
“Maaf kak, aku nggak bisa lama-lama bersama kakak. Aku nggak mau Reina tahu dan dia salah paham. Jadi, bisa kakak bilang sekarang apa yang ingin kakak katakan padaku?”, ucap Mila tanpa basa-basi.
“Okey, setelah makan saja ya kita bicarakan”, pinta Farhan.
Mila tidak ingin berdebat. Jadi, dia turuti saja ucapan Farhan. Dan tidak lama kemudian, pesanan mereka pun di antar. Sambil makan, mereka berbicara hal-hal yang biasa saja. Tentang kesehatan Mila, masa-masa saat di sekolah.
Mereka tidak tahu saja jika Angga dengan mengawasi mereka dari dalam mobilnya. Sampai saat ini, Angga belum tahu tujuan Mila makan bersama dengan iparnya itu.
Dan..... Tiba-tiba.
Berita terhangat sedang muncul di semua media. Mila juga mendapatkan notifikasinya. Semua orang menonton vidio syur Roy dan Yuna, termasuk Mila dan juga Angga.
Begitu pula dengan Farhan yang heran video tersebut telah tersebar. Padahal Ayahnya tidak bilang apa-apa padanya. Mila langsung berdiri dari duduknya. Ada hal yang harus ia lakukan.
“Ada apa Mil?”, tanya Angga.
“Ada apa? Kakak masih bisa bilang ada apa? Jelas-jelas papa sedang di tonton semua orang. Aku mau menolong papa! Aku punya bukti jika video itu palsu!”, ucap Mila dengan tegas.
Mila sudah bergegas meninggalkan Farhan yang masih bingung dengan ucapan Mila. Jika Mila punya bukti tentang kepalsuan video itu. Dan persekian detik Farhan menyadarinya dan berlari mengejar Mila yang sudah berada di halaman kafe. Jelas, Angga melihatnya dari dalam mobil.
Farhan menarik tangan Mila untuk menghentikannya. “Tunggu Mila, apa maksudmu dengan bukti itu?”
“Bukti Video aslinya ada padaku. Papa Roy telah di jebak”, jawab Mila jujur.
__ADS_1
Farhan tercengang sebentar. Ia tidak bisa berpikir bagaimana bisa bukti itu ada di tangan Mila? Sedangkan selama ini ia telah lelah mencarinya.
“Boleh aku minta bukti itu?”, tanya Farhan sedikit ragu. Takut jika Mila salah paham dengannya.
“Kenapa? Apakah itu yang kakak cari selama ini?”, Mila balik bertanya.
Mila melihat Farhan yang setengah terkejut mendengar pertanyaan Mila. Mungkin dihatinya bertanya dari mana Mila mengetahuinya?
“Apa yang ingin kakak lakukan pada video itu? Apakah kakak akan membantu papa atau malah semakin menghancurkannya?”, tanya Mila dengan tegas.
“Papa mertua yang kamu anggap baik selama ini adalah orang yang sangat jahat. Aku bilang seperti ini karena aku tahu jika Roy adalah orang dibalik hancurnya desa kita dan juga para warga di sana”, jawab Farhan terlihat sangat sedih.
Namun, Mila terlihat mengerutkan dahinya. Ia sepertinya mengerti mengarah kemana Farhan bercerita.
Mila tidak percaya dengan apa yang telah dikatakan Farhan. Tentu saja dia ingat siapa Kak Han-nya itu. Sosok pria yang selalu membuat hatinya bahagia. Mereka sangat dekat dulu. Bahkan Mila pernah bermimpi jika ia akan menikah dengan Han.
Farhan pun mencoba menceritakan dirinya bisa sampai seperti saat ini. Yang tak lain adalah bantuan dari Baron. Dikala ke terpurukannya setelah kedua orang tuanya meninggal, Baron datang dan menjadikan ia anak angkatnya. Baron menceritakan semua yang dilakukan Roy selaku bos yang mengambil alih tanah mereka dengan sangat arogan. Maka dari itu, Baron bilang jika mau menyalahkan maka salahkan Roy. Dan Roy juga adalah sahabat Baron yang telah mengkhianatinya.
Dia hidup dengan segala kemewahan saat bersama Baron. Dan saat itu, dimana dirinya bertemu dengan Mila, ia begitu bahagia. Ingin rasanya dia memeluk erat tubuh Mila. Namun, ia tidak bisa. Karena dia telah memiliki misi dari ayahnya. Dan tidak ingin Mila masuk dalam bahaya.
Setelah itu, Farhan juga mengakui jika dirinya selama ini merindukan Mila dan tanpa ia sadari ia telah jatuh cinta pada Mila. Saat itu, ia melihat Mila yang sedang kehujanan. Ia sungguh ingin merangkul Mila saat itu, tapi tidak bisa. Dia hanya bisa memberikan semangkuk bakso untuknya. Dari situ Farhan terus kepikiran Mila yang hidup ke susahan. Makanya saat ia bertemu lagi dengan Mila ia memberikan sejumlah uang untuk Mila pakai sehari-hari.
Mila masih ingat kejadian itu. Tentu hal itu sangat mengharukan. Tapi, ia tidak menyangka jika yang melakukan semua itu adalah Farhan atau kak Han. Bagi Mila Farhan benar-benar seperti sosok malaikat yang di kirimkan Tuhan untuknya.
__ADS_1
Mila sampai tidak mengerti harus apa. Air matanya menetes melihat kak Han-nya ada di hadapannya sekarang ini. Rasa rindunya kini telah terobati. Tanpa ragu lagi, Farhan memeluk Mila yang masih melamun. Mila tidak berontak sama sekali. Ia pun merasakan kerinduan yang sama. Ia menutup matanya mengingat masa-masa indahnya bersama Han.
Angga sungguh tidak percaya dengan apa yang telah di lihatnya. Mila dan Farhan saling berpelukan. Tentu saja hal itu menimbulkan rasa cemburu pada Angga. Tanpa sadar Angga telah mengepalkan tangannya.
“I love you, Mil. Ikutlah bersamaku. Setelah balas dendamku selesai kita akan hidup bahagia”, ucap Farhan yang masih memeluk Mila.
Dengan sangat jelas, Mila mendengar ucapan Farhan. Tapi, ia langsung teringat dengan Angga suaminya. Tidak, Farhan sudah tidak ada lagi di hatinya. Cintanya sekarang sudah berpindah pada Angga, suaminya. Tapi, jika dikatakan sayang, ya dia sayang sebagai adik dan peduli. Mila tidak mau jika Farhan terus salah langkah.
“Mil, kenapa kamu diam aja?”, tanya Angga setelah melepas pelukannya.
“Aku ngga bisa gitu aja ikut bersama kakak. Aku coba pikirkan ya”, jawab Mila dengan terpaksa tersenyum agar ia terlihat meyakinkan.
“Baiklah, tapi apa aku boleh minta video itu? Ini demi balas dendamku. Selama ini kita telah di tipu oleh ular yang bernama Roy itu”, pinta Farhan.
Dengan ragu-ragu, Mila mengambil sebuah Flashdisk dari tasnya. Dan memberikannya pada Farhan. Dengan senang hati Farhan menerimanya. Ia pun bisa bernapas lega sekarang. Karena salah satu misinya telah berhasil.
Dari jauh, Angga semakin geram melihat mereka berdua. Angga tahu betul itu adalah Flashdisk miliknya. Pemberian papanya yang di desain sendiri membentuk badan naga. Angga juga tidak habis pikir jika Mila yang menyembunyikannya. Apakah mereka telah bersekongkol untuk menjatuhkan keluarganya?
Angga benar-benar tidak tahan lagi. Rasanya darahnya sudah mengalir ke kepala semua. Ia pun pergi dari tempat itu. Ia akan menemui papanya.
“Makasih ya Mil. Kamu benar-benar penyelamat aku”, ucap Farhan sambil menangkup kedua pipi Mila.
Dan bukan hanya Angga, tetapi ternyata Reina juga telah mengetahui semuanya tentang Farhan dan juga Mila. Berbeda dengan Angga yang tidak tahu pembicaraan mereka.
__ADS_1
***