Menikah Dengan Mr. Arogan

Menikah Dengan Mr. Arogan
Bab Spesial 3. Jahat Kamu Mas!


__ADS_3

Pagi hari, saat Reina ingin pergi ke kantor. Ternyata Frans sudah ada di rumahnya menunggu Reina. Karena ingin mengantar Reina ke kantor.


"Rei, aku antar yuk", pinta Frans dengan senyum sumringahnya.


Reina hanya menatap malas pada Frans. Ia langsung bergegas keluar rumah begitu saja tanpa perduli dengan Frans. Namun, Frans tidak mau kalah. Ia pun mengikuti langkah Reina.


"Ayo deng Rei. Ntar Sore juga aku jemput lagi. Sekalian kita makan di luar", bujuk rayu Frans.


Reina pun menghentikan langkahnya seraya menarik nafas dengan senyum yang memaksa. Ia sangat kesal karena Frans malah membuntutinya terus.


"Maaf ya kak Frans. Aku naik mobil sendiri aja. Lagian kantor sama rumah sakit kan beda arah. Nanti Kak Frans bisa terlambat. Okey", jawab Reina seramah mungkin.


"Tapi Rei....".


Reina tidak memperdulikannya lagi. Ia langsung masuk ke dalam mobilnya dan melajukannya. Maka hilanglah kesempatan Frans untuk lebih dekat dengan Reina. Ya, walupun sebenarnya mereka sudah dekat sejak lama.


Kemudian, saat Reina sudah di kantor. Frans bolak-balik menghubungi Reina dan juga mengirimkan pesan padanya. Membuat Reina semakin frustasi dan malas melihat hp-nya. Ia pun langsung menonaktifkan hp-nya sangking kesalnya.


Memang, semenjak Reina tidak bersuami lagi Frans seperti semakin gencar mendekati Reina. Dan semua perlakuan Frans terhadapnya di nilai berlebihan dan membuat Reina semakin ilfeel dengan Frans.


Namun, sebenarnya bukan apa-apa. Frans seperti itu juga karena telah mendapat dukungan dari Angga. Ya, sejak kejadian Farhan yang telah menipu Reina dan keluarga, Angga jadi tidak bisa mempercayakan pria manapun lagi untuk adiknya kecuali Frans. Karena Frans satu-satu yang bisa ia percaya. Dan juga Angga sudah tahu jika sejak Lama Frans mencintai Reina.


Sore harinya, saat jam pulang kantor. Lagi-lagi Reina di kejutkan oleh sosok Frans yang sudah menunggunya di luar ruangannya.

__ADS_1


"Ya ampun! Sejak kapan dia ada disini?", tanya Reina dalam hati.


Reina pun langsung memasang wajah malasnya. Sudah lelah dengan pekerjaannya di tambah lagi ada pria kurang kerjaan yang selalu membuntutinya. Sudah pasti rasa kesal sudah sampai ubun-ubun rasanya.


"REI, aku antar pulang yuk. Tapi, kita jalan sebentar mau nggak?", tanya Frans dengan senyum terbaiknya.


"Hah! Kak Frans... Kakak taukan, aku bawa mobil sendiri. Jadi, kakak nggak perlu repot-repot antar jemput aku. Maaf ya kak, aku capek.... banget!", jawab Reina penuh dengan penekanan.


Setelah itu, Reina langsung pergi meninggalkan Frans sendirian. Ia tidak perduli bagaimana Frans menilainya. Ia juga tidak perduli apakah Frans akan sakit hati atau tidak. Ya, itu juga karena ulah Frans sendiri. Frans juga tidak perduli dengan rasa kesal di hati Reina. Padahal Reina selalu menolaknya tapi, Frans tetap mengganggunya.


Apakah Frans sakit hati? Tentu saja. Rasa sakit hatinya itu tidak bisa di elakkannya. Tapi, Lagi-lagi ia harus bersabar dengan sikap Reina yang seperti itu. Karena sejak awal pertemuan mereka Reina menganggap Frans seperti Angga dan tidak lebih. Frans yang terus mengganggu Reina diartikan sebagai keusilan seorang kakak terhadap adiknya. Namun, berbeda bagi Frans yang telah jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap Reina.


Lelah sudah pasti. Lelah membagi waktu antara bekerja dan bertemu Reina. Tadi, ia mengerjakan semua pekerjaan dengan cepat agar ia tidak terlambat bertemu dengan Reina. Tapi, sayang seribu sayang pengorbanannya itu tidak dianggap sama sekali. Frans hanya tersenyum kecut saat melihat Reina pergi begitu saja.


***


Angga yang sedang memainkan gawainya itu pun menganggap remeh pertanyaan istrinya. "Ya, sepertinya gitu sayang. Tapikan itu wajar karena kamu sedang hamil", jawab Angga begitu mudahnya.


Angga tidak tahu saja seketika wajah Mila berubah menjadi sedih. Pikirannya kemana-mana, yang dia semakin jeleklah kalau gendut. Atau bisa saja nanti suaminya melirik cewek lain yang lebih cantik dan langsing. Perasaan Mila pun menjadi sangat sedih. Ia memandangi perutnya yang sudah terlihat buncit. Dia elus-elus perutnya dengan kasih sayang.


Kemudian, Mila pun menghampiri Angga. Dia berdiri di depannya dengan wajah sedihnya. Tentu Angga kaget melihat Mila yang sudah hampir menangis itu. Ia pun langsung panik.


"Sayang? Kamu kenapa? Ada yang sakit? Sini-sini duduk dulu", ucap Angga panik sambil menuntun Mila ke pinggir kasur.

__ADS_1


"Aku gendutan......! Waaa!", tangis Mila seperti bayi.


Angga yang tidak mengerti akan problema wanita itu pun bingung dengan apa yang di maksud Mila. Padahal Angga sama sekali tidak mempermasalahkan bentuk tubuh istrinya itu. Yang terpenting adalah Istri dan calon anaknya itu sehat.


"Sayang, memangnya kenapa kalau kamu gendut? Wajarkan soalnya kamu juga lagi hamil. Harus banyak makan, biar calon bayi kita tidak kekurangan gizi", jawab Angga dengan realistis.


"Tuhkan, aku beneran gendut... Wa..... Pasti nanti mas bakal kepincut sama wanita lain. Pas bakal cari wanita yang lebih cantik, langsing, seksi...Waa...", oceh Mila sambil menangis.


Angga sampai ternganga mendengar ocehan Mila. Angga sama sekali tidak pernah berpikiran jauh seperti itu. Tapi, malahan istrinya lah yang pikirannya bisa nyampe ke situ.


Mila memang tidak seperti biasanya yang cuek saja dengan penampilannya. Makanya, Angga sedikit kaget dengan kejutan-kejutan tingkah laku Mila yang bermunculan sejak hamil. Ya, sejak hamil, Mila memang gampang emosi. Tapi, emosinya itu dia luapkan dengan tangisan. Makanya Angga bingung kalau sudah melihat Mila menangis yang kadang lama banget berhentinya. Sudah di bujuk dengan segala bujukan juga g bisa. Nanti tiba-tiba Mila berhenti sediri terus kembali ceria seperti tidak terjadi apa-apa sebelumnya. Tapi, Mila tidak pernah ngidam makanan. Ya biasa saja. Mila lebih kearah emosinya yang terkadang tidak stabil itu.


"Wah, bener juga. Mas gak pernah kepikiran tuh! Untung aja kamu ingatkan. Hm, cewek cantik, langsing, seksi, pasti banyak di luaran sana", tambah Angga yang sengaja ingin membuat Mila semakin cemburu.


"Apa? Jadi kamu mau cari wanita lain karena aku udah gendut! Tega kamu Mas!", jawab Mila marah.


"Loh, bukannya tadi kamu yang ngusulkan ya? Kalau mas sih gak pernah kepikiran tuh. Pas kamu bilang tadi baru deh mas kepikiran", jawab Angga yang membuat Mila semakin panas.


"Jahat kamu Mas!", ucap Mila marah sambil menolak tubuh Angga.


Mila pun menangis kembali sambil keluar kamar dan membanting pintu dengan kuat. Namun, Angga malah tertawa geli melihat istrinya yang lagi cemburu itu. Dia memang sengaja membuat Mila menjadi marah. Seperti ada rasa puas saja setelah melihat wajahnya yang lucu karena marah itu.


***

__ADS_1


__ADS_2