Menikah Dengan Mr. Arogan

Menikah Dengan Mr. Arogan
Bab Spesial 7. Ratu Mak Comblang


__ADS_3

Mila dan Reina berjalan menelusuri rak-rak yang penuh dengan cemilan. Berbeda dengan Reina yang terus saja melamun dan lesu, Mila malah terlihat seperti anak kecil yang ingin memiliki semua jenis cemilan tersebut. Sedikit-sedikit troli Mila penuh dengan jajanan. Dan ketika itu, Mila benar-benar tidak tahan lagi. Ia langsung membuka bungkus wafer yang di selimuti banyak coklat itu dan langsung melahapnya. Mila langsung merasa meleleh sangking nikmatnya. Lalu, pandangannya ke arah Reina yang masih saja murung. Mila pun cepat-cepat memakan wafernya dan menaruh bungkusnya di troli lagi.


"Rei? Kamu masih kepikiran ya?", tanya Mila yang prihatin pada Reina.


Reina menggelengkan kepala, "Aku nggak ngerti Mil. Tapi, rasanya aku nggak terima diperlakukan seperti ini pada Frans".


Reina menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Bagaimana dia dengan lantangnya memarahi Frans di depan orang banyak sampai Frans yang tidak menghubungi lagi sejak kejadian itu. Memikirkan itu, sangat menyakiti pikiran Reina.


"Jadi, sebenarnya kamu marah sama Kak Frans itu karena kamu merasa cemburu sama temennya atau memang karena kamu tidak suka di dekati terus sama Kak Frans?", telisik Mila.


Reina pun menghentikan langkahnya mendengar pertanyaan dari Mila. Ia pun tengah berpikir mengenai alasan dirinya marah pada Frans. Dan ya, Reina menyadari jika amarahnya muncul mulai dari Frans yang terlihat bahagia saat bertemu dengan teman wanitanya itu. Dan setelah itu, Reina tidak konsentrasi menonton karena pikirannya terus traveling mengenai kedekatan Frans dan Friska.


Mila terus memperhatikan Reina yang diam mematung itu. Tapi, mata dan wajahnya tidak bisa bohong kalau dia sedang bingung. "Itu namanya cemburu Rei. Hati kamu pasti nggak terima melihat Kak Frans bahagia bersama wanita lain. Karena kamu dan dia sudah lama selalu bersama. Mana lagi selama ini kak Frans menomor satukan kamu dan kamu tahu jika Kak Frans tidak pernah menolak permintaan kamu. Bukan cinta yang datang terlambat Rei, tapi kamu yang terlambat menyadarinya", ungkap Mila untuk membuka hati dan pikiran Reina.


"Jadi, aku harus gimana Mil? Aku nggak mau kayak gini terus. Merasa bersalah dan takut kalau kak Frans pergi dari aku", jawab Reina yang mulai jujur pada dirinya.


Reina mulai mengerti hatinya. Ucapan Mila memang benar adanya. Reina selama ini hanya sibuk dengan gengsinya. Padahal dirinya sudah terbiasa dengan Frans. Dan setelah sudah seperti ini, ia baru menyadarinya. Apakah Reina telah terlambat?


"Kamu, nggak boleh nyerah Rei. Kamu harus bisa mendapatkan hati kak Frans lagi. Harapan dan Doa tidak berhasil kalau tidak dengan usaha keras. Ingat, Kak Frans selama ini mencintai kamu. Dan masih ada kemungkinan benih-benih cinta di hatinya yang bisa kamu kembangkan menjadi cinta yang besar untuk kamu lagi", ucap Mila mengompori hati dan pikiran Reina.

__ADS_1


"Kamu benar Mil. Aku akan mencari cara untuk mendekati Kak Frans. Aku nggak boleh kalah dari wanita itu!", jawab Reina yang sudah terprovokasi oleh Mila.


"Ya! Tidak ada yang boleh mendapatkan Kak Frans kecuali kamu, Rei!", tambah Mila lagi.


Mereka berdua pun saling berpandangan dan juga saling tersenyum licik. Dan sekarang semangat Reina semakin bertambah. Ia mengajak Mila agar cepat pulang karena tidak sabar ingin memikirkan trik apa yang harus ia lakukan untuk dekat dengan Frans lagi. Reina pun berjalan dengan semangat di depan Mila.


Yes! Akhirnya Reina bisa aku provokasi juga. Kayaknya aku bisa deh di nobatkan sebagai ratu Mak comblang, hehehe. Mila gitu loh! Ungkap Mila dalam hati sambil senyum-senyum sendiri yang bangga akan keberhasilannya.


Tapi, tiba-tiba Mila menghentikan langkahnya. Ia merasa pusing dan pandangannya mulai kabur dan semakin gelap. Mila sudah tidak sanggup lagi untuk tetap berdiri. Dan akhirnya, ia pun terkulai lemas dan pingsan.


Orang-orang di sekitarnya berteriak melihat Mila tiba-tiba pingsan. Dan Reina langsung menoleh kebelakang saat mendengar kericuhan tersebut. Dan betapa terkejutnya Reina melihat Mila yang sudah tidak berdaya tergeletak di lantai. Ia pun berlari menghampiri Reina dan mencoba menyadarkan Reina. Mila buru-buru menelepon Angga untuk cepat datang menolong Mila.


Orang-orang telah berkerumun melihat Mila. Lalu, Reina mendapatkan ide meminta dua orang pria untuk menggotong tubuh Mila ke lantai dasar. Dan kedua pria itu pun bersedia membantu dan langsung mengangkat tubuh Mila. Sedangkan Reina mendorong troli-nya dan menitipkannya di kasir. Ia juga bilang pada kasir bakal ada seseorang yang akan datang membayar itu semua. Dan setelah itu ia pun buru-buru keluar dan berjalan menuju lift.


Saat menunggu lift turun, Sandra menyempatkan menelepon seorang anak buahnya untuk mengurus belanjaan mereka tadi. Dan setelah itu ia menelepon Angga dan menanyakan keberadaannya. Untungnya, kantor mereka tidak jauh dari supermall tersebut. Jadi, tidak banyak makan waktu yang lama untuk sampai di sana.


Saat lift sampai di lantai dasar, di situ juga Angga sudah berada di sana juga. Angga sangat terkejut melihat tubuh istrinya yang sedang di gotong oleh pria lain.


"Eh, eh, eh! Apa-apaan kalian menyentuh istriku!", teriak Angga dari jauh sambil menunjuk-nunjuk. "Berikan istriku padaku!", sambung Angga sambil berjalan mendekati mereka dan berusaha merebut Mila.

__ADS_1


"Kak! Jangan gegabah ya! Kalau Mila jatuh gimana?", Reina marah pada Angga. "Sudah cepat bawa kemari!", perintah Reina pada kedua pria itu untuk membawa Mila sesuai arahannya.


Angga malah seperti tidak dianggap sama sekali. Ia tampak kesal apalagi melihat istrinya di sentuh oleh pria lain. "Hei! Dia itu istriku! Cepat berikan padaku! Aku masih bisa menggendongnya sendiri!", teriak Angga sambil mengejar mereka sampai tiba di depan mobilnya.


"Ayo kak, cepat buka pintu mobilnya!", perintah Reina yang kesal terhadap kakaknya yang lamban.


Dengan geram dari jauh Angga menekan tombol di kunci mobilnya. Dan Reina langsung membuka pintu dan masuk ke dalam mobil lalu, menyuruh kedua pemuda itu untuk membawa masuk Mila juga.


Kemudian, Angga masuk ke dalam mobil dan menutup pintu dengan kuat. "Kamu tuh, kenapa sih harus nyuruh laki-laki lain untuk gendong Mila? Kenapa nggak nunggu kakak aja?", ucap Angga marah.


"Ya ampun kak, ini darurat loh! Maklum dikit napa!"


"Tapi, Kakak nggak suka Rei, kalau Mila harus di pegang-pegang sama pria lain!"


"Stop ya kak! Cepat jalan, kasian Mila! Apa Kakak mau Mila kenapa-napa?", desak Reina.


Dan akhirnya Angga pun menjalankan mobilnya menuju rumah sakit terdekat. Yaitu rumah sakit tempat Frans bekerja.


***

__ADS_1


__ADS_2