Menikah Dengan Mr. Arogan

Menikah Dengan Mr. Arogan
Bab Spesial 5. Iri dengan Wanita Lain


__ADS_3

Di dalam mobil, Reina dan Frans hanya diam saja. Sebenarnya, Frans ingin sekali mengajak Reina mengobrol. Tapi, ia tidak tahu harus dimulai dari mana. Dan saat Frans melihat ke arah Reina, ia terlihat sibuk memainkan gawainya. Situasi ini benar-benar terasa tidak nyaman bagi Frans. Sambil menyetir, jari-jarinya mengetuk-ngetuk roda stir.


"Em, boleh nggak aku hidupkan musik?", tanya Frans yang takut jika Reina bete.


"Emangnya ini mobil siapa kak?", Reina bertanya balik.


"Mobil aku", jawab Frans sedikit merasa bingung.


"Ya, kalau gitu terserah kakak mau hidupkan apa aja di mobil ini!", jawab Reina dengan malas.


Lalu, Frans pun menghidupkan musik yang slow. Dengan begitu mereka pun diam-diaman lagi. Di satu sisi, Reina mencoba menilai reaksi dirinya sendiri. Untuk saat ini, Reina merasa dirinya biasa saja dan tidak ada rasa ilfeel saat berduaan bersama Frans. Tapi, Reina langsung menampik pendapatnya itu. Ia merasa jika hal itu di sebabkan masih di dalam mobil. Dia akan menilai dirinya lagi saat di keramaian bersama Frans.


Beberapa saat kemudian, sampailah mereka di sebuah super mall. Frans dan Reina jalan berdampingan. Walaupun ingin rasanya Frans memegang tangan Reina tapi tidak ia lakukan. Frans cukup takut jika Reina akan marah padanya.


"Hm, kayaknya memang biasa aja deh. Aku juga nggak merasa malu jalan berdua gini sama kak Frans. Dan kalau di lihat-lihat kak Frans itu sebenarnya ganteng juga sih, perhatian lagi. Oh no! Kenapa aku bisa sampai berpikir seperti itu. Sadarlah Rei, kamu dengan kak Frans itu kayak Tom and Jerry", ucap Reina dalam hati sambil sesekali memperhatikan Frans.


"Frans!", teriak seseorang.


Frans yang merasa namanya di panggil langsung melihat ke arah orang yang memanggilnya. Sontak mata Frans terbelalak melihat orang tersebut. Dia adalah seorang wanita yang cantik, berhijab dan senyumnya terasa bahwa ada ketulusan di dalamnya.


"Friska?", ucap Farhan tidak percaya namun terlihat gembira.


Friska pun berjalan cepat untuk mendatangi Frans. Dan mereka pun langsung bersalaman. Keduanya saling tersenyum dan kelihatan salah tingkah. Maklum, mereka sudah lama tidak bertemu. Semenjak mendapat gelar dokter di kampus mereka, Friska memutuskan keluar negeri untuk melanjutkan studinya.


"Kamu kapan balik kesini?", tanya Frans yang terlihat gembira itu.

__ADS_1


"Baru kemarin sih, kangen sama kampung halaman. Apalagi sama kamu", ucap Friska menggombal.


"Frans gitu loh", jawab Frans sambil memperlihatkan lagak tampannya.


"Hahaha, kamu tuh ya gak berubah. Masih aja ke pede-an", ucap Friska sambil menepuk pundak Frans.


"Hahaha, lucu sekali! Frans, Friska, wah sepertinya mereka sangat cocok. Tapi, siapa sih Friska ini? Kayaknya kak Frans senang banget ketemu sama dia", ucap Reina dalam hati yang tidak di sadari jika dirinya sedang dongkol karena dianggurin.


Sepertinya, Frans sudah lupa dengan wanita yang ia jemput tadi. Ia malah asyik mengobrol dengan teman lamanya dan membiarkan Reina menjadi obat nyamuk. Tapi, lama kelamaan, Friska tersadar jika ada wanita yang berada di samping Frans. Friska melirik pada Reina dan memainkan matanya pada Frans.


"Itu siapa Frans?", tanya Friska yang penasaran.


Frans langsung sadar jika saat ini Reina bersama dengannya. Tapi, apa yang akan dikatakan Frans? Kalau dia bilang Reina adalah pujaan hatinya, yang ada Reina malu dan akan marah padanya.


"Mm, ini Reina teman aku. Kami mau nonton di bioskop", Jawab Frans sedikit grogi.


"Bener nih cuma temenan", ucap Friska memprovokasi.


"Iya cuma temenan", Frans mempertegasnya.


"Ya udah deh. Kalau gitu aku pulang duluan ya", ucap Friska pamit pada Frans.


Setelah Friska agak jauh, Reina pun langsung berjalan cepat meninggalkan Frans. Ia terus saja bergumam yang tidak terdengar oleh Frans. Hatinya sangat dongkol sekali rasanya. Dan Frans pun heran, kenapa sikap Reina tiba-tiba berubah. Ia pun mengejar Reina dan menanyakan prihal sikap Reina. Tapi, sepertinya Reina enggan menjawabnya. Ia hanya memperlihatkan wajahnya yang kusut karena ngambek. Reina jalan lebih dahulu masuk ke bioskop. Dan Frans hanya bisa pasrah menerima sikap Reina terhadap dirinya.


Lalu, saat satu teater sedang serius menonton film yang di tayangkan, Reina malah merasa gelisah. Pikirannya hanya kembali pada Friska, wanita yang cantik tadi. Dia masih tidak habis pikir melihat Frans yang begitu bahagianya saat bertemu dengan Friska. Lalu, sepersekian detik dia menampikkan pikirannya lagi. Namun, pikiran itu pun muncul kembali.

__ADS_1


Sampai-sampai ia menjadi teringat jika dulu, Frans juga pernah mendekati Mila ya walaupun cuma ingin membuat Angga iri. Dan Friska sangat mirip dengan Mila. Cantik, berhijab, ramah, suaranya juga enak di dengar.


"Apa mungkin kak Frans sukanya wanita seperti itu ya? Tapi, kenapa dia tadi bilang kalau aku ini temannya? Bukannya dari kemarin-kemarin dia ngebet banget pengen jalan berdua sama aku? Hah, jangan-jangan si Friska itu mantannya lagi!", tebak Reina dalam hatinya.


Lagi-lagi Reina merutuki dirinya. Kenapa dirinya saat ini merasa kepanasan saat mengingat Friska. Reina masih keukeh jika dirinya tidak akan pernah cinta pada Frans. Namun, nyatanya saat ini hatinya benar-benar gelisah. Ini adalah pertama kalinya ia merasa iri pada wanita lain.


Setelah satu jam berlalu, Film yang mereka tonton pun selesai. Dan Reina langsung buru-buru keluar tanpa menunggu Frans. Tentu saja hal itu membuat Frans tampak bingung. Ia langsung mengejar Reina.


"Rei, tunggu!", panggil Frans


Namun, Reina tidak memperdulikannya. Langkahnya semakin cepat agar ia terhindar dari Frans. Lalu ternyata Frans malah menangkap tangan Reina.


"Lepasin!", ucap Reina sambil menghempaskan tangan Frans. "Cukup ya kak! Jangan ganggu aku lagi!".


Frans seakan tersentak mendengar amarah dari Reina. Kini semua mata tertuju pada mereka. Frans mengatur napasnya dan mencoba membujuk Reina.


"Tenang Rei, ada apa sebenarnya? Kenapa kamu jadi marah-marah begini?", tanya Frans yang berusaha sangat lembut pada Reina.


Tapi, mau di kata apa. Emosi Reina sedang berada di puncaknya. Ia cemburu namun ia tidak menyadarinya. Malah Reina menyalahkan semuanya pada Frans.


"Ingat ini baik-baik kak!", ucap Reina tegas dengan mengangkat salah satu jari telunjuknya pada Frans. "Ini adalah yang terakhir untuk kakak jalan bersamaku. Aku muak! Muak sama kakak yang terus-terusan menggangguku! Sudah berapa kali aku bilang, kalau aku tidak cinta sama kakak! Tapi, kakak terus aja ganggu aku! Jadi, aku biarkan malam ini aku turuti kemauan kakak! Dan aku berharap ini adalah yang terakhir kakak menggangguku!" bubuh Reina lagi.


Frans pun tidak bisa berkata apa-apa lagi. Seketika wajahnya tampak sayu. Bahkan ia tidak mengira jika Reina sebenci itu padanya.


"Aku mohon kak, mohon dengan sangat. Lupakan cinta kakak ke aku! Tolong menjauhlah dariku, kak", Sambung Reina lagi. Tapi, kali ini suara Reina terdengar gemetar seolah-olah ingin menangis.

__ADS_1


Lalu, Reina bergegas pergi meninggalkan Frans yang masih mematung. Orang-orang yang tengah menonton merekapun masih berbisik-bisik sambil memandang Frans penuh dengan keprihatinan.


***


__ADS_2