Menikah Dengan Mr. Arogan

Menikah Dengan Mr. Arogan
Bab 71. Finally, Mila Bertemu dengan Baron


__ADS_3

“Kapan kakak ngambil video ini? Dimana? Itu wanita yang tadikan? Yang tidur sama Papa di hotel? Dimana dia sekarang kak? Dimana?”, Reina begitu banyak mengajukan pertanyaan.


“Iya Rei... Iya...! Gimana ya. Ceritanya tuh panjang banget. Tapi, intinya ini kakak ambil sebelum kematian Yumi”, jawab Frans yang sudah bingung harus menjelaskan dari mana.


“Apa meninggal? Jadi adiknya Tasya sudah meninggal? Terus, maksudnya dengan bersekutu dengan Baron apa?”, tanya Reina lagi yang masih belum mengerti dengan semuanya.


Frans menoleh ke arah Angga. Mereka pun saling berpandangan. Mereka sama-sama ragu untuk menjelaskannya pada Reina. Dan tentu Reina curiga dengan Angga. Reina jadi berpikir, jika Angga juga telah mengetahuinya sejak lama.


Reina pun memicingkan matanya ke arah Angga. Yang menandakan jika dirinya kesal karena hanya dia yang tidak tahu permasalahan sebenarnya mengenai Yumi.


“Maaf Rei. Kakak tidak memberitahukanmu soal ini”, ucap Angga yang mau tidak mau, sekarang ia harus menceritakan semuanya pada adiknya itu.


“Yumi meninggal dengan keadaan tragis. Dia gantung diri. Tentu hal itu membuat Tasya histeris. Tasya begitu menyayangi adiknya. Dan Yumi adalah satu-satunya keluarga Tasya saat itu”, sambung Angga.


Reina tampak mengerutkan keningnya. Ia membayangkan bagaimana kondisi kakak beradik itu saat kejadian tersebut. Ia pun berpikir apakah mungkin kematian Yumi ada kaitannya dengan video yang baru di tontonnya itu?


Jelas di Video kedua, Yumi terlihat benar-benar di siksa. Di sana ia di paksa untuk melakukan adegan syur bersama seorang pria. Jika Yumi menolak tidak ingin melanjutkan, maka cambuk akan mengenai tubuhnya. Sudah jelas pasti terdapat banyak orang yang menonton mereka. Itu pasti sangat memalukan bagi Yumi untuk memamerkan tubuhnya dan adegan panasnya pada pria-pria di sana.


Tapi, yang jadi pertanyaannya adalah kenapa Yumi mau melakukannya? Apakah dia memang bekerja sama mereka? Ataukah Yumi juga di jebak dan di paksa melakukannya? Karena ia terlihat baik-baik saja saat beradegan dengan Papa Roy. Itulah yang ada di pikiran Reina.


“Apakah Tasya menyangka jika Papa lah yang menyebabkan kematian Yumi? Jangan-jangan dia berpikir Yumi meninggal karena telah di nodai oleh Papa. Jadi, Tasya tidak tau jika video itu adalah hasil editan?”, ucap Reina yang benar-benar jenius bisa secepat itu menyimpulkan semuanya. (Kang editnya pasti kelas kakap nih)


Frans melihat ke arah Reina. Kemudian, ia mengangkat bahunya. Yang seolah menyatakan, ya seperti itulah. Seperti yang Reina utarakan.


“Terus, Kenapa kak? Kenapa saat kakak tahu semuanya kakak tidak langsung memberikannya pada Papa ataupun kak Angga? Biar kita semua juga tahu apa yang telah terjadi pada Yumi dan bisa membuktikan bahwa Papa benar-benar tidak bersalah”, ujar Reina lagi yang kesal dengan sikap Frans yang terbilang tidak cepat dalam bertindak.


Frans melihat ke arah Angga lagi. Dan kali ini, ia melihat dari mata Angga bahwa Angga juga ingin mengetahui alasan Frans yang merahasiakan hal sebesar ini. Frans pun menghela napas panjang.


“Seperti yang kalian lihat, ini adalah video yang sangat mengerikan dan juga aib bagi wanita yang ada di video itu. Kalian tau? Kabar Yumi meninggal berselang sehari setelah kejadian itu”, jelas Frans dengan raut wajah yang tidak bisa di artikan.


“Rei!”, panggil Frans.


Kini Frans duduk dengan menghadap ke arah Reina. Dan Reina juga tengah menatapnya.


“Jika kamu adalah Tasya, apakah kamu rela Video adikmu ini di tonton orang lain?”, tanya Frans.

__ADS_1


Reina terdiam. Reina kembali mengingat kejadian di video tadi. Dan ia pun menarik napas panjang. Kemudian menggelengkan kepalanya pelan.


“Ya, biar begini. Aku juga masih punya hati nurani. Asal kalian tahu, aku telah memberikan Video ini pada Tasya. Tapi, sepertinya ia belum melihatnya. Dan aku tidak mengerti bagaimana video ini bisa berada di tangan Mila”, jawab Frans yang tengah berpikir.


Mereka bertiga pun kini tengah berpikir keras. Tidak bisa menyangka persoalan ini begitu berbelit-belit. Dan yang lebih mengherankan lagi, kenapa semua bukti bisa jatuh ke tangan Mila? Kali ini otak mereka benar-benar buntu. Satu-satu yang bisa menghilangkan rasa penasaran mengenai bukti itu hanyalah dengan bertanya pada Mila.


“Mila!”, ucap ketiganya saat menyadari sesuatu.


Mereka saling berpandangan. Sepertinya ketiganya memikirkan hal yang sama.


“Kita nggak bisa membiarkan Mila sendirian menghadapi Baron apapun alasannya”, ucap Angga yang mulai khawatir pada istrinya.


“Benar! Kita harus cari tahu di mana Mila sekarang!”, sambung Reina.


“Kalian berdua, pergilah selamatkan Mila. Aku akan merencanakan dengan anak buahku untuk mendatangi suatu tempat. Dan rencanaku itu akan membuat Baron hancur sehancurnya”, ucap Frans dengan merapatkan giginya.


Jelas Angga dan juga Reina kembali bertanya kepada Frans. Dan Frans menjawabnya dengan singkat. Bahwa Jimmy, pria yang berperan sebagai suami palsu Tasya telah mengungkap tempat di mana dana utama Baron mengalir dengan cepat. Yaitu di sebuah Vila milik Baron yang digunakannya untuk menyewa tempatnya dan juga sekaligus membuat video syur dengan kamera yang tampak maupun yang tersembunyi.


Kedua kakak beradik itu benar-benar terkejut mendengar penjelasan Frans. Terutama Mila yang tidak menyangka jika Tasya telah berbohong. Jadi, selama ini mereka hanya berpura-pura menikah.


Frans membenarkan kesimpulan Reina itu. Hal itu dibuat, agar Angga yang sangat mencintainya itu jadi terpuruk dan hancur. Kemudian, saat itu pasti Papa Roy juga akan ikut hancur melihat putranya yang hancur. Namun, ternyata mereka salah dan mulai mengganti strategi lagi untuk mendekati Angga agar pernikahan Angga hancur.


***


Mila terus saja menatap wajah tua itu. Wajah yang sama saat Mila kecil melihatnya. Hanya saja kini wajah itu telah di penuhi sedikit kerutan. Mila kembali teringat akan masa lalunya di mana ia melihat wajah Baron yang telah menghabisi kedua orang tua Farhan.


“Kamu sangat pintar memilih wanita, anakku”, ucap Baron senang kepada Farhan.


Farhan pun tersenyum, bangga akan pujian ayahnya. Sedangkan Mila tidak ada senyum di wajahnya. Ia juga tidak berselera untuk makan. Mana bisa ia makan dari uang hasil menipu dan menyakiti orang lain. Mila telah mempelajari semuanya. Dia tahu jika desa yang dia tinggali dulu menjadi sebuah bangunan untuk meraup uang yang banyak namun, sudah pasti uang itu uang haram. Dan sudah pasti pemiliknya adalah Baron. Orang yang telah mengusir semua penduduk desa.


Belum lagi situs p*rn miliknya yang berkedok situs pemerintahan. Tentu Mila tahu semuanya. Dirinya telah lama mencari informasi tentang usaha apa saja yang di lakukan oleh Baron. Untuk apa Mila melakukannya? Entahlah. Yang pasti ada rasa dongkol serta ingin tahu saja. Tapi, dari situ ia pun menjadi lebih memahami seberapa hinanya Baron.


“Apakah anda tidak mengenal saya Tuan?”, tanya Mila yang telah menghentikan tangannya mengaduk-aduk makanan dan kini menatap Baron dengan saksama.


Mendengar pertanyaan Mila, Baron pun mencoba mengingat-ingat wanita di depannya itu yang seolah-olah telah mengenalnya lama.

__ADS_1


“Oh, maaf. Saya rasa saya tidak ingat pernah mengenalmu”, jawab Baron.


“Sayang sekali. Tapi, saya sangat ingat dengan Anda”, sahut Mila dengan tersenyum manis namun, panas di hati.


Baron pun membalas senyuman itu dan menyuruhnya untuk melanjutkan makannya. Baron senang, lagi-lagi ia punya pengikut lagi yang akan menjadi bonekanya. Atau... Ya, dia punya pikirannya sendiri.


“Sayang sekali kamu telah menikah dengan anak dari pria bejat itu. Kamu harus segera bercerai dengannya. Lalu, Farhan akan menikahimu. Benar begitukan?”, ucap Baron yang di akhiri dengan bertanya pada Farhan.


Farhan mengangguk senang pada Baron. Karena Baron telah menyetujui keinginannya. Namun, tidak dengan Mila. Di saat tangan yang satunya memegang sendok, lalu tangan yang satunya lagi terkepal dengan kuat mendengar ucapan Baron yang menyuruhnya bercerai dari Angga.


“Sampai mati pun aku nggak akan mau bercerai dengan Angga. Dasar pria tua licik!”, ucap Mila dalam hati.


“Oh ya, Ayah sungguh sangat senang hari ini. Karena kalian telah berhasil menghancurkan keluarga angkuh itu. Dengan begitu dia bisa merasakan apa yang telah kalian alami termasuk yang saya alami karena ulah tidak tahu dirinya itu”, lanjut Baron.


“Tentu ayah. Kita telah berhasil merenggut kebahagiaannya”, sahut Farhan.


“Orang mesum dan arogan seperti Roy tidak layak untuk bahagia”, lanjut Baron lagi.


Lagi-lagi Mila di buat kesal oleh ucapan Baron dan juga Farhan. Mila tahu papa mertuanya tidak seperti apa yang mereka gambarkan. Malahan Papa Roy adalah orang yang sangat baik dan juga sangat sayang padanya. Mila tidak Terima jika ada yang menghina Papa Roy seperti itu.


“Untung saja wanitamu ini tidak menjadi korban pelecehan Roy....” ucap Baron dengan wajah mengejeknya.


“Cukup!”, teriak Mila sambil menggebrak meja.


Mila benar-benar tidak tahan lagi untuk tetap menahan amarahnya. Napasnya menderu dengan cepat. Ia memasang wajah sangarnya sambil menatap tajam ke arah Baron yang telah berbicara kurang ajar itu. Pembicaraan Baron sudah mulai menuju untuk mempermalukan Mila.


“Anda sudah melebihi batas! Saya tidak Terima atas apa yang anda tuduhkan kepada ayah mertua saya!”, ucap Mila dengan geram.


“Kurang ajar! Wanita seperti tidak pantas lancang kepadaku!”, jawab Baron yang kesal atas perbuatan Mila yang cukup membuatnya tersinggung.


Farhan pun sangat terkejut mendengar Mila yang tiba-tiba angkat bicara dengan begitu lantang. Farhan mencoba menenangkan Baron dan Mila. Agar tidak terjadi perselisihan lebih dalam lagi antara mereka. Farhan tahu seperti apa ayahnya yang tidak akan mundur jika memerintahkan sesuatu. Tidak juga pandang buluh mau pria ataupun wanita.


“Mil, kenapa kamu malah seperti ini? Bukannya sudah kakak katakan jika Roy adalah orang jahat yang telah merusak desa kita dan...”, kata Farhan yang lalu terhenti mengingat kematian orang tuanya.


“Dia!”, ucap Mila sambil menunjuk ke arah Baron. “Dia adalah orang yang telah membunuh kedua orang tua kakak!”.

__ADS_1


“Apa?”, ucap Farhan yang tidak percaya dengan apa yang telah di dengarnya dari Mila.


***


__ADS_2