Menikah Dengan Mr. Arogan

Menikah Dengan Mr. Arogan
Bab 2 spesial. Sumpah Reina


__ADS_3

Malam ini, seluruh anggota keluarga beserta dokter kepercayaan keluarga Papa Roy hadir di meja makan untuk menikmati makan malam mereka. Awalnya suasananya sangat hangat, sampai pada akhirnya ucapan Mama Siska membuat Frans jadi salah tingkah.


"Oh ya Frans, kamu udah punya pasangan belum?", tanya Mama Siska.


Pikiran Frans langsung traveling. Pasti Mama Siska mau menjodohkannya dengan Reina, itu yang ada di pikiran Frans. Dengan ini, Frans pun tidak banyak basa-basi. Ia langsung menggelengkan kepalanya sambil tersenyum cerita. Karena ia berpikir akan mendapat jackpot.


"Ya, dicari dong! Kamu tuh udah berumur loh Frans", Sentak Mama Siska yang gemas dengan Frans.


Seketika Frans merasa di lempar bom. Raut wajahnya yang sumringah tadi kini menciut kecut. Rasanya omongan Mama Siska itu menusuk sampe ke tulang bukan ke hati lagi.


Sedangkan Reina, ia malah berusaha membekam mulutnya. Agar suara tawanya yang kuat itu tidak keluar. Wajah Frans yang layu itu sungguh lucu untuk di lihat seorang Reina.


"Masa nggak kepikiran gitu buat nikah? Kamu tuh ya, udah ganteng dokter lagi. Kalau ada cewek yang nggak suka sama kamu, tante yakin tuh cewek pasti ada kelainan", lanjut Mama Siska yang tanpa tahu jika yang lain pada sibuk menahan tawa.


"Nah, itu dia Tan. Aku juga mikir cewek ini ada kelainan", jawab Frans yang merasa telah di bela.


Api pun berkobar di tubuh Reina. Rasanya panas sekali di bilang dirinya punya kelainan. Ya, mungkin Mama tidak paham siapa yang di maksud Frans. Tapi Reina? Tentu saja ia tahu bahwa dirinya yang di sebut oleh Frans.


Mama Siska pun melanjutkan obrolan dengan Frans mengenai wanita incaran Frans itu. Frans tampak menjelek-jelekkan Reina walau hanya dengan kode-kode. Reina telah memicingkan matanya pada Frans pertanda dirinya akan membalas Frans.


Sementara itu, Angga dan Mila hanya bisa diam seribu bahasa. Mereka hanya mendengarkan drama itu. Lumayan kan, ada tontonan gratis. Namun, berbeda pula dengan Papa Roy yang antusias memakan makanannya tanpa mendengarkan keributan di meja makan itu.


"Oh iya. Bukannya Tante tadi bilang mau buatin aku bakso kesukaanku? Mana Tan?", tanya Frans sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh isi di meja itu.

__ADS_1


"Oh iya. Tante lupa. Tunggu ya. Bi...", ucapan Mama Siska terhenti.


"Eh, Ma.. ma.. Biar aku aja yang ambil oke", pinta Reina yang langsung bergerak ke dapur.


Tanpa sedikitpun kecurigaan pada Reina yang tiba-tiba mau mengambil makanan di dapur. Biasanya juga dia paling suka nyuruh. Mama Siska dan Frans masih berceloteh. Mereka benar-benar terlihat cocok kalau sedang bergosip.


Dan, tiba-tiba.... zzlup!


Sebuah bakso yang besar masuk ke dalam mulut Frans. Pelakunya tak lain dan tak bukan adalah Reina. Puas Reina bisa balas dendam sama Frans. Belum lagi habis, Reina memasukkan lagi sebuah bakso yang berukuran sama. Sehingga Frans kesulitan untuk mengunyah apalagi berbicara.


Sangking susahnya untuk mengunyah, alih-alih Frans langsung mengeluarkan isi mulutnya itu ke piringnya. Sontak Mila yang melihatnya langsung ikut mual. Sudahlah ia tidak bernafsu makan malah sekarang harus melihat hal yang menjijikan. Mila pun pergi dari meja makan menuju kamar mandi untuk muntah.


Brak!


"Awas kalian ya! Kalau terjadi sesuatu pada Mila!", ucap Angga geram sambil menunjuk Frans dan Reina. Kemudian, ia mengikuti Mila karena begitu khawatir


"Rei! Apa-apaan sih! Tuh, gara-gara kamu Mila jadi mual-mual lagi!", ucap Frans yang nggak mau di salahkan.


"Yang ada Mila mual karena kakak! Ngapain kakak muntah di depan Mila? Jorok banget sih!", Sahut Reina yang tidak ingin di salahkan juga.


"Ya, itu gara-gara kamu. Masukin bakso dia biji ke mulut aku! Gimana g mau muntah coba? Pokoknya aku g mau tau ini tuh salah kamu!"


"Gak! Ini tuh salah kakak!"

__ADS_1


"Kamu!"


"Kakak!"


Zzlup!


Mama Siska memasukkan ayam goreng ke mulut dua orang itu masing-masing. Seketika mereka pun terdiam.


"Kalian berdua ya! Ribut....mulu! Udah kayak Tom and Jerry! Gak bisa apa sekali kali tenang gitu? Ha?", bentak Mama Siska. "Orang mau makan aja pun nggak tenang".


"Reina duluan Tan...", ucap Frans yang mulutnya masih penuh dengan ayam goreng.


"Sama aja! Nggak usah tuduh-tuduhan! Kamu juga Reina? Kenapa kamu berbuat seperti itu? Hah? Orang lagi makan juga, di gangguin mulu!", Sambung Mama Siska yang masih geram.


"Belain aja terus anak kesayangan Mama ini! Memang ya, kayaknya Mama lebih sayang sama kak Frans ketimbang aku!", jawab Reina yang tak kalah kesal.


Ia meletakkan ayam gorengnya di piring Frans. Dan langsung meninggalkan meja makan menuju kamarnya. Sampai-sampai ia menutup pintu kamarnya dengan kuat. Lalu ia rebahkan tubuhnya di ranjang empuknya.


Ia lihat langit-langit kamarnya dan dia teringat lagi kejadian barusan. Di mana Frans mengatakan bahwa dirinya punya kelainan. Ia pun kembali kesal. Reina berteriak sambil memukul-mukul kasurnya menggunakan tangan dan kakinya sambil berbaring.


"Awas aja! Sampai kapanpun aku nggak mau jatuh cinta sama Frans!", sumpah Reina.


***

__ADS_1


__ADS_2