Menikah Dengan Mr. Arogan

Menikah Dengan Mr. Arogan
Bab 76. Membuat Video Mila


__ADS_3

Tasya yang sudah tidak sadarkan diri itu, telah di lepas ikatannya. Namun, ia harus di seret oleh anak buah Baron sampai ke tepi tembok pembatas. Dari atas melihat ke bawah itu sangatlah tinggi sekali. Dan mereka harus melemparkan Tasya dari sana.


“Tidak! Hentikan, ku mohon”, Mila terus memohon.


“Hentikan Baron! Apa kau sudah gila? Dia masih hidup! Kenapa kau ingin membunuhnya?”, teriak Farhan yang juga tidak menginginkan Tasya terbunuh.


“Karena dia yang telah memintanya sendiri. Hm.. Ha.. Ha.. Ha”, ucap enteng Baron dan diakhiri dengan tertawa yang sangat kuat.


“Dasar tua bangka gila! Seharusnya kau yang tidak pantas hidup brengsek!”, jawab Farhan yang sangat kesal sekali dengan Baron yang masih bisa tertawa itu.


Mendengar ucapan Farhan, Baron menjadi tidak senang. Lalu, ia tempelkan tapak kakinya di pipi Farhan. Bahkan ia tekankan sangat kuat hingga Farhan kesakitan.


“Kau terlalu banyak bicara! Ini balasan untukmu!”, ucap Baron yang menggesek-gesekkan kakinya di pipi Farhan.


Kemudian, Baron kembali memerintah anak buahnya itu, untuk melanjutkan kerja mereka. Ya, tidak ada kata iba di kamus Baron.


“Tidak! Ku mohon hentikan! Aku akan melakukan apa yang anda mau, asalkan anda membiarkan Tasya tetap hidup”, ucap Mila untuk bernegosiasi.

__ADS_1


Seketika Baron menyuruh anak buahnya untuk berhenti. Namun, tubuh Tasya tetap berada di pinggir sana untuk memastikan Mila memenuhi janjinya. Ya, Kata-kata Mila itulah yang di tunggu-tunggu Baron dari tadi. Mila telah menyerahkan dirinya dengan suka rela.


Baron pun segera menyuruh anak buahnya untuk melepaskan Mila. Dan segera salah satu di antara mereka melepaskan tapi yang mengikat Mila di kursi tersebut. Setelah itu ia di bawa ke tengah-tengah mereka.


“Dengar baik-baik kata-kataku. Lakukan semua yang aku perintahkan. Jika kamu tidak melakukannya, maka bersiaplah untuk melihat kematian wanita malang itu”, ucap Baron yang telah merasa menang.


Sebenarnya, Mila sangat takut saat ini. Ia melihat lagi ke arah Tasya yang sudah bersiap di terjunkan ke bawah. Mila pun menelan salivanya bersiap untuk melakukan apa yang di perintahkan oleh Baron.


Kemudian, Baron memberikan kode pada anak buahnya. Yang kemudian ditanggapi dengan cepat oleh mereka. Ya, mereka tengah mempersiapkan sesuatu. Dan tidak lama kemudian, lampu pun dihidupkan menyorot tajam ke arah Mila dari berbagai penjuru. Dan ada beberapa kamera juga di sana.


“Ayo tepati janjimu sekarang! Cepat buka kain yang menutupi kepalamu itu”, ucap Baron tanpa basa-basi sedikitpun.


“Hentikan Baron! Kau benar-benar sudah gila. Kau menyuruhnya membuka hijabnya itu sama saja kau menelanjanginya!”, ucap Farhan kesal sekaligus menggerakkan tubuhnya untuk lepas dari anak buah Baron.


“Ya, memang itu tujuanku. Menelanjanginya dan menyebarkan videonya. Sehingga uangku akan bertambah. Hahaha”, jawab Baron bersuka cita.


Melihat Mila yang tidak bergeming sedikitpun, Baron memberikan kode agar Tasya kembali di jatuhkan. Melihat pergerakan mereka Mila kembali menghentikannya. Dan tangannya pun mulai bergerak memegang kancing peniti. Tapi, kemudian ia hanya menggenggamnya. Sungguh ia tidak sanggup melakukannya.

__ADS_1


“Apapun, tapi tolong jangan memintaku untuk membukanya”, pinta Mila dengan penuh harap.


“Buka, atau kau akan melihat Tasya tewas dengan tragis! Ck, ayo cepat buka!”, ucap Baron yang kesabarannya setipis tisu.


Ia mendatangi Mila lalu menggenggam hijabnya dan berusaha melepaskannya. Namun, Mila sekuat tenaga juga mempertahankan hijabnya.


“Ayo buka! Cepat buka! Baju ini, kau juga harus membukanya! Ha!”, ucap Baron yang terus memaksa Mila.


Krek! Pada akhirnya lengan baju Mila sobek. Mila pun sampai menangis karena merasa sangat malu. Sudah habis kesabaran Farhan. Amarahnya sudah sampai ke ubun-ubun. Ia pun mengumpulkan semua kekuatannya untuk terlepas dari anak buah Baron.


Farhan berteriak sembari berdiri dari berlututnya mengalahkan kekuatan dari anak buah Baron. Farhan berhasil melepaskan dirinya. Namun ia mesti berkelahi dengan anak buah Baron itu untuk sampai ke tempat Mila berdiri.


Nggak tanggung-tanggung Farhan harus  berkelahi dengan belasan atau bahkan lebih dari 20 orang. Tapi, Farhan terlihat dominan di antara mereka. Satu persatu anak buah Baron terjatuh. Dan itu membuat Baron geram sehingga ia mengeluarkan sebuah pistol. Tidak ada yang tahu karena mata mereka hanya tertuju pada Farhan.


Dor! Dor! Sebuah peluru melesat dan merasuki tubuh Farhan tepat di dadanya. Seketika itu hening, dan Farhan pun terkulai dan jatuh ke lantai begitu saja.


Sedangkan di tempat lain, tepatnya di pekarangan rumah Baron. Angga, Reina, dan Frans yang tadinya sudah mau pergi dari rumah itu, sempat mendengar suara tembakan itu.

__ADS_1


Angga yang masih ingin membuka pintu mobil langsung terdiam. Ia bergumam menyebut nama Mila. Kemudian ia berbalik memandangi rumah itu lagi.


***


__ADS_2