Menikah Dengan Mr. Arogan

Menikah Dengan Mr. Arogan
Bab 63. Pertemuan Farhan dengan Mila


__ADS_3

“Kamu! Benar-benar tidak berguna!”


Plak!


Wajah mulus Tasya di tampar oleh Baron. Pasalnya Baron mengetahui kegagalan rencana Tasya. Sudah lebih dari sejam Tasya mendapat cacian dan makian dari Baron. Sungguh itu adalah hal yang memalukan sekaligus sangat menyakitkan hati Tasya.


Brak!


Baron keluar dari ruangannya begitu saja. Ia sudah merasa muak melihat wajah Tasya. Ia tidak peduli apa yang telah dilakukannya. Tasnya masih berdiri sambil memegangi pipinya yang terasa sakit dan juga panas. Sampai-sampai ia menggigit bibir bawahnya menahan kan rasa sakitnya. Dan setetes air mata pun jatuh membasahi pipinya.


“Hu...”, Tasya menangis dengan kuat. “Yumi, hiks. Maafkan kakak karena belum bisa membalaskan dendammu, hiks. Kakak memang adalah kakak yang payah, payah, payah!”, ucap Tasya sambil memukul-mukul meja yang ada di hadapannya.


Dan tanpa sengaja ia melihat sebuah kotak kecil di sebuah lemari kaca yang ada di hadapannya. Yah, semua orang di sana tahu jika isi dari kotak itu adalah video syur Roy dan Yumi. Dan Tasya pun mempunyai sebuah ide.


“Maafkan kakak Yumi. Kakak harus melakukannya. Agar si tua Roy itu mendapatkan hukuman dan dia akan di tinggalkan oleh keluarganya”, ucap Tasya dengan yakin.


Ia pun berjalan mendekati lemari itu. Lalu, mengambil kotak tersebut. Dan benar, di dalamnya tersimpan sebuah flashdisk.


“Baron benar-benar pecundang. Dia tidak berani to the point. Tapi, kalau Baron tidak bisa maka aku yang akan menghukum si tua Roy itu!”, lanjut Tasya dengan geram sambil mengeratkan genggamannya.


***


Sore harinya Mila dan Angga sudah berada di mansion. Dan pagi ini, Angga tengah bersiap-siap untuk pergi bekerja. Mila dengan semangat membawakan sandwich dan segelas teh hangat untuk Angga.


Mila masuk ke kamar dan meletakan yang di bawanya itu ke atas nakas. Kemudian Mila duduk di pinggir ranjang sambil memperhatikan Angga yang hampir selesai.


“Bantuin gitu suaminya. Pakein dasi kek”, ucap manja Angga namun terdengar kesal.


Mila pun tersenyum, “Biasanya juga pakai sendiri, Mas”.


Kemudian, Angga berbalik badan menatap Mila. Ia pun juga tersenyum lalu datang pada Mila dan mencubit pipinya. Angga pun duduk di samping Mila. Pertama ia mencium kening Mila dulu dari samping. Kemudian, barulah ia mengambil sarapannya.

__ADS_1


“Kamu sudah sarapan?”, tanya Angga setelah menggigit rotinya.


Mila menggelengkan kepalanya. Dan Angga langsung menyodorkan bagian sudut sandwich itu pada Mila. Yah, memang itu yang Mila harapkan. Dapat suapan dari suaminya. Dengan senang hati Mila memakannya.


“Oh ya Mas. Aku penasaran apa Tasya punya saudara?”, tanya Mila yang tiba-tiba teringat akan foto yang dilihatnya kemarin dari tas Tasya.


“Mm, yah. Dia punya seorang adik. Namanya Yumi. Kok kamu tiba-tiba nanya itu?”, setelah menjawab Angga balik bertanya.


“Mm, penasaran aja. Soalnya kemarin aku lihat ada foto yang keluar dari tas Tasya. Dan aku liat di sana ada gambar Tasya yang sedang merangkul seorang gadis”, jawab Mila sambil mengingat-ingat kejadian tersebut.


Angga hanya manggut-manggut. Kemudian, ia meminum teh yang di sediakan Mila tadi.


“Terus, dimana Yumi sekarang? Kayaknya dia nggak pernah kelihatan? ”, tanya Mila lagi yang masih penasaran.


Angga menarik napas dalam-dalam, “Yumi... Dia sudah meninggal. Tubuhnya di temukan dengan kondisi yang mengenaskan...”.


Angga menceritakan hal yang ia ketahui tentang kematian Yumi. Kondisi tulang yang remuk, luka lebam di sekujur tubuh dan lagi ia telah kehilangan keperawanannya. Tentu saja semua itu membuat Tasya menjadi gila. Adik satu-satunya yang ia sayangi dan jaga sepenuh hati mati dengan sangat mengenaskan.


Mereka pun tersenyum bersama dan melanjutkan aktivitas sarapan itu berduaan di kamar. Dan setelah semuanya selesai, Angga pamit untuk berangkat kerja. Ia langsung mengambil tasnya dan membuka pintu.


“Mas!”, panggil Mila.


Dan itu berhasil menghentikan langkah Angga. Mila pun berjalan mendekati Angga. Ia langsung merapikan dasi dan kerah baju Angga. Kemudian, diambilnya tangan kanan Angga dan mencium punggung tangannya.


“Hati-hati di jalan ya, Mas. Semangat juga kerjanya”, kata Mila setelah mencium punggung tangan Angga.


Sontak membuat Angga tercengang. Ia merasa perlakuan Mila ini sangat romantis. Yah, selain cinta ada rasa hormat yang di taruh pada Mila untuknya sebagai suami. Angga begitu sangat senang. Angga kembali meletakkan tasnya. Ia langsung menangkup wajah Mila dan memberi kecupan di pipi dan di dahinya.


“Iya sayang”, jawab Angga dengan perasaan yang sangat senang.


Setelah itu, Mila mengantar Angga hingga ke pintu gerbang. Ya, ini adalah pertama kalinya ia melakukan kegiatan tersebut. Dan sungguh, Mila merasakan kesenangan yang tiada tara.

__ADS_1


Mila kembali lagi ke kamarnya, untuk membersihkan sisa sarapan tadi. Dan matanya langsung tertuju pada ponselnya yang aktif karena ada pesan masuk. Mila pun mengambil ponselnya dan melihat nama Farhan di sana.


“Kak Farhan?”, gumam Mila merasa aneh.


Ia pun membaca isi pesan dari Farhan itu. Dan ternyata isinya adalah Farhan meminta Mila untuk makan siang bersamanya.


***


Siang harinya, Mila buru-buru pergi dimana Farhan telah menunggunya. Ia keluar dari gerbang dan menaiki taksi. Namun, Angga yang punya rencana mengajak Mila makan siang bersama, pulang lebih awal. Dan dari kejauhan Angga melihat Mila naik taksi.


Tentu Angga bertanya-tanya dalam hati. Mila pergi tanpa meminta izinnya terlebih dahulu. Angga tidak akan membiarkan Mila pergi sendirian. Kemudian, ia pun mengikuti taksi tersebut.


Sedangkan di tempat lain, Farhan yang menunggu Mila sedang asyik melihat sebuah foto yang selama ini ia simpan. Farhan sampai tersenyum sendiri kala melihat foto itu sambil teringat akan masa lalunya yang indah.


Ya, itu adalah foto Farhan dan Mila. Farhan yang telah masuk duduk di bangku tingkat pertama sedangkan Mila masih sekolah dasar. Ada kenangan yang begitu indah antara mereka berdua. Mila kecil adalah sosok yang begitu ceria dan sangat bijak. Makanya Farhan sangat suka jika mengajaknya ngobrol.


Dan, saat Farhan mengedipkan matanya, serta melihat ke arah depannya tampaklah Mila yang datang padanya. Ia juga melihat Mila kecil yang di rindukannya saat itu. Farhan tersenyum manis pada Mila.


“Mila..”, ucap Farhan yang langsung berdiri menyambut Mila.


Farhan tersadar dan ia langsung cepat-cepat memasukkan kembali foto tersebut. Ia mempersilahkan Mila untuk duduk dan memanggil pelayan untuk memesan makanan. Dan kemudian, mereka pun memesan makanan.


***


Dear para pembaca setia novel Menikah dengan Mr. Arogan...


please aku butuh semangat dari kalian nih.


Kayaknya kalau ada yang komentar yang mendukung aku bakalan semangat tiap hari...


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...

__ADS_1


makasih untuk semuanya


__ADS_2