah menebaknya!”. Farhan berteriak di depan wajah Justin.


“A.. Aku tidak tahu. Ka.. Kalau dia akan datang. A.. Aku tadinya ingin menembak Reina...”, ucap Justin tergagap.


“Aku tidak mau tahu apa alasanmu!”, teriak Farhan.


Ia kembali memukuli hingga menendang Justin habis-habisan. Tidak ada jeda sedikitpun sampai Justin pingsan dan babak belur. Setelah puas menghantam Justin, Farhan pun pergi meninggalkannya begitu saja. Ia tidak peduli dengan nyawa Justin.


***


Maaf ya para pembaca sekalian. Karena beberapa hari ini tidak update. Itu karena, outhor lagi pengen leha-leha beberapa hari ini. Ya, namanya juga manusia jadi pengennya ada cutinya gitu. Hehehe.


Tapi, setelah ini bakal up terus kok setiap harinya. Insha Allah. Jangan bosan ya Baca novel ini.

__ADS_1


__ADS_2